synergy indonesia

DISTRIBUTOR HERBALIFE
TERMURAH & ORIGINAL
-------------------------------------------------
Untuk order :
HP/SMS/WA : 0813 2011 2028
BBM : 54F4CE77 | Line : ProgramLangsing


PAKET HERBALIFE

Pilihan paket Herbalife yang bisa Anda pilih sesuai kebutuhan


PRODUK HERBALIFE

Produk-produk Herbalife ini sudah bersertifikat FDA, TGA, GMP dari USA & BPOM dari Indonesia. Dan pastinya tidak mudah untuk produk-produk yang bisa mendapatkan sertifikat ini.


 

AGRO synergy indonesia INDUSTRI

HomeSitemapKontak

PERISTIWATEKNOLOGIINFO BISNISWAWASAN

HOME » AGROINDUSTRI » GMP » PENERAPAN GMP UNTUK MEMPRODUKSI MAKANAN YANG BAIK

Penerapan GMP Untuk Memproduksi Makanan Yang Baik

 

 

 

 

AGROINDUSTRI.ID – Apa itu Good Manufacturing Practices? GMP merupakan suatu pedoman atau prosedur yang menjelaskan bagaimana memproduksi makanan agar aman, bermutu dan layak dikonsumsi. Bisa dikatakan GMP ini merupakan tata cara untuk mengontrol kualitas produksi makanan synergy indonesia  yang dihasilkan yang dipakai dari suatu perusahaan. Sebuah perusahaan yang memproduksi makanan/produk olahan umumnya harus memenuhi standar Good Manufacturing Practices (GMP) ini jika ingin produknya semakin berkembang dan dipercaya oleh masyarakat maupun distributor.

 

Salah satu contoh nyata dari penerapan Good Manufacturing Practices (GMP) dari suatu perusahaan makanan bisa kita saksikan dalam Film “Top Secret aka. The Billionaire (2011)”. Sedikit bercerita di film tersebut ada seorang pemuda bernama TOP yang ingin menjadi pengusaha muda dengan berbisnis kuliner, dia adalah pencipta produk olahan rumput laut yang mungkin anda juga pernah memakannya. Produk dari pemuda tersebut saat ini sudah dijual di waralaba 7 Eleven di beberapa negara asia dan amerika.

 

Awalnya untuk bisa diterima sebagai salah satu produk yang dijual di 7 Eleven tempat produksi olahan rumput laut tersebut harus melalui survey dari GMP. Bisa dikatakan saat itu beberapa syarat sanitasi belum terpenuhi, dia berusaha keras agar bisa memenuhi standar GMP untuk pabriknya.

 

Bagaimana dengan tempat produksi produk anda, apakah sudah sesuai dengan standar Good Manufacturing Practices (GMP)?

 

 

Penerapan GMP Untuk Memproduksi Makanan yang Baik

 

Good Manufacturing Practices Dalam Proses Produksi

 

 

Good Manufacturing Practices meliputi Cara Produksi Makanan yang Baik, Pedoman yang menjelaskan bagaimana memproduksi makanan agar aman, bermutu dan layak dikonsumsi, Berisi penjelasan mengenai persyaratan minimum yang harus dipenuhi pada seluruh mata rantai synergy indonesia makanan, mulai bahan baku sampai produk akhir, Umumnya menguraikan tentang kondisi yang bagaimana dan prosedur yang mana yang akan dipakai perusahaan

 

Setiap bab didalam pedoman Good Manufacturing Practices menjelaskan mengenai tujuan dan alasan yang berkaitan dengan kelayakan dan keamanan makanan yang diproduksi dan membantu jajaran manajemen untuk membangun sistem jaminan mutu yang baik

 

Hubungan Antara Sistem dalam Keamanan Pangan

 

 

 

BAGAN AGROINDUSTRI

 

 

Kegunaan penerapan GMP

 

Bagi pemerintah :

Melindungi konsumen dari penyakit atau kerugian yang diakibatkan oleh makanan yang tidak memenuhi persyaratan.

Memberikan jaminan kepada konsumen bahwa makanan yang dikonsumsi merupakan makanan yang layak. Mempertahankan atau meningkatkan kepercayaan terhadap makanan yang diperdagangkan secara internasional.

Memberikan bahan acuan dalam  program pendidikan kesehatan dibidang makanan kepada industri dan konsumen.

 

Bagi industri :

Memproduksi dan menyediakan makanan yang aman dan layak bagi konsumen.

Memberikan informasi yang jelas dan mudah dimengerti kepada masyarakat untuk melindungi makanan terhadap kontaminasi dan kerusakan

Mempertahankan atau meningkatkan kepercayaan dunia internasional terhadap makanan yang diproduksi.

 

Untuk menghasilkan produk yang bermutu baik, GMP menetapkan:

  • Kriteria (istilah umum, persyaratan bangunan dan fasilitas lain)
  • Standar (spesifikasi bahan baku dan produk, komposisi produk)
  • Kondisi (parameter proses pengolahan)

 

      

Ruang Lingkup GMP

 

Lingkungan dan lokasi, Bangunan dan fasilitas unit usaha, Fasilitas dan kegiatan sanitasi, Sistem, Pengendalian hama, Hygiene karyawan, Pengendalian proses, Manajemen pengawasan, Pencatatan dan dokumentasi, Lingkungan dan lokasi. Berikut penjelasan selengkapnya.

Iklan

 

 

 

 

Lingkungan

   > Lingkungan sarana pengolahan hrs terawat baik, bersih dan bebas sampah.

   > Sistem pembuangan dan penanganan limbah cukup baik.

   > Sistem saluran pembuangan air lancar.

 

Lokasi

  > Terletak dibagian pinggir kota, tidak padat penduduk dan lebih rendah dr pemukiman.

  >Tidak menimbulkan pencemaran lingkungan.

  > Bebas banjir, polusi asap, debu, bau, dan kontaminan lain.

  >Bebas dr sarang hama spt hewan pengerat dan serangga.

  >Tidak berada dekat industri logam dan kimia, pembuangan sampah atau limbah.

 

Bangunan dan fasilitas unit usaha

Desain Bangunan

    – Desain, konstruksi dan tata ruang hrs sesuai dengan alur proses.

    – Bangunan cukup luas dan dpt dilakukan pembersihan secara intensif.

    – Terpisah antara ruang bersih dan ruang kotor.

    – Lantai dan dinding dr bhn kedap air, kuat dan mudah dibersihkan, serta sudut pertemuannya berbentuk lengkung.

 

Fasilitas unit usaha

    – Penerangan cukup, sesuai spesifikasi proses.

    – Ventilasi baik memungkinkan udara mengalir dr ruang bersih ke ruang kotor.

    – Sarana pencucian tangan dan kaki dilengkapi sabun dan pengering atau desinfektan.

    – Gudang mudah dibersihkan, terjaga dr hama, pengaturan suhu dan kelembaban sesuai, penyimpanan sistem FIFO dilengkapi catatan.

 

Fasilitas dan kegiatan sanitasi

Program sanitasi meliputi :

   > Sarana penyediaan air

   > Sarana pembuangan air dan limbah

   > Sarana pembersihan atau pencucian

   > Sarana toilet/jamban

   > Sarana hygiene karyawan

 

Sistem pengendalian hama

 

Pengawasan atas barang atau bahan yang masuk, Penerapan atau praktek hygienis yang baik, Menutup lubang dan saluran yg memungkinkan masuknya hama, Memasang kawat kasa pada jendela dan ventilasi, Mencegah hewan piaraan berkeliaran di lokasi unit usaha, Hygiene Karyawan, Persyaratan dan pemeriksaan rutin kesehatan karyawan

 

Persyaratan kebersihan karyawan

-Menjaga kebersihan badan

-Mengenakan pakaian kerja dan perlengkapannya

-Menutup luka

-Selalu mencuci tangan dengan sabun

-Melatih kebiasaan karyawan

-Pengendalian proses

-Pengendalian pre produksi

 

Persyaratan bahan baku, komposisi bahan, cara pengolahan bahan baku, persyaratan distribusi/transportasi, penyiapan produk sebelum dikonsumsi

 

Pengendalian proses produksi

Pengendalian pasca produksi

 

Jenis dan jumlah bahan yang digunakan produksi, bagan alir proses pengolahan, keterangan produk, penyimpanan produk, jenis kemasan, jenis produk pangan yang dihasilkan

 

Manajemen  Pengawasan

– Pengawasan terhadap jalannya proses produksi dan perbaikan bila terjadi penyimpangan yang menurunkan mutu dan keamanan produk.

– Pengawasan rutin untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi proses produksi

 

Pencatatan dan synergy indonesia Dokumentasi

-Berisi catatan tentang proses pengolahan , termasuk tanggal produksi dan kadaluarsa, distribusi dan penarikan produk karena kadaluarsa

-Dokumen yang baik akan meningkatkan jaminan mutu dan keamanan produk.

 

Pada akhirnya penerapan GMP atau Good Manufacturing Practices merupakan suatu synergy indonesia kebutuhan pokok bagi suatu industri khususnya pada sektor Agroindustri, karena dengan sudah diterapkannya prosedur GMP maka dengan sendirinya sudah selangkah lebih maju dari kompetitor kita. Karena seperti yang kita ketahui masih banyak tempat produksi makanan di Indonesia yang belum memperhatikan standar Good Manufacturing Practices , seperti sanitasi, Higyene karyawan, mutu, dsb.

 

Maka ini menjadi salah satu peluang anda sebagai pelaku agroindustri untuk menjadikan produk anda siap bersaing dengan pasar global di era perdagangan bebas yang sebentar lagi dimulai.

 

 

Agroindustri.id merupakan media yang khusus menyajikan artikel-artikel seputar industri pertanian di Indonesia. Dengan tujuan agar masyarakat lebih mengenal dan memanfaatkan potensi hasil pertanian yang sampai saat ini belum dikelola secara maksimal.

 

 

Follow Twitter: @Agroindustri_id

 

 

 

 

 

 

5Share on FacebookShare on TwitterShare on Google+

Artikel Lainnya:

 

10 Produk Unggulan Hasil Pengolahan…

 

Inilah Prospek Kerja Alumni Jurusan…

 

5 Alasan Kenapa Indonesia Harus Mul…

 

Pentingnya Etika Kerja Bagi Mahasis…

 

Melakukan Analisa SWOT Pada Perusah…

 

Label: agroindustri GMP Posted by Andy Nugroho

 

 

acebook Comments :

 

 Next Prev

JOIN US

 

  

 

Cari artikel…

 

Urea Komponen Penting Dalam Pembuatan Nata

arrow

Agrindo Suprafood Produsen Nata de Coco Dari Bantul

arrow

Perbedaan Karakteristik Daging Untuk Konsumsi

arrow

Konspirasi Amerika Membunuh Industri Rokok

arrow

Startup Yang Bisa Membantu Kemajuan Petani

arrow

“Kopi Biji Salak Minuman Berkhasiat Khas Sleman

arrow

TOPIK HANGAT

 Penerapan GMP Untuk Memproduksi Makanan Yang Baik

Penerapan GMP Untuk Memproduksi Makanan Yang Baik

 Perbedaan Karakteristik Daging Untuk Konsumsi

Perbedaan Karakteristik Daging Untuk Konsumsi

 Urea Komponen Penting Dalam Pembuatan Nata De Coco

Urea Komponen Penting Dalam Pembuatan Nata De Coco

 10 Produk Unggulan Hasil Pengolahan Agroindustri di Indonesia

10 Produk Unggulan Hasil Pengolahan Agroindustri di Indonesia

 Inilah Prospek Kerja Alumni Jurusan Agroindustri di Indonesia

Inilah Prospek Kerja Alumni Jurusan Agroindustri di Indonesia

TENTANG KAMI

AuthorAgroindustri.id- website yang menghadirkan informasi seputar industri pertanian di Indonesia. Mulai dari strategi, info bisnis, teknologi, wawasan serta startup pertanian.

LABEL

AGROWISATAINDUSTRIPERTANIANPRODUK INOVASISTRATEGI

CHANNEL

Agroindustri TV

Media Partner

Saran Pembaca

logo banner

Copyright © 2016 Agroindustri – “Situs Industri Pertanian”

Tentang Kami | Disclaimer | Privacy policy

 

Proxsis Surabaya

HOME

PROFILE

CONSULTATION

TRAINING

ASSESSMENT

PROXSIS GROUP

OUR TEAM

CONTACT US

 

Mar 05, 2015

Apa itu Good synergy indonesia Manufacturing Practice (GMP)

GDP atau Good Manufacturing Practice masih menjadi hal yang baru di Indonesia untuk diterapkan didalam aktifitas logistik sehari-hari. Standar penanganan logistik tertinggi ini masih belum banyak difahami oleh pegiat dan pekerja di logistik.

Good Manufacturing Practice (GMP) adalah istilah yang diakui di seluruh dunia untuk kontrol dan manajemen manufaktur dan pengujian kontrol kualitas makanan, produk farmasi dan alat kesehatan. Persyaratan ini metode keprihatinan, peralatan atau pengujian, yang digunakan untuk produksi, pengolahan , kemasan dan / atau penyimpanan obat.

Hal ini memastikan bahwa produk obat memenuhi kriteria kualitas yang diperlukan. Pada saat yang sama peraturan GMP memiliki pengaruh peningkatan pada pemasok dari industri farmasi seperti pemasok API dan eksipien, bahan kemasan, fasilitas manufaktur dan peralatan pengujian. Kepatuhan GMP-peraturan terus diperiksa oleh inspektur dari otoritas sistem perawatan kesehatan.

GMP disebut sebagai “cGMP” terutama di Amerika Serikat. “C” singkatan dari “saat ini,” mengingatkan produsen bahwa mereka harus menggunakan teknologi dan sistem yang up-to-date untuk memenuhi peraturan tersebut.

Risiko utama adalah: kontaminasi tak terduga pada produk, menyebabkan kerusakan pada kesehatan atau bahkan kematian, label yang salah pada wadah, yang bisa berarti bahwa pasien menerima obat yang salah, tidak cukup atau terlalu banyak bahan aktif, sehingga pengobatan tidak efektif atau efek samping. synergy indonesia GMP mencakup semua aspek produksi, dari bahan awal, aset tetap dengan pelatihan dan kebersihan pribadi staf. Rinci, prosedur tertulis sangat penting untuk setiap proses yang dapat mempengaruhi kualitas produk jadi. Harus ada sistem untuk memberikan bukti didokumentasikan bahwa prosedur yang benar secara konsisten diikuti di setiap langkah dalam proses manufaktur – setiap kali sebuah produk dibuat.

WHO telah menyusun panduan rinci untuk praktek manufaktur yang baik. Banyak negara telah merumuskan kebutuhan mereka sendiri untuk GMP berdasarkan GMP WHO. Lainnya memiliki harmonisasi persyaratan mereka, misalnya dalam Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN), di Uni Eropa dan melalui Konvensi Inspeksi Farmasi

Good Distribution Practice  adalah sistem jaminan kualitas yang berhubungan dengan persyaratan :

– pengadaan,

– penerimaan,

– penyimpanan dan

– pengiriman obat-obatan

Dengan menerapkan klausul-klausu GDP didalam logistik yang dijalankan, maka akan diperoleh komitmen yang jelas terhadap tujuan pencapaian kepuasan pelanggan yang diakomodasikan pada pelayanan penanganan barang dengan sempurna dan pengiriman yang terjamin serta adanya pengembangan-pengembangan yang berkelanjutan terhadap system operasional logistik yang dijalankan.

Komponen GDP terdiri dari 20 klausul yang dikontrol secara langsung oleh WHO. 17 diantaranya yang terpenting yang mencakup organisasi aktifitas logistic.

Komponen-komponen GDP :

  1. Organization and management
  2. Personel
  3. Quality management
  4. Warehousing and storage
  5. Vehicles and equipment
  6. Containers and container labelling
  7. Dispatch
  8. Transportation and products in transit
  9. Documentation
  10. Repackaging and relabelling
  11. Complaints
  12. Recalls
  13. Rejected and returned products
  14. Counterfeit pharmaceutical products
  15. Importation
  16. Contract activities
  17. Self inspection

Penjabaran masing-masing klausul GDP akan dilakukan secara praktis dan disesuaikan dengan kondisi logistik di Indonesia secara umum:

DISTRIBUTOR HERBALIFE
TERMURAH & ORIGINAL
-------------------------------------------------
Untuk order :
HP/SMS/WA : 0813 2011 2028
BBM : 54F4CE77 | Line : ProgramLangsing


PAKET HERBALIFE

Pilihan paket Herbalife yang bisa Anda pilih sesuai kebutuhan


PRODUK HERBALIFE

Produk-produk Herbalife ini sudah bersertifikat FDA, TGA, GMP dari USA & BPOM dari Indonesia. Dan pastinya tidak mudah untuk produk-produk yang bisa mendapatkan sertifikat ini.


1.Organization and management

Diperlukan adanya struktur organisasi management yang jelas, ringkas dan memiliki fungsi yang saling mendukung satu dengan yang lainnya.Karena fokus GDP lebih banyak kearah warehouse dan distribusi, maka harus dipastikan bahwa dibagian tersebut telah berjalan struktur yang jelas dan memiliki fungsi tangkal terhadap adanya suatu permasalahan.

Kelengkapan Job description yang sejalan dengan kondisi gudang dan distribusi serta kelengkapan Standard Operationg Procedure (SOP) yang dijalankan secara konsisten akan memberikan jaminan bahwa managemen memiliki komitmen tinggi untuk memberikan kepuasan kepada pelanggan dengan sempurna.

Struktur organisasi yang jelas – otorisasi & tanggung jawab

Job description yang jelas

Change management

Prosedur keselamatan – personel dan property, proteksi lingkungan.

2.Personel

Persyaratan terhadap karyawan yang menjalankan aktifitas logistik harus disiapkan dan dipenuhi secara utuh didalam pelaksanaanya. Seorang warehousmen misalnya, harus memiliki kapabilitas untuk membaca dan menulis, pendidikan minimal SMA dan memiliki penampilan yang sopan dan bersih adalah salah satu contoh bagaimana persyaratkan terhadap seluruh level posisi disiapkan.

Training terhadap karyawan dan evaluasi yang dilakukan terhadap training tsb akan memberikan nilai tambah didalam pengembangan ketrampilan karyawan.

Training GDP bagi seluruh staff

Staff yang cukup dan berpengalaman didalam standar mutu nasional

Data training yang tercatat

Perlengkapan kerja

Prosedur higienis karyawan

Prosedur P3K

Pembagian penempatan staff yang jelas

  1. Quality management

Jaminan kualitas managemen merupakan suatu jaminan yang diharuskan tersedia terhadap pelaksanaan aktifitas logistik. Quality Management ini mencakup :

Struktur organisasi, prosedur, process dan sumber.

Aktifitas yang sistematis.

Sumber barang dan partner yang disetujui

Aktifitas yang dapat di tracking

Inspleksi dan setifikasi (ISO)

4.Warehouse and Storage

Kondisi warehouse dan tempat penyimpanan menjadikan area yang paling banyak fokusnya didalam penerapan GDP ini.

Akses staff terbatas

Kapasitas yang cukup dan terpisah

Kuarantine

Penolakan

Pembatalan

Pengembalian (return)

Bersih dan rapih

Suhu/Kelembaban yang tercatat

Kebersihan

Aman dari gangguan cuaca

Barang berbahaya : dipisahkan

FEFO

Penerangan yang cukup

Stock Rotasi & Stock Kontrol

Stock take yang rutin

Investigasi stock

5.Vehicle synergy indonesia and Equipment

Kondisi kendaraan dan peralatan pendukung logistik merupakan bagian kedua yang memiliki klausul terberat yang meliputi: SOP penanganan kendaraan secara keseluruhan Keamanan kendaraan terhadap barang dan orang yang menggunakannya Kebersihan kendaraan dan tidak menimbulkan kontaminasi barang yang dibawanya Dedikasi khusus untuk obat-obatan, jika tidak maka harus ada prosedur yang mengatur bagaimana proses penggantian untuk barang-barang non obat-obatan synergy indonesia Pest control pada kendaraan

Bahan untuk membersihkan harus ramah lingkungan dan tidak merupakan sumber kontaminasi dengan barang yang dibawanya

Pencatatan suhu dan perubahanya, mapping suhu dan kalibrasi suhu kendaraan

Kapasitas yang cukup

Adanya pemisahan untuk barang yang baik, barang return/tolakan dan barang recall.

Label yang jelas pada setiap kemasan barang

6.Container and Container Labelling

Penyediaan sarana pengemasan didalam pengiriman memerlukan perhatian penting terutama pemberian label alamat tujuan dan jenis barang agar kesalahan didalam pengiriman dapat dihindarkan. Kontainer pengiriman disyaratkan sbb:

SOP untuk penanganan kerusakan kontainer dan dampak kontaminasi yang ditimbulkan

Kemasan yang digunakan harus anti kontaminasi dan tidak menimbulkan efek negatif pada obat-obatan yang ada didalamnya

Kemasan dapat melindungi dari pengaruh cuaca luar dan mikrobiologi

Dilengkapi dengan label-label yang menjelaskan cara penanganan barang didalamnya

Kode international/national yang digunakan di label

Perlu penanganan khusus untuk barangbarang yang menggunakan dry ice.

7.Dispatch

Pengiriman barang atau dispatching harus memiliki hal-hal sbb:

SOP pengiriman yang jelas

Kontrak yang jelas dengan transporter

Data-data yang diharuskan ada:

  • Nama & alamat
  • Tanggal keberangkatan
  • Nama barang, Qty dan batch number/Exp date
  • No DN/Invoice
  • Seluruh data tersedia sehingga memudahkan jika suatu saat harus dilakukan recall terhadap barang tsb.
  • Skedul delivery
  • LIFO (Last In First Out)
  1. Transportation and products in transit

Jika memang pengiriman dilakukan dengan cara transit disuatu tempat, maka perusahaan harus memiliki aturan dan ketentuan didalam pelaksanaan transit barang tsb.

SOP – Mendapatkan informasi dari supplier/pabrik mengenai prosedur penanganan barang didalam transportasi dan transit

Dilengkapi prosedur penyimpanan dan transportasi:

Identitas barang tidak hilang

Barang tidak terkontaminasi dan mengkontaminasi barang lain

Barang aman dari kebocoran, kerusakan atau pencurian

Temperatur yang sesuai dengan standar yang disyaratkan

Tidak melebihi standard penyimpanan suhu maksimal yang disyaratkan

Menyediakan peralatan, memonitor dan mencatat kondisi-kondisi khusus yang disyaratkan

Barang-barang yang berbahaya harus ditangani ditempat yang berbeda, khusus dan mudah diawasi

Tracking kendaraan dan barang didalamnya dan keamanan personal

Jika diperlukan transit, harus dilakukan dengan dokumentasi yang jelas

  1. Documentation

Salah satu yang sangat identik dengan ISO 9001 adalah masalah dokumentasi. Seluruh dokumen yang digunakan baik itu berupa SOP, Working Instruksi, Form maupun catatan (Record) harus memiliki identitas yang jelas dan pencatatan perjalanan dokumen yang tercatat.

SOP – seluruh prosedur dan dokumentasi pelaksanaan kerja harus jelas dan memiliki kejelasan nama masing-masing

Seluruh dokumen didistribusikan dengan tertib dan lengkap dengan jalur pembagiannya

Dokumentasi harus mudah untuk di klarifikasi

Dokumentasi harus dilengkapi dengan tandatangan fihak-fihak yang berhak dan bertanggung jawab serta memiliki kejelasan tanggal berlaku dan kadaluarsanya

Dokumentasi tidak dapat dirubah oleh orang-orang yang tidak berhak

Prosedur dokumentasi harus sesuai dengan aturan lokal

Dokumentasi harus direview dalam periode tertentu dan update

Khusus untuk dokumentasi penyimpanan barang harus diselaraskan dengan aturan standar WHO/BPOM

Dokumentasi untuk pencatatan suhu harus disimpan minimal 1 tahun setelah barang yang disimpan

Jika pencatatan suhu dilakukan dengan elektronik, diharuskan memiliki back up pencatatan secara manual

  1. Repackaging & relabelling

Repacking adalah aktifitas pengemasan kembali kemasan terkecil suatu barang. Kemasan ini dapat berubah karena adanya peraturan mempergunakan bahasa Indonesia didalam kemasannya atau memang diperlukan pergantian kemasan besar menjadi kemasan yang lebih kecil.

Secara umum, aturan rapacking atau relabelling harus berdasarkan Goods Manufacturing Practice (GMP) sehingga sangat jarang perusahaan yang melakukan aktifitas ini.Repacking dan relabeling harus disesuaikan dengan konsep GMP

Berikut ini beberapa jawaban dari pertanyaan yang sering muncul mengenai GMP :

  1. Apakah GMP diperlukan jika ada laboratorium kontrol kualitas ?

Ya. Kualitas yang baik harus dibangun di selama proses manufaktur, tetapi tidak dapat diuji ke dalam produk sesudahnya. GMP mencegah kesalahan yang tidak dapat dihilangkan melalui kontrol kualitas dari produk jadi. Tanpa GMP adalah mustahil untuk memastikan bahwa setiap unit obat adalah kualitas sama dengan unit obat diuji di laboratorium.

  1. Produsen mampu menerapkan GMP?

Ya. Membuat produk berkualitas rendah tidak menghemat uang. Dalam jangka panjang, itu lebih mahal menemukan kesalahan setelah mereka telah dibuat daripada mencegah mereka di tempat pertama. GMP dirancang untuk memastikan bahwa kesalahan tidak terjadi. Pelaksanaan synergy indonesia GMP merupakan investasi dalam obat-obatan berkualitas baik. Hal ini akan meningkatkan kesehatan pasien individu dan masyarakat, serta menguntungkan industri farmasi dan profesional kesehatan. Membuat dan mendistribusikan obat-obatan berkualitas buruk menyebabkan hilangnya kredibilitas untuk semua orang: baik kesehatan publik dan swasta dan produsen.

  1. WHO bekerja untuk memperkuat GMP

Pedoman GMP WHO tersedia secara online. Jika Anda memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi perwakilan WHO di negara Anda, Anda kantor wilayah WHO atau markas besar WHO di Jenewa.

  1. GMP didefinisikan sebagai:

“Itu bagian dari Quality Assurance yang menjamin bahwa produk secara konsisten diproduksi dan diawasi dengan standar mutu yang sesuai dengan tujuan penggunaannya dan seperti yang dipersyaratkan oleh Otorisasi Pemasaran atau spesifikasi produk “.

  1. Quality Assurance didefinisikan sebagai:

“Jumlah total pengaturan terorganisir dibuat dengan tujuan untuk memastikan bahwa produk obat-obatan adalah kualitas yang dibutuhkan untuk digunakan “.

  1. Definisi formal pada Kualitas adalah:

“Totalitas fitur dan karakteristik dari produk atau jasa yang menanggung pada kemampuan perusahan untuk memenuhi kebutuhan yang dinyatakan atau tersirat”.

  1. Mengapa GMP penting?

Obat-obatan kurang berkualitas tidak hanya membahayakan kesehatan, tetapi membuang-buang uang untuk pemerintah dan konsumen individu.

Obat-obatan  yang kurang berkualitas dapat merusak kesehatan. Sebuah obat yang kualitasnya buruk dapat mengandung zat beracun yang telah sengaja ditambahkan. Sebuah obat yang mengandung sedikit atau tidak ada bahan diklaim tidak akan memiliki efek terapi yang diinginkan.

GMP membantu meningkatkan peluang ekspor farmasi. Sebagian besar negara hanya akan menerima impor dan penjualan obat-obatan yang telah diproduksi untuk diakui secara internasional GMP. Pemerintah berusaha untuk mempromosikan ekspor negara mereka obat-obatan dapat melakukannya dengan membuat GMP wajib bagi semua produksi farmasi dan dengan melatih inspektur mereka dalam persyaratan GMP.

Di AS obat dapat dianggap tercemar jika telah melewati semua tes spesifikasi tetapi ditemukan  saat produksi tidak mengikuti pedoman produksi yang baik. Oleh karena itu, sesuai dengan GMP merupakan aspek wajib di bidang manufaktur farmasi.

Beberapa panduan mengikuti beberapa prinsip dasar :

Proses manufaktur secara jelas didefinisikan dan dikendalikan. Semua proses kritis divalidasi untuk memastikan konsistensi dan kesesuaian dengan spesifikasi.

Proses manufaktur dikendalikan, dan setiap perubahan pada proses dievaluasi. Perubahan yang berdampak pada kualitas obat divalidasi sebagaimana diperlukan.

Instruksi dan prosedur ditulis dalam bahasa yang jelas dan tidak ambigu. (Praktek Dokumentasi Baik)

Operator dilatih untuk melaksanakan dan mendokumentasikan prosedur.

Record dibuat, secara manual atau dengan instrumen, selama manufaktur yang menunjukkan bahwa semua langkah yang diperlukan oleh prosedur dan instruksi pada kenyataannya yang diambil dan bahwa kuantitas dan kualitas obat itu seperti yang diharapkan. Penyimpangan yang diteliti dan didokumentasikan. Record manufaktur (termasuk distribusi) yang memungkinkan sejarah lengkap dari sebuah batch untuk ditelusuri dipertahankan dalam bentuk dipahami dan mudah diakses.

Distribusi obat meminimalkan risiko terhadap kualitas mereka. Sebuah sistem yang tersedia untuk mengingat setiap batch obat dari penjualan atau pasokan.Keluhan tentang obat dipasarkan diperiksa, penyebab kerusakan mutu diselidiki, dan tindakan yang tepat diambil sehubungan dengan obat yang rusak dan untuk mencegah kekambuhan.

Pedoman GMP tidak preskriptif memberi petunjuk tentang cara untuk memproduksi produk. Mereka adalah serangkaian prinsip-prinsip umum yang harus diperhatikan selama manufaktur. Ketika sebuah perusahaan adalah menyiapkan program yang berkualitas dan proses manufaktur, mungkin ada banyak cara yang dapat memenuhi persyaratan GMP. Ini adalah tanggung jawab perusahaan untuk menentukan kualitas proses yang paling efektif dan efisien.

Dibawah ini yang pedoman selain GMP yang dipakai seperti :

Good laboratory practice (GLP), for untuk laboratorium melakukan studi non-klinis (toksikologi dan studi farmakologi pada hewan);

Good clinical practice (GCP), untuk rumah sakit dan dokter melakukan studi klinis pada obat baru pada manusia;

Good regulatory practice (GRP), untuk pengelolaan komitmen regulasi, prosedur dan dokumentasi.

Good Distribution Practice (GDP) berkaitan dengan pedoman untuk distribusi tepat dari produk obat untuk digunakan manusia

Good Transportation Practice (GTP)  berkaitan dengan pedoman untuk transportasi domestik dan internasional yang tepat produk obat untuk digunakan manusia

Secara kolektif, dan persyaratan yang baik-praktek lain yang disebut sebagai persyaratan “GxP”, yang semuanya mengikuti filosofi yang sama. (Contoh lain termasuk praktek yang baik pertanian, praktik bimbingan yang baik, dan praktik jaringan yang baik.) Di AS, produsen perangkat medis synergy indonesia harus mengikuti apa yang disebut “peraturan kualitas sistem” yang sengaja diselaraskan dengan persyaratan ISO, bukan  cGMPs.

Source : http://hvactechnic.blogspot.com/ & http://logistikindonesia.blogspot.com/

Posted by admin – Category: Artikel Quality & Productivity

← Training Pengawas InstrumentasiDefinisi, Unsur, Prinsip, Manfaat Program Total Quality Management (TQM) →

 

Gallery

 

design-foto-gabungan-trainingWeekly Training 11 – 15 Juli 2016

KALIBRASI ALAT UKURTraining Kalibrasi Alat Ukur – Hotel Yello, Surabaya 30-31 Maret 2016

lifestyle onlineTraining K3 Supervisi Perancah Sertifikasi Kemnaker RI – Hotel Yello, Surabaya 28 Maret – 01 April 2016

PhotoGrid_1458534075287 – CopyTraining Operator Forklift Sertifikasi Kemnaker RI, Hotel Yello, Surabaya 18, 19 & 21 Maret 2016

PhotoGrid_1458531253595 – CopyIn House Training Petugas Peran Penanggulangan Kebakaran Tingkat D Sertifikasi Kemnaker RI, PT. SPINDO, Tbk Surabaya 16-18 Maret 2016

PhotoGrid_1458534010752 – Copy 1Training Kalibrasi Massa, Suhu dan Tekanan – Hotel D’Season, Surabaya 15-16 Maret 2016

PhotoGrid_1457926212351 – CopyTraining Ahli K3 Umum Sertifikasi Kemnaker RI – Hotel Alana, Surabaya 07-22 Maret 2016

PhotoGrid_1457925208406 – CopyTraining Integrated QHSE Management System – Hotel Yello, Surabaya 07-08 Maret 2016

PhotoGrid_1457925325602 – Copy1Training Petugas Peran Penanggulangan Kebakaran Tingkat D – Hotel D’Season, Surabaya 03-05 Maret 2016

PhotoGrid_1457925525689 – CopyTraining Workshop Pemahaman Persyaratan dan Audit Internal ISO 9001:2015 – Hotel Alana, Surabaya 03-04 Maret 2016

Training Terdekat

 

Training Leadership & Communication 8 – 9 Nov 2016      Training Implementasi ISO 9001:2015 9 – 10 Nov 2016

Training Sparepart Management & Inventory Control 15 – 16 Nov 2016   Training Total Productive Maintenance 15 – 16 Nov 2016

Training Kalibrasi Alat Ukur 16 – 17 Nov 2016         Training Total Productive Maintenance 22 – 23 Nov 2016

Training CRISC Exam Preparation 16 – 17 Nov 2016             Training ITIL Foundation for Exam Certification 14 – 15 Nov 2016

Training IT Masterplan / IT Blue Print Knowledge / IT Roadmap 21 – 24 Nov 2016

Chat with us

 

 

 

ANNISA – 081938035355 [email protected]

 

 

DWI ALIYAH – 082244147658 [email protected]

Our Location

 

AMG Tower

AMG Tower 17th floor, B05

Jl. Raya Dukuh Menanggal No. 1A

Gayungan

Surabaya 60234 – Indonesia

Testimoni

 

 

Traffic View

 

Pages|Hits |Unique

Last 24 hours: 1,612

Last 7 days: 12,070

Last 30 days: 47,273

Online now: 9

Home | About us | Leadership

© 2016 Proxsis Surabaya synergy indonesia

 

 

 

DISTRIBUTOR HERBALIFE
TERMURAH & ORIGINAL
-------------------------------------------------
Untuk order :
HP/SMS/WA : 0813 2011 2028
BBM : 54F4CE77 | Line : ProgramLangsing


PAKET HERBALIFE

Pilihan paket Herbalife yang bisa Anda pilih sesuai kebutuhan


PRODUK HERBALIFE

Produk-produk Herbalife ini sudah bersertifikat FDA, TGA, GMP dari USA & BPOM dari Indonesia. Dan pastinya tidak mudah untuk produk-produk yang bisa mendapatkan sertifikat ini.