tubuh lelaki ideal

DISTRIBUTOR HERBALIFE
TERMURAH & ORIGINAL
-------------------------------------------------
Untuk order :
HP/SMS/WA : 0813 2011 2028
BBM : 54F4CE77 | Line : ProgramLangsing


PAKET HERBALIFE

Pilihan paket Herbalife yang bisa Anda pilih sesuai kebutuhan


PRODUK HERBALIFE

Produk-produk Herbalife ini sudah bersertifikat FDA, TGA, GMP dari USA & BPOM dari Indonesia. Dan pastinya tidak mudah untuk produk-produk yang bisa mendapatkan sertifikat ini.


Obesitas tubuh lelaki ideal Sumber Penyakit

 

Obesitas sebenarnya didefinisikan sebagai kelebihan penyimpanan lemak dalam tubuh. Meski banyak ragamnya, tapi yang jelas obesitas adalah ‘pintu’ dari banyak penyakit yang mengancam jiwa. Berikut ini beberapa penyakit yang dapat hinggap pada penderita obesitas, diantaranya ialah: tubuh lelaki ideal Obesitas adalah salah satu penyebab utama diabetes tipe 2. Berbagai studi telah menunjukkan bahwa semakin tinggi berat badan seseorang maka risikonya terserang diabetes juga meningkat.

 

Padahal penyakit diabetes yang tidak terkontrol sendiri dapat menyebabkan komplikasi serius seperti tekanan darah tinggi, serangan jantung, stroke otak, kebutaan, gagal ginjal, serta kerusakan saraf berikut amputasi organ tubuh tertentu.

 

diabetes tipe 2 dampak dari obesitas

 

Serangan jantung

Obesitas dan kelebihan berat badan kerapkali dikaitkan dengan sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular (serangan jantung) seseorang. Abdominal obesity atau lemak perut juga dikatakan sebagai salah satu faktor risiko utama penyebab penyakit jantung. tubuh lelaki ideal Penambahan berat badan dan hipertensi dikatakan dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi. Itulah mengapa upaya pengurangan berat badan terbukti dapat menormalkan tekanan darah seseorang. Tak heran juga jika para dokter merekomendasikan para penderita hipertensi untuk rutin berolahraga dan mempertahankan berat badan idealnya.

 

Obesitas sebakan darah tinggi

 

Obstructive sleep apnea

Orang yang mengalami obesitas dipastikan juga menderita obstructive sleep apnea dimana seseorang tak bisa tidur dengan nyenyak dan mendengkur sekaligus tetap merasa ngantuk di siang hari. Ini sebenarnya adalah gangguan pernapasan di mana pernapasan seseorang berhenti sebentar-sebentar saat tidur. Gangguan tidur ini diketahui juga dapat berujung pada tekanan darah tinggi dan gagal jantung.

 

obesitas sebabkan encok

 

Encok

Seseorang yang mengalami obesitas berpeluang empat kali lebih besar untuk terserang encok. Pasalnya penderita encok mengalami peningkatan kadar asam urat yang menyebabkan sendi meradang, memerah dan nyeri. Tapi dengan penurunan berat badan, kadar asam urat dalam darah bisa menurun.

 

Kolesterol tinggi

Salah satu risiko utama dari kondisi kelebihan berat badan adalah tingginya kadar kolesterol karena obesitas meningkatkan kadar trigliserida dan kolesterol ‘jahat’ (LDL) dalam tubuh. Sebaliknya, kadar kolesterol ‘baik’ (HDL) dalam tubuh penderita obesitas terhitung lebih rendah dari orang normal.

 

Obesitas sebabkan Kolesterol tinggi

 

Padahal tingginya kadar LDL dan rendahnya HDL adalah penyebab utama atherosclerosis yang mengakibatkan penyempitan pembuluh darah dan berujung pada serangan jantung.

 

GERD

Riset terbaru menunjukkan bahwa obesitas meningkatkan jumlah penderita asam refluks, karena lemak perut memberikan tekanan tertentu pada cincin otot di bagian bawah esofagus alias kerongkongan yang biasanya bertugas mencegah kembalinya asam perut ke kerongkongan. Kondisi ini dapat menyebabkan heartburn.

 

Osteoarthritis

Kelebihan berat badan tentu saja memberikan tekanan ekstra pada sendi-sendi tubuh misalnya lutut, dan konsekuensinya pastilah risiko osteoarthritis hingga kerusakan sendi.

 

Obesitas tubuh lelaki ideal sebabkan Osteoarthritis

 

Kanker

Berbagai riset menunjukkan bahwa obesitas memainkan peran penting dalam pembentukan sel-sel kanker dan risiko kanker seumur hidup lebih banyak membayangi orang-orang yang obesitas ketimbang yang berat badannya normal. Penderita obesitas juga berpeluang lebih tinggi terserang kanker usus, payudara dan kerongkongan. tubuh lelaki ideal Para pakar dari penjuru dunia telah membuktikan peningkatan indeks massa tubuh atau BMI berkaitan dengan tingginya risiko gagal jantung.

 

Cara Menghitung Berat Badan Ideal Menggunakan BMI

– POSTED ON MAY 25, 2013

POSTED IN: KESEHATAN

 

 

 

 

 

 

 

Termasuk gemuk atau kuruskah anda? Cermin memang tidak akan berbohong, dan jika anda berkaca anda pasti bisa menilai apakah berat badan anda termasuk ideal atau tidak. Namun, itu hanya penilaian dari segi estetika. Sekarang, bagaimana cara menghitung berat badan ideal seseorang dari segi medis?

 

Salah satu cara untuk menentukan apakah seseorang menderita obesitas atau malah terlalu kurus, adalah dengan pengukuran BMI (Body Mass Index / Indeks Masa Tubuh).

 

BMI merupakan suatu pengukuran yang menghubungkan (membandingkan) berat badan dengan tinggi badan. Walaupun dinamakan “indeks”, BMI sebenarnya adalah rasio yang dinyatakan sebagai berat badan (dalam kilogram) dibagi dengan kuadrat tinggi badan (dalam meter). Seseorang dikatakan mengalami obesitas jika memiliki nilai BMI sebesar 30 atau lebih.

 

Menurut sistem Satuan Internasional: BMI = Berat (Kg) / Tinggi2 (m2)

 

cara-menghitung-berat-badan-ideal-BMI

 

 

 

Berikut ini adalah tabel BMI berdasar klasifikasi World Health Organization (WHO) untuk menentukan apakah seseorang (dewasa) termasuk kategori underweight, normal, atau obesitas.

 

 

 

Menghitung Berat Badan Ideal melalui Tabel BMI:

 

KLASIFIKASI                        BMI (kg/m2)

BERAT BADAN KURANG                kurang dari 18.50

~ Sangat Kurus                  kurang dari 16.00

~ Kurus                                 16.00 – 16.99

~ Agak Kurus                      17.00 – 18.49

NORMAL                             18.50 – 24.99

KELEBIHAN tubuh lelaki ideal BERAT BADAN           25.00 dan lebih

~Pra-Obesitas                   25.00 – 29.99

OBESITAS                            30.00 dan lebih

~ Obesitas Kelas I             30.00 – 34.99

~ Obesitas Kelas II           35.00 – 39.99

~ Obesitas Kelas III          40.00 dan lebih

 

 

Misal seseorang dengan tinggi badan 1,80 m dan berat badan 70 Kg, maka BMI-nya adalah: 70/(1,82) = 21,61 sehingga berdasarkan tabel di atas termasuk orang dengan kategori berat badan NORMAL.

 

Klasifikasi BMI pada tabel di atas tidak tergantung pada usia (untuk semua orang dewasa) dan jenis kelamin. Sedangkan kelemahannya adalah, BMI tidak memperhitungkan kadar lemak seseorang. Dengan kata lain, klasifikasi BMI bisa salah menganggap ukuran tulang yang besar dan kelebihan otot tubuh lelaki ideal sebagai kelebihan lemak. Seseorang dengan tubuh yang sangat berotot, seperti petinju atau atlet binaraga, bisa terklasifikasikan sebagai OBESITAS berdasarkan tabel BMI di atas.

 

Namun demikian tabel di atas sudah cukup memadai untuk menentukan tingkat obesitas rata-rata orang dewasa. Jika anda memiliki BMI di atas 30, berarti anda sudah termasuk kategori beresiko tinggi dan hendaknya mulai melakukan diet.

 

Cara menghitung berat badan ideal menggunakan BMI ini juga sering dikombinasikan dengan mengukur lingkar pinggang. Lingkar pinggang lebih dari 35 inch (89 cm) untuk wanita dan lebih dari 40 inch (101,6 cm) untuk pria menunjukkan seseorang memiliki resiko tinggi untuk terkena penyakit jantung dan diabetes tipe 2. Untuk mengukur lingkar pinggang secara tepat, kita harus dalam posisi berdiri dan dilakukan setelah menghembuskan nafas. Posisi yang diukur adalah di atas tulang pinggul, kurang lebih sejajar dengan pusar.

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

1.1         Latar Belakang

Nutrisi adalah zat-zat gizi atau zat lain yang berhubungan dengan kesehatan dan penyakit, termasuk keseluruhan proses pemasukan dan pengolahan zat makanan oleh tubuh manusia yang bertujuan menghasilkan energi yang nantinya akan digunakan untuk aktivitas tubuh serta mengeluarkan zat sisanya (hasil metabolisme). Nutrisi berfungsi untuk membentuk dan memelihara jaringan tubuh, mengatur proses-proses dalam tubuh sebagai tenaga, serta untuk melindungi tubuh dari serangan penyakit, fungsi utama nutrisi adalah untuk memberikan energi bagi aktivitas tubuh, membentuk struktur kerangka dan jaringan tubuh, serta mengatur berbagai proses kimia di dalam tubuh.

DISTRIBUTOR HERBALIFE
TERMURAH & ORIGINAL
-------------------------------------------------
Untuk order :
HP/SMS/WA : 0813 2011 2028
BBM : 54F4CE77 | Line : ProgramLangsing


PAKET HERBALIFE

Pilihan paket Herbalife yang bisa Anda pilih sesuai kebutuhan


PRODUK HERBALIFE

Produk-produk Herbalife ini sudah bersertifikat FDA, TGA, GMP dari USA & BPOM dari Indonesia. Dan pastinya tidak mudah untuk produk-produk yang bisa mendapatkan sertifikat ini.


Penelitian dibidang nutrisi mempelajari hubungan antara makanan dan minuman terhadap kesehatan dan penyakit, khususnya dalam menentukan diet yang optimal. Pada masa lalu, penelitian mengenai nutrisi hanya terbatas pada pencegahan penyakit kurang gizi dan menentukan standard kebutuhan dasar nutrisi pada makhluk hidup. Angka kebutuhan nutrisi (zat gizi) dasar ini dikenal di dunia internasional dengan istilah Recommended Daily Allowance (RDA).

 

1.2         Tujuan Penulisan

1.2.1    Tujuan Umum

Setelah menyelesaikan makalah ini, mahasiswa di harapkan mampu memahami konsep dan mampu mengaplikasikan ilmu keperawatan dewasa (Adult Nursing).

1.2.2   Tujuan Khusus

Setelah menyelesaikan makalah ini mahasiswa diharapkan mampu:

  1. Memahami pengertian kebutuhan nutrisi (NGT)
  2. Mampu mengaplikasikan tahap kerja dalam pemenuhan kebutuhan nutrisi (NGT)
  3. Memahami penatalaksanaan pemenuhan kebutuhan nutrisi (NGT)
  4. Memahami perhitungan IMT (Indeks Masa Tubuh)
  5. Memahami pengertian GDS (Gula Darah Sewaktu)

 

1.3         Metode Penulisan

Metode penulisan yang kami gunakan dalam penyusunan makalah ini adalah mengambarkan, memaparkan serta mensimulasi apa yang telah kami dapat dan telah kami pelajari sebelumnya dari berbagai sumber yang telah kami padukan menjadi satu rangkaian berdasarkan hasil pemikiran kelompok agar para mahasiswanya dapat mengerti dan memahami tentang salah satu mata kuliah yang kami sajikan.

 

1.4         Sistematika Penulisan

BAB I

Terdiri dari latar belakang, tujuan penulisan, metode penulisan, dan sistematika penulisan

BAB II

Terdiri dari Pengertian (NGT), Penatalaksanaan pemenuhan kebutuhan nutrisi (NGT), tahap kerja pemenuhan kebutuhan nutrisi (NGT), penghitungan IMT (Indeks Masa Tubuh), dan gula darah sewaktu.

BAB III

Bab ini berisi tentang tahap-tahap pemasangan, perawatan dan pelepasan NGT

BAB IV

Terdiri dari kesimpulan dan saran

 

 

 

BAB II

TINJAUAN TEORITIS

2.1         Pengertian

Nutrisi adalah zat-zat gizi atau zat lain yang berhubungan dengan kesehatan dan penyakit, termasuk keseluruhan proses pemasukan dan pengolahan zat makanan oleh tubuh manusia yang bertujuan menghasilkan energi yang nantinya akan digunakan untuk aktivitas tubuh serta mengeluarkan zat sisanya (hasil metabolisme). Nutrisi dapat dikatakan sebagai ilmu tentang makanan, zat-zat gizi dan zat lain yang terkandung, aksi, reaksi, dan keseimbangan yang berhubungan dengan kesehatan dan penyakit.

Tubuh manusian terbentuk dari zat-zat yang berasal dari makanan. Nutrisi berfungsi untuk membentuk dan memelihara jaringan tubuh, mengatur proses-proses dalam tubuh sebagai sumber tenaga, serta untuk melindungi tubuh dari serangan penyakit, fungsi utama nutrisi adalah untuk memberikan energi bagi aktifitas tubuh, membentuk strukstur kerangka dan jaringan tubuh, serta mengatur berbagai kimia di dalam tubuh.

 

2.2         Status Nutrisi

Pemecahan makanan, pencernaan, absorpsi, dan asupan makanan merupakan faktor penting dalam menentukan status nutrisi. Keseimbangan Energi

Energi adalah kekuatan untuk kerja. Manusia membutuhkan energi untuk terus-menerus berhubungan dengan lingkungannya.

Enert

Keseimbangan Energi = Pemasukan Energi + Pengeluaran atau

Pemasukan Energi = Total Pengeluaran Energi (Panas + kerja +energi simpanan).

  1. Pemasukan Energi

Pemasukan energi merupakan energi yang dihasilkan selama oksidasi makanan. Makanan merupakan sumber utama energi manusia. Dari makanan yang dimakan kemudian dipecah secara kimiawi menjadi protein, lemak, dan karbohidrat. Besarnya energi yang dihasilkan dengan satuan kalori. Satu kalori juga disebut satu kalori besar (K) atau Kkal adalah jumlah panas yang dibutuhkan untuk menaikan suhu 1 kg air sebesar 1 derajat celcius. Satu kkal = 1 K atau sama dengan 1.000 kalori.

Ketika makanan tidak tersedia maka akan terjadi pemecahan glikogen yang merupakan cadangan karbohidrat yang disimpan dalam hati dan jaringan otot.

  1. Pengeluaran Energi

Pengeluaran energi adalah energi yang digunakan oleh tubuh untuk men-support jaringan dan fungsi-fungsi organ tubuh. Cadangan energi tubuh berbentuk senyawa fosfat seperti adenosin triphosfat (ATP).

Kebutuhan energi seseorang ditentukan oleh Basal Metabolisme Rate (BMR) dan aktifitas fisik. Kebutuhan energi tiap hari ditentukan dengan rumus = (BMR + 24) + (0.1 X Konsumsi kkal setiap hari + energi untuk aktivitas ).

Energi untuk aktivitas misalnya : Istirahat = 30 kal/jam , duduk = 40 kal/jam, Berdiri = 60 kal/jam, Menjahit = 70 kal/jam, Mencuci piring = 130 s/d 176 kal/jam, Melukis 400 kal/jam.

Jika nilai pemasukan energi lebih kecil dari pengeluaran energi maka akan terjadi keseimbangan negative (-) sehingga cadangan makanan dikeluarkan, hal ini akan berakibat pada penurunan berat badan. Sebaliknya, jiak pemasukan lebih banyak dari pengeluaran energi maka akan terjadi keseimbangan positif (+), kelebihan energi akan disimpan dalam tubuh sehingga terjadi peningkatan berat badan.

  1. Basal Metabolisme Rate

Basal Metabolisme Rate adalah energi yang digunakan tubuh pada saat istirahat yaitu untuk kegiatan fungsi tubuh seperti pergerakan jantung, pernapasan, peristaltik usus, kegiatan kelenjar-kelenjar tubuh.

 

Kebutuhan kalori basal dipengaruhi oleh :

  1. Usia
  2. Jenis Kelamin
  3. Tinggi dan Berat Badan
  4. Kalainan endokrin
  5. Suhu Lingkungan
  6. Keadaan Sakit
  7. Karakteristik Status Nutrisi

Karakteristik status nutrisi ditentukan dengan adanya Body Mass Index (BMI) dan Ideal Body Weight (IBW).

  1. a) Body Mass Index (BMI)

Merupakan ukuran dari gambaran berat badan seseorang dengan tinggi badan. BMI dihubungkan dengan total lemak dalam tubuh dan sebagai panduan untuk mengkaji kelebihan berat badan (over weight) dan obesitas.

Cara menghitung berat badan ideal Body Mass Index, mengacu pada rumus untuk menghitung berat badan ideal menurut tubuh lelaki ideal Body Mass Index Body mass Index (BMI) atau Index Massa Tubuh (IMT) merupakan penghitungan berat badan ideal yang didasarkan pada rumus:

IMT (BMI) = Berat Badan (Kg)

  (Tinggi badan(m))2

Apabila index tersebut sudah didapat dari perhitungan diatas, langkah selanjutnya adalah dengan mencocokkan kriteria berat badan anda berdasarkan kriteria kriteria IMT/BMI menurut versi WHO (World Health Organisation):

  1. BMI < 18.5 berarti badan kurang ideal,  perlu lebih banyak olahraga dan makan makanan padat kalori dari jenis complex carbohidrat.
  2. BMI 18.5 – 22.9 berarti berat badan kamu ideal, tetap jaga pola makan dan olahraga secukupnya.
  3. BMI 23 – 24.9 bearti berat badanmasih tergolong normal-ideal mendekati obesitas, perlu memperbaiki pola makan dan perbanyak olahraga.
  4. BMI 25 – 29.9 berarti di ambang batas obesitas, kondisi bahaya, segera ubah kebiasaan makan dan kembali ke gaya hidup sehat.
  5. BMI >= 30 berarti udah berada di level obesitas, lakukan diet dan perbanyak olahraga untuk membakar lebih banyak kalori dan mengurangi timbunan lemak dalam tubuh.
  6. b) Ideal Body Weight (IBW)

Merupakan perhitungan barat badan optimal dalam fungsi tubuh yang sehat. Berat badan ideal adalah jumlah tinggi dalam sentimeter dikurangi dengan 100 dan dikurangi 10% dari jumlah itu atau pada remaja dan dewasa adalah

BBI = Tinggi badan (cm) – 100 X 10%

  1. Kegiatan yang membutuhkan energi, antara lain :
  2. Vital kehidupan, pernafasan, sirkulasi darah, suhu tubuh dan lain-lain.
  3. Kegiatan mekanik oleh otot
  4. Aktivitas otot dan syaraf
  5. Energi kimia untuk membangun jaringan, enzim, dan hormone.
  6. Sekresi cairan pencernaan
  7. Absorpsi zat-zat gizi di saluran pencernaan
  8. Pengeluaran hasil sisa metabolisme
  9. Faktor-faktor yang mempengaruhi kebutuhan energi :
  10. Peningkatan Basal Metabolisme Rate (BMR)
  11. Aktivitas tubuh
  12. Faktor usia
  13. Suhu Lingkungan
  14. Penyakit atau status kesehatan. tubuh lelaki ideal

DISTRIBUTOR HERBALIFE
TERMURAH & ORIGINAL
-------------------------------------------------
Untuk order :
HP/SMS/WA : 0813 2011 2028
BBM : 54F4CE77 | Line : ProgramLangsing


PAKET HERBALIFE

Pilihan paket Herbalife yang bisa Anda pilih sesuai kebutuhan


PRODUK HERBALIFE

Produk-produk Herbalife ini sudah bersertifikat FDA, TGA, GMP dari USA & BPOM dari Indonesia. Dan pastinya tidak mudah untuk produk-produk yang bisa mendapatkan sertifikat ini.