tubuh laki laki ideal

DISTRIBUTOR HERBALIFE
TERMURAH & ORIGINAL
-------------------------------------------------
Untuk order :
HP/SMS/WA : 0813 2011 2028
BBM : 54F4CE77 | Line : ProgramLangsing


PAKET HERBALIFE

Pilihan paket Herbalife yang bisa Anda pilih sesuai kebutuhan


PRODUK HERBALIFE

Produk-produk Herbalife ini sudah bersertifikat FDA, TGA, GMP dari USA & BPOM dari Indonesia. Dan pastinya tidak mudah untuk produk-produk yang bisa mendapatkan sertifikat ini.


 Jakarta Anda penasaran tubuh laki laki ideal bagian mana dari tubuh pria yang disukai wanita?

 

 

 

Koresponden Sex Education situs Askmen, David Strovny menyurvei 100 perempuan dan hasilnya seperti dilansir situs Askmen, Selasa (28/4/2015) berikut: 5 Keinginan Aneh Pria dari Seorang Wanita, Menurut Sains Ternyata, 11 Tren Kecantikan Ini Sebenarnya Sangat Dibenci Pria Ini Bentuk Tubuh Pria yang Digilai Wanita tubuh laki laki ideal Tidak terlalu berbeda dengan pria, wanita pun tertarik dengan bentuk bokong pria. Sebagian menyukai bentuk bokong pria yang penuh, sebagian lagi menyukai bokong yang sedang.

 

  1. Mr. P

 

Meski para wanita yang disurvei tidak terlalu mempermasalahkan ukuran, rata-rata mereka berpendapat area pribadi pria yang bersih sangatlah penting. tubuh laki laki ideal Liputan6.com, Jakarta Bukan hanya pikiran wanita, tapi apa yang diinginkan kaum pria juga seakan menjadi misteri yang tidak pernah diungkapkan secara langsung. Beberapa waktu lalu, ilmu pengetahuan berusaha mencari tahu tentang hal ini. Dilansir dari yourtango.com, Jumat (30/12/2016), keinginan juga merupakan sesuatu yang relatif. Sama halnya sesuatu yang menarik menurut Anda, belum tentu menarik bagi orang lain, bukan?

 

BACA JUGA

Penasaran Perbedaan Pria dan Wanita Saat Jatuh Cinta? Ada di Sini

Mencari Jodoh Ideal? Ia Harus Miliki Mantan Sebanyak Ini

12 Alasan Psikologis Bagaimana Seseorang Jatuh Cinta Pada Anda

Namun, ada satu hal paling umum yang sama menurut banyak orang, yaitu kesan pertama yang menarik dari seorang wanita. Ada beberapa wanita yang bisa menampilkan kesan pertama yang baik tanpa perlu kerja keras.

 

Jika Anda salah satu yang belum beruntung, tubuh laki laki ideal berikut ini adalah beberapa hal yang akan langsung menarik perhatian seorang pria saat melihat wanita.

 

  1. Memakai makeup

Mungkin Anda pernah mendengar bahwa beberapa pria lebih menyukai seorang wanita yang tidak memakai makeup sama sekali. Namun menurut sebuah survei yang dilakukan oleh Zoosk, online dating, dari 1.200 wanita yang memasang foto profil dengan menggunakan makeup, 139 di antaranya lebih tubuh laki laki ideal mungkin menerima pesan dari orang-orang. Selain itu, seorang pria juga cenderung tertarik pada wanita yang memakai lipstik di foto profilnya.

 

  1. Rasio pinggang dan pinggul yang tepat

Hal ini lebih kepada kesehatan dan kesuburan seorang wanita. Ya, seorang pria bisa melihat apakah Anda cukup sehat dan subur hanya melalui pinggang dan pinggul.

 

  1. Memakai warna merah

Merah adalah tanda gairah, sehingga tidak heran jika pria selalu tertarik dengan warna tersebut. Dalam sebuah studi yang dilakukan oleh University of Rochester, para pria ditunjukkan dua foto dengan foto wanita mengenakan gaun merah dan biru, dan ditanya berapa banyak yang akan mereka habiskan untuk wanita tersebut. Wanita bergaun merah ternyata dianggap lebih menarik dan seksi dan para pria cenderung ingin menghabiskan uang untuknya pada saat kencan.

 

  1. Sikap yang baik

Sikap selalu menjadi penilaian yang lebih penting dari semua hal lainnya. Dalam sebuah studi yang dipublikasikan melalui Personality and Social Psychology Bulletin, respons seorang wanita terhadap keinginan dan kebutuhan pria akan meningkatkan rasa tertarik dari pria tersebut.

 

  1. Suara yang tinggi melengking

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa wanita cenderung lebih tertarik dengan pria dengan suara berat. Ketika seorang wanita mendengar suara pria yang dalam, ia akan langsung mengaitkannya dengan perawakan tubuh yang besar. Sebaliknya, ketika seorang pria mendengar suara wanita yang tinggi melengking, ia akan langsung mengasosiasikannya dengan tubuh yang mungil.

 

 

Pengantar

 

Terkait dengan pesatnya perkembangan teknologi berbasis media komputer yang lebih lazim disebut sebagai ruang maya atau ruang cyber, sastra yang kini kian marak didalamnya tak lagi harus dipandang dan dikaji secara eksklusif. Di era sekarang ketika internet telah merambah ke berbagai lini dan menjadi semacam ‘gaya hidup’, dapat dikatakan bahwa sastra dan media internet telah menjalin satu kelindan sehingga menjadi menarik untuk dikaji secara utuh dalam bingkai teoritis.  Dalam Basis, Brahmnanto menyinggung tentang komentar Umar Kayam bahwa sesudah tahun 2000 sastra Indonesia akan memiliki corak lain, yang berangkali akan menjadi satra komputer. Namun dia belum mendeskripsikan seperti apa bentuk tubuh laki laki ideal sastra kita pada abad komputer tersebut (B.Brahmanto, 1986: 24). Apa yang diprediksi Umar Kayam tersebut nampaknya kini telah makin marak dijumpai di ruang cyber. ‘Corak lain’ yang dikatakannya sejatinya memang merupakan keunikan tersendiri yang membedakan sastra cyber dengan sastra di ‘dunia rill’. Salah satu keunikan dari sastra cyber adalah sifatnya yang anonim sesuai dengan karakteristik ruang cyber yang mewadahinya. Hal unik lainnya adalah sifatnya yang ‘interaktif’. Ruang cyber memungkinkan terjadinya interaksi langsung antara penulis dan pembaca. Pembaca bahkan dapat memberi komentar atau kritik secara langsung terkait dengan apa yang mereka baca. Lebih jauh tentang keunikan sastra cyber serta keterkaitannya dengan internet akan dijelaskan dalam tinjauan teoritis berikut.

 

Sekilas sastra cyber dan tubuh laki laki ideal perempuan di ruang cyber

 

Piret Viires, seorang kritikus sastra Estonia yang menaruh perhatian terhadap perkembangan sastra posmodern mengungkapkan bahwa pada dasarnya definisi sastra cyber berawal dari konsep sastra digital, yakni segala bentuk kesastraan yang diciptakan dan difasilitasi oleh media komputer. Sastra cyber dapat dipakai sebagai istilah payung yang meliputi: 1) semua teks yang terdapat di internet (www) yang mencakup teks prosa maupun puisi yang dijumpai di homepage para penulis profesional, koleksi teks sastra klasik di web-web khusus, maupun majalah online; 2) teks kesastraan yang ditulis penulis nonprofessional yang tersebar di penjuru dunia maya. Teks kesastraan ini memungkinkan satu bentuk analisis yang tubuh laki laki ideal berbeda daripada analisis teks sastra tradisional. Teks ini meliputi pula fanfiction[i] dan berbagai tulisan harian di blog-blog, sehingga internet disini berfungsi sebagai wadah publikasi yang bersifat independen; 3) Sastra hypertext dan cybertext: yaitu teks kesastraan dengan struktur yang lebih kompleks dengan melibatkan visualisasi serta teks multimedia (Viires: 2005). Dalam artikel ini, diantara tiga cakupan definisi istilah sastra cyber seperti disebutkan di atas, definisi yang kedualah yang menjadi pijakan dalam menganalisis beberapa karya fiksi yang ditulis dan diunggah di internet oleh beberapa perempuan penulis non profesional yang menulis fanfiction dan bergabung dalam situs www.fanfiction.net[ii]

 

Hal yang mencirikan keunikan fanfiction sebagai salah satu bentuk sastra cyber adalah terbukanya peluang bagi pembaca untuk memberi komentar, masukan serta berinteraksi langsung dengan penulis. Interaksi yang terjalin antara pembaca dan penulis ini bahkan memungkinkan penulis untuk mengubah alur cerita sesuai yang diinginkan pembaca. Relasi setara antara penulis dan pembaca dalam kasus fanfiction ini jelas tidak bisa dipisahkan dari karakteristik media internet yang memungkinkan siapapun untuk dapat terlibat secara aktif dalam proses kreatif seperti apa yang disebut oleh Fiske sebagai ‘demokrasi semiotik’, yaitu suatu kekuatan media dalam memungkinkan audiens untuk ikut terlibat dalam proses kreatif terhadap pembentukan simbol-simbol kultural, bukannya sebagai pihak konsumen yang pasif  (Fiske, 1997).  Karena hubungan penulis dan pembaca bersifat egaliter, dapat dikatakan bahwa sastra cyber memiliki corak unik dan berbeda dari sastra non cyber di dunia rill. Sastra cyber bersifat fleksibel dan pada umumnya anonim, sesuai dengan karakteristik ruang cyber yang mewadahinya. Istilah cyber pertama kali dikenalkan oleh William Gibson dalam novelnya Neuromancer, yang merupakan bagian pertama dari trilogy Sprawl dan mendapatkan penghargaan The Nebula Award, the Philip K. Dick Award dan the Hugo Award untuk genre novel cyberpunk dan science fiction. Di edisi terjemahannya, cyberspace disebut sebagai dunia maya yang didefinisikan sebagai sebuah  “… halusinasi yang diterima khalayak banyak yang setiap hari dialami oleh miliaran operasi-operasi logis, di setiap negara, dengan anak-anak  yang diajarkan konsep matematis … sebuah perwakilan berbentuk gambaran data yang dibuat abstrak oleh setiap media penyimpanan dari setiap komputer dalam sistem manusia” (Gibson, 2010: 84). Meskipun Gibson sendiri tidak bersinggungan secara teoritis tentang realitas virtual yang tercipta oleh media komputer, pada kenyataannya istilah cyberspace yang disebutnya dalam Neuromancer mengalami perkembangan yang cukup signifikan dan kerap dijadikan acuan dalam studi-studi tentang media cyber.

 

Terkait dengan fanfiction sebagai salah satu bentuk sastra cyber, hal unik lain yang membedakan fanfiction dari sastra non cyber dapat dilihat dari beberapa genre yang tidak terdapat dalam sastra non cyber di dunia riil, semisal slash[iii], alternate universe[iv] dan crossover[v]. Slash (atau disebut juga slash fiction) yang menjadi objek analisis dalam artikel ini berfokus pada hubungan cinta sesama laki-laki yang dalam teks sumbernya merupakan laki-laki heteroseksual.  Meski berfokus pada kisah cinta laki-laki sesama jenis, slash fiction pada dasarnya tidak sekedar berbicara tentang seksualitas namun mengandung ideologi peran gender (Jenkins, 2001). Perempuan penulis slash fiction pada dasarnya ingin mengungkapkan ekspektasi mereka sebagai subjek penuh yang ‘berbicara’ dalam ruang cyber. Cumberland berpendapat bahwa penulis perempuan menggunakan internet untuk mengekpresikan hal-hal yang masih dianggap tabu untuk dilakukan perempuan, ketika dunia offline mengharuskan mereka untuk melewati proses ‘editing hirarkis’ dan memenuhi ekspektasi publik terkait dengan peran gendernya (2000).  Dalam tataran ideologis, para tubuh laki laki ideal perempuan ini nampaknya berupaya untuk melampaui sekat-sekat normatif di dunia riil yang patriarkal dan heteronormatif. Alih-alih menjadi objek yang dieksploitasi, para perempuan penulis ini berupaya menjadi subjek melalui karya fiksi mereka. Lebih jauh lagi, mereka berupaya mengeksploitasi tubuh laki-laki melalui karakter utama dalam slash fiction. Dalam artikel ini akan dipaparkan bagaimana dua orang perempuan penulis slash mengkonstruksi fantasi mereka tentang tubuh dan daya tarik seksual laki-laki  dalam teks slash mereka More Than Words dan Hidden Obsession yang diunggah di situs www.fanfiction.net.

 

Tubuh laki-laki dalam fantasi perempuan

 

DISTRIBUTOR HERBALIFE
TERMURAH & ORIGINAL
-------------------------------------------------
Untuk order :
HP/SMS/WA : 0813 2011 2028
BBM : 54F4CE77 | Line : ProgramLangsing


PAKET HERBALIFE

Pilihan paket Herbalife yang bisa Anda pilih sesuai kebutuhan


PRODUK HERBALIFE

Produk-produk Herbalife ini sudah bersertifikat FDA, TGA, GMP dari USA & BPOM dari Indonesia. Dan pastinya tidak mudah untuk produk-produk yang bisa mendapatkan sertifikat ini.


Hinerman dalam satu artikelnya merujuk pada teori Freud tentang fase erotik pada bayi untuk menjelaskan bagaimana fantasi muncul. Pada dasarnya, fantasi merupakan ekspresi keinginan untuk memenuhi hasrat, dimana manusia seringkali terbentur pada aturan dan norma serta larangan-larangan untuk memenuhi keinginan akan kepuasan yang unconscious yang tidak pernah benar-benar hilang (Lewis, 1992: 115). Melalui slash fiction, para perempuan penulis berfantasi tentang tubuh laki-laki yang mereka anggap ideal melalui karakter utama yang terlibat hubungan cinta sesama jenis. More Than Words dan Hidden Obsession masing-masing ditulis oleh dua orang perempuan Indonesia Confeito dan HanariaBlack (nama samaran). Narasi teks More Than Words berfokus pada hubungan Harry Potter dan Tom Riddle sebagai sepasang kekasih, sedangkan Hidden Obsession berfokus pada cinta terpendam Draco Malfoy kepada Harry Potter.

 

Dalam More Than Words, meskipun narasi teks berfokus pada pasangan Tom dan Harry, deskripsi Confeito tentang penampilan fisik laki-laki lebih bertitik tekan pada karakter Harry. Ia menggambarkan Harry Potter sebagai laki-laki ‘cantik’ dan memikat banyak orang sebagaimana digambarkan dalam kutipan berikut:

 

“Harry bisa dikatakan sebagai cowok cantik. Bagaimana tidak? Dengan wajah berbentuk hati, iris mata indah hijau zamrud, dan bibir merah merekah yang menantang siapapun untuk menciumnya. Kulit Harry berwarna tan sehat karena kebiasaannya berkebun dan bermain sepak bola. Tubuhnya langsing untuk ukuran anak laki-laki, terbentuk profesional berkat olahraga yang dia lakukan. Rambut hitam warisan ayahnya terperangkap antara acak-acakan dan bergelombang, anehnya membentuk suatu keserasian dalam membingkai wajah manisnya …” (Confeito: 2011)

Dalam kutipan diatas dapat dilihat bahwa Confeito mendeskripsikan daya tarik Harry dengan menonjolkan sisi femininnya. Melalui kata cantik, wajah berbentuk hati, mata indah, bibir merah merekah, dapat dilihat bahwa sosok Harry adalah laki-laki yang memiliki pembawaan seperti perempuan dengan garis wajah yang imut dan manis, alih-alih berwajah sangar atau garang. Dengan kata lain, penampilan fisik seorang Harry Potter terkait dengan wajahnya diidealisasi melalui deksripsi aspek femininnya. Gambaran Confeito tentang Harry juga menjelaskan daya tarik seksualnya sebagai laki-laki feminin, yang ditunjukkannya melalui ungkapan menantang siapapun untuk menciumnya. Lebih jauh lagi, Confeito juga mendeskripsikan penampilan fisik Harry melalui tubuhnya yang langsing. Menarik untuk diperhatikan bahwa kata langsing disandingkan dengan aktivitas fisik berkebun, bermain sepak bola, dan olahraga. Ini menunjukkan bahwa postur tubuh yang langsing tidak sekedar berarti tubuh yang kecil dan tidak kekar namun juga berimplikasi terhadap tubuh yang sehat karena terlatih melalui aktivitas fisik seperti sepak bola atau berkebun. Confeito mendeskripsikan maskulinitas Harry melalui tubuh yang ramping namun sehat.

 

Deskripsi penampilan fisik Harry yang tampak feminin dalam cuplikan teks slash diatas mirip dengan apa yang disebut oleh Sun Jung sebagai soft masculinity ketika merujuk pada personil boyband Korea yang lebih bertitik tekan pada tampilan fisik yang lembut dan memancarkan aura kecantikan. Menurut Jung, soft masculinity berawal dari karakter Bishounen dalam Manga (komik Jepang) yang memang dibuat dengan menyasar pasar pembaca perempuan. Ilustrasi laki-laki dalam Manga ini biasanya digambarkan bertubuh langsing, berwajah lancip dengan sisi femininnya yang menonjol dan memiliki senyum manis (2009).

 

Sisi feminin pada penampilan fisik Harry Potter juga terlihat pada deskripsi metaforik dalam Hidden Obsession:

 

“Ia tidak bisa menyentuh Harry, karena Harry adalah porselen di ujung meja yang dengan mudah bisa pecah, pualam tipis yang mengkilap tak ingin kotor dengan rabaan sidik jari jemari, dan permata yang tidak mungkin diraih karena cahayanya terang menyilaukan mata” (HanariaBlack: 2012)

Sosok Harry Potter dideskripsikan oleh HanariaBlack secara metaforik dengan menggunakan kata porselen yang mudah pecah, pualam tipis yang mengkilap, permata dengan cahaya terang. Penggunaan frase-frase tersebut diatas dapat diinterpretasikan bahwa secara fisik Harry adalah pemuda yang berkulit bersih dan halus (seperti tekstur porselen dan batu pualam) dan berwarna terang (seperti permata bercahaya terang). Ini dipertegas lagi oleh HanariaBlack dengan pilihan kata yang lebih lugas pada kutipan berikut:

 

“… di ujung sana, di sebuah kasur besar berkelambu hijau dengan aksen merah, terlihat sesosok tubuh mungil yang damai tertidur pulas dengan dada naik-turun yang teratur.

 

… Draco mengatur nafasnya, lalu menyeret pandangannya terus turun dengan perlahan ke leher, lengan, sikunya yang tenggelam di balik selimut merah-emasnya, pergelangan tangannya dengan  urat nadi biru dan hijau mencuat di kulitnya yang memucat karena jarang terkena sinar matahari, lalu berhenti ke tangan berjemari lentiknya yang memiliki kuku-kuku bersih dan pucat”(HanariaBlack: 2012)

Sisi feminin dalam sosok seorang Harry Potter semakin dipertegas dalam kutipan diatas melalui pilihan frase tubuh mungil, jemari lentik dan kuku-kuku bersih dan pucat. Seperti halnya Confeito, HanariaBlack mendeskripsikan penampilan fisik Harry Potter melalui penonjolan sisi femininnya. Namun dari kutipan diatas dapat dilihat bahwa keduanya sedikit berbeda dalam mendeskripsikan penampilan fisik Harry. Jika Confeito juga merujuk pada tubuh ramping yang sehat, HanariaBlack hanya bertitik tekan pada penampilan fisik yang cantik, lembut dan mungil. Tubuh Harry Potter dalam fiksi HanariaBlack digambarkan seakan-akan lebih mirip tubuh seorang putri yang mungil, berkulit putih bersih, sangat bersih hingga terlihat urat nadinya karena selalu dipingit di dalam istana (jarang terkena sinar matahari). Penampilan fisik Harry yang terlihat ‘sangat perempuan’ bahkan cenderung ringkih diwakili oleh bahasa metaforiknya tentang porselen yang mudah pecah. HanariaBlack tidak mengacu pada idealisasi tubuh yang bugar karena cukup latihan fisik namun justru pada tubuh dengan postur kecil yang cenderung terlihat ringkih. Terlepas dari perbedaan Confeito dan HanariaBlack dalam deskripsi penampilan fisik Harry, keduanya mengacu pada penampilan fisik laki-laki yang tampak feminin dengan tubuh yang bersih terawat. Persoalan tentang tubuh laki-laki yang bersih dan terawat ini sangat lekat dengan citra ‘pria metroseksual’ (akronim dari metropolitan dan heteroseksual) yang acapkali diasumsikan secara stereotyping sebagai pria homoseksual meskipun sebenarnya ia seorang heteroseksual. Ini disebabkan karena pria metroseksual dianggap memiliki kemiripan perilaku dengan pria homoseksual, misalnya keperdulian yang besar terhadap penampilan fisiknya.

 

Ada satu komentar menarik terkait dengan tubuh karakter Harry yang disampaikan oleh penulis slash Mizore Kibishi dalam author’s note[vi] slash yang berjudul Another Time and Another Attitude. Dalam teks ini Mizore berkisah tentang Harry Potter yang berprofesi sebagai Auror (prajurit penyihir) dan mengomentari fisik Harry dalam author’s note sebagai berikut:

 

“Jreng-jreng! Ini dia! The new story tentang Auror kita! Semoga kalian suka, ya! Hmmmm, aku paling suka kalau Harry jadi Auror. Dia terlihat tampan dan gagah dengan jubah kremnya dan rambut cepak maskulin. Apalagi kalau sudah pakai t-shirt hitam yang biasa dipakai untuk latihan pagi Auror, wow… sixpacknya pasti membuat Draco drooling. *Hohohoho* ehem, hanya khayalan saya saja” (Mizore Kibishi, 2010)

Dari apa yang dikatakan oleh Mizore, dapat dilihat bahwa Mizore mengacu pada penampilan fisik yang terlihat lebih maskulin daripada ilustrasi HanariaBlack dan Confeito melalui penggunaan kata tampan, gagah, rambut cepak maskulin. Lebih spesifik lagi, tentang bentuk tubuh, Mizore mengatakan bahwa sixpack Harry akan membuat Draco drooling. Dengan ‘meminjam’ karakter Draco yang menurutnya akan meneteskan air liur karena ketakjubannya melihat sixpack Harry, dapat dilihat bahwa sejatinya Mizore sedang berfantasi akan tubuh laki-laki yang menurutnya ideal melalui karya fiksinya.

 

Dengan memperhatikan tulisan Mizore dalam author’s note, dapat dilihat bahwa selain mengacu pada tubuh yang lebih maskulin,  Mizore juga mengacu pada idealisasi tubuh laki-laki yang saat ini menjadi tren; yaitu laki-laki dengan perut rata yang memiliki enam kotak atau dalam istilah sekarang disebut dengan sixpack. Sixpack menjadi idaman laki-laki yang ingin membangun pencitraan sebagai laki-laki yang pantas untuk diapresiasi karena memiliki pola hidup yang sehat. Melalui media, konstruksi sixpack sebagai citra tubuh laki laki ideal tubuh maskulin yang ideal tidak hanya berhenti pada persoalan fisik saja, namun juga pada anggapan bahwa sixpack mencerminkan kepribadian si pemilik tubuh. Ini terlihat salah satunya dalam artikel di www.lokrantzconsulting.com (Pebruari 2012) yang mengatakan bahwa orang-orang dengan bentuk tubuh seperti ini dipandang sebagai orang yang sangat cerdas dan sehat. Meskipun tidak bisa digeneralisir, konstruksi media tentang citra tubuh ideal ini turut memicu rasa tidak percaya diri pada laki-laki dengan bentuk tubuh yang ‘tidak ideal karena tidak mengikuti tren’ dan makin menjadi magnet bagi mereka untuk menghabiskan waktu di pusat-pusat kebugaran untuk melakukan latihan rutin demi memiliki bentuk tubuh yang ‘ideal’ dan layak diapresiasi. Perbincangan tentang perut sixpack saat ini menjadi makin marak tidak hanya dikalangan para laki-laki yang mengidamkannya, namun juga perempuan yang menganggapnya sebagai salah satu daya tarik seksual laki-laki maskulin. Dapat dikatakan bahwa laki-laki dengan perut sixpack dianggap sebagai laki-laki yang sehat dan seksi.

 

Masih dalam More Than Words, tubuh laki-laki yang seksi dideskripsikan Confeito melalui atribut perempuan yang dipakai Harry. Dalam narasinya, Harry Potter menggoda kekasihnya Tom dengan mengenakan pakaian perempuan sebelum mereka berhubungan seks sebagaimana terlihat dalam cuplikan berikut:

 

“Di sana, di tempat tidurnya, terbaring Harry yang mengenakan pakaian French Maid – melekat ketat di tubuh, lengkap dengan bandana. Dalam posisi Tom sekarang, dia bisa melihat dibalik rok mini berenda itu, Harry mengenakan G-string hitam yang hanya menutupi sedikit bagian dari kejantanan dan pantat seksinya. Selain stocking putih yang menghiasi kaki, kedua tangan kekasihnya terikat erat oleh pita hijau dan silver begitu pula kakinya…” (Confeito: 2011)

Confeito mendeskripsikan daya tarik seksual Harry dengan merujuk pada atribut pakaian dengan sentuhan feminin melalui penggunaan kata pakaian French Maid, bandana, rok mini berenda, dan stocking putih. Atribut pakaian yang dikenakan Harry nampaknya tidak sekedar melengkapi kesan feminin pada cowok cantik bernama Harry Potter, namun juga merupakan erotisasi tubuh Harry yang dipertegas dengan penggunaan kata G-string dan pantat seksi. G-string (Genital String) adalah celana dalam perempuan yang terdiri dari secarik kain kecil untuk menutup alat vital saja dan selebihnya merupakan tali kecil yang melingkar disekitar pinggul dan terselip di pantat sehingga bagian pantat tetap terlihat jelas. Mengacu pada bentuknya, G-string sejatinya tidak dipakai untuk sekedar menutupi alat kelamin, namun juga untuk lebih menonjolkan daya tarik seksual atau dapat dikatakan sebagai atribut yang dipakai untuk menimbulkan kesan seksi dan erotis tubuh laki laki ideal

 

DISTRIBUTOR HERBALIFE
TERMURAH & ORIGINAL
-------------------------------------------------
Untuk order :
HP/SMS/WA : 0813 2011 2028
BBM : 54F4CE77 | Line : ProgramLangsing


PAKET HERBALIFE

Pilihan paket Herbalife yang bisa Anda pilih sesuai kebutuhan


PRODUK HERBALIFE

Produk-produk Herbalife ini sudah bersertifikat FDA, TGA, GMP dari USA & BPOM dari Indonesia. Dan pastinya tidak mudah untuk produk-produk yang bisa mendapatkan sertifikat ini.