standar imt

DISTRIBUTOR HERBALIFE
TERMURAH & ORIGINAL
-------------------------------------------------
Untuk order :
HP/SMS/WA : 0813 2011 2028
BBM : 54F4CE77 | Line : ProgramLangsing


PAKET HERBALIFE

Pilihan paket Herbalife yang bisa Anda pilih sesuai kebutuhan


PRODUK HERBALIFE

Produk-produk Herbalife ini sudah bersertifikat FDA, TGA, GMP dari USA & BPOM dari Indonesia. Dan pastinya tidak mudah untuk produk-produk yang bisa mendapatkan sertifikat ini.


 

BAB I standar imt PENDAHULUAN

            1.1       Latar Belakang

         Kebutuhan serta peran gizi bagi tubuh manusia berbeda-beda. Hal itu tergantung dan dipengaruhi oleh beberapa faktor. Yang diantaranya adalah karena faktor usia, jenis kelamin, pekerjaan atau status dalam masyarakat, dan hal lain yang mempengaruhi kegiatan dan sirkulasi serta proses metabolisme dalam tubuh maupun proses pembuangannya.

Pada makalah ini, penulis akan membahas mengenai kebutuhan dan peran gizi dan pola diet bagi tubuh manusia, khususnya bagi bayi dan  anak. Suatu fenomena pada jaman sekarang ini, adalah ketidak mampuan atau ketidaktahuan, bahkan ketidakpedulian terhadap pemenuhan kebutuhan standar imt yang memang harus dipenuhi dalam fase pertumbuhan bayi dan anak.

Sehingga beberapa kasus, penyakit yang diderita pada usia dewasa dapat terjadi pada usia bayi dan anak. Namun, siapakah yang disalahkan dalam hal ini? Kesalahan pemikiran dan penanganan dapat berpengaruh. Misalnya saja pada bayi berusia 1-2 tahun yang tidak lagi memperoleh standar imt ASI, dan telah diberikan asupan makanan. Pada masa kanak-kanak, tidak menutup kemungkinan anak itu akan lebih beresiko mengidap penyakit maag, daripada seorang anak yang memperoleh asupan makanan pada usia yang tepat.

 

1.2       Rumusan Masalah

            Adapun rumusuan masalahnya :

  1. Apa defenisi diet?
  2. Bagaimana pola diet pada bayi ?
  3. Bagaimana kebutuhan gizi bagi bayi?
  4. Apa tujuan diet pada bayi?
  5. Bagaimana pola diet pada anak ?
  6. Bagaimana kebutuhan gizi pada anak?
  7. Apa tujuan diet pada anak ?
  8. Bagaimana perhitungan berat badan ideal ?
  9. Bagaimana perhitungan kebutuhan energi untuk bayi dan balita ?

 

1.3       Tujuan Penulisan

            Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah :

  1. Menjelaskan apa defenisi diet;
  2. Menjelaskan bagaimana pola diet pada bayi ;
  3. Menjelaskan bagaimana kebutuhan gizi bagi bayi;
  4. Menjelaskan apa tujuan diet pada bayi;
  5. Menjelaskan bagaimana pola diet pada anak ;
  6. Menjelaskan bagaimana kebutuhan gizi pada anak;
  7. Menjelaskan bagaimana perhitungan kebutuhan energi untuk bayi dan balita ;
  8. Menjelaskan apa tujuan diet pada anak ;
  9. Menjelaskan bagaimana perhitungan berat badan ideal .

 

BAB II

ISI

 

2.1       Pengertian standar imt Diet

Diet sering disalahartikan sebagai usaha mengurangi makan untuk mendapatkan berat tubuh yang ideal, atau untuk mendapatkan bentuk tubuh yang ideal. Padahal, berdasarkan asal serapan katanya, arti ini yang sebenarnya adalah mengatur pola makan.Tentu saja, saat ini masih banyak orang yang standar imt menyalah artikan arti berat badan sendiri. Oleh karena itu perlu diluruskan mengenai arti menurunkan berat badan yang sebenarnya.

Dalam kamus Gizi Pelengkap Kesehatan Keluarga 2009 keluaran Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi), Diet memiliki arti sebagai pengaturan pola dan konsumsi makanan serta minuman yang dilarang, dibatasi jumlahnya, dimodifikasi, atau diperolehkan denganjumlah tertentu untuk tujuan terapi penyakit yang diderita,kesehatan, atau penurunan berat badan .

 

2.2       Diet Pada Bayi

          2.2.1      Kebutuhan Gizi Bagi Bayi

Di usia 0 hingga 6 bulan, sumber gizi bayi adalah air susu ibu (ASI). ASI mengandung gizi yang sangat lengkap sehingga sudah mencukupi standar kebutuhan gizi bayi. Sementara bagi bayi di usia lebih dari 6 bulan memerlukan asupan makanan pendamping ASI sebagai tambahan sumber gizi bayi. Ada tiga komponen pokok dalam pemenuhan kebutuhan gizi bayi, yaitu sumber kalori, vitamin dan mineral. Hingga usia 12 bulan, bayi mengalami pertumbuhann yang sangat pesat. Kalori merupakan gizi untuk bayi yang sangat vital di masa ini.

Berdasarkan angka kecukupan gizi bagi orang Indonesia, rata-rata usia 7-12 bulan memiliki berat badan normal 8.5 kg dan tinggi atau panjang badan 71 cm.

Nutrisi/gizi yang dibutuhkan bayi :

  • Karbohidrat: nasi dan kentang untuk zat tenaga dan memberi rasa kenyang
  • Protein: lauk hewani (telur, ikan, daging sapi, ayam/bebek, susu sapi); lauk nabati ( tempe, tahu, kacang hijau, kacang merah, kacang kedele, susu kedele) untuk zat pertumbuhan, antibodi dan daya tahan tubuh
  • Vitamin dan mineral: buah-buahan matang dan sayuran berwarna terang sebagai zat pengatur dan pelindung serta sumber serat

Berikut ini beberapa jenis makanan atau nutrisi tertentu yang jumlahnya bisa dikurangi sebagai bagian dari diet seimbang untuk bayi, sebagaimana diolah dari berbagai sumber, yaitu:

  • Gula. Sebagian besar kebutuhan akan gula sudah dipenuhi dari susu atau makanan pendamping ASI yang lain, seperti bubur atau sereal. Konsumsi gula berlebih pada bayi justru akan memicu timbulnya karies gigi ataupun pengeroposan gigi susu bayi. Gigi yang keropos atau berlubang akan menyebabkan rasa nyeri dan akhirnya akan menyebabkan bayi rewel. Kelebihan gula pada bayi juga bisa. Memicu terjadinya overweight dan obesitas.
  • Lemak jenuh. Konsumsi lemak jenuh yang terlalu tinggi akan menyebabkan bayi mengalami overweight. Apabila dibiarkan, overweight yang dialami bayi akan menyebabkan bayi mengalami obesitas. Obesitas pada bayi justru akan menyebabkan bayi standar imt mengalami berbagai gangguan kesehatan, seperti sesak napas atau gangguan fungsi jantung dan peredaran darah. Lemak jenuh dapat ditemukan pada jeroan, daging kambing, otak dan makanan gorengan.
  • Olahan susu. Keju merupakan salah satu produk olahan susu yang banyak mengandung lemak jenuh. Kebutuhan lemak jenuh oleh bayi sudah terpenuhi oleh Air Susu Ibu ataupun konsumsi susu formula tanpa gula. Pemberian makanan tambahan berupa keju sebenarnya tidak dianjurkan, karena bayi dapat mengalami kelebihan lemak. Kelebihan lemak akan memicu terjadinya overweight dan bila dibiarkan akan memicu obesitas.

 

2.2.2          Tujuan Diet Pada Bayi

Adapun tujuan dari pemberian nutrisi pada Bayi adalahsebagai berikut:

  1. Mencapai berat badan normal dan mempertahankannya;
  2. Mempertahankan status gizi dalam keadaan baik;
  3. Menyediakan zat gizi untuk menjamin tumbuh kembang dan

meningkatkan daya tahan standar imt tubuh terhadap infeksi; dan,

  1. Membina kebiasaan makan yang baik, menumbuhkan pengetahuan tentang makan dan makanan yang baik pada anak
  2. Mengurangi beberapa jenis makanan, minuman ataupun nutrisi tertentu yang belum diperlukan untuk bayi ataupun jika diperlukan ketersediannya sudah cukup dipenuhi dalam konsumsi jenis makanan tertentu.

 

2.3           Diet Pada Anak

2.3.1            Kebutuhan Gizi pada Anak

Masa anak-anak sangat penting bagi perkembangan fisik dan mental. Pola makan dannutrisi yang diberikan harus memenuhi untuk menjamin kesehatan anak. Masa anak-anak (1sampai 13 tahun) adalah periode kehidupan yang sangat penting bagi perkembangan fisik danmental. Dalam fase ini, dibutuhkan asupan nutrisi yang tinggi.1.

  1. Kebutuhan Gizi Untuk Balita dan Pra sekolah (1-5 tahun)

Usia balita tidaklah tumbuh sepesat pada masa bayi, tetapi kebutuhan nutrisi merekatetap merupakan prioritas yang utama. Di masa balita ini, nutrisi memegang peranan yang penting dalam perkembangan anak. Masa balita adalah masa transisi terutama pada standar imt  usia 1 – 2 tahun dimana anak akan mulai memakan makanan yang padat dan menerima rasa serta tekstur makanan yang baru.Kebutuhan nutrisi pada balita sebenarnya juga dipengaruhi oleh usia, besar tubuh, dan tingkat aktivitas yang dilakukannya.

DISTRIBUTOR HERBALIFE
TERMURAH & ORIGINAL
-------------------------------------------------
Untuk order :
HP/SMS/WA : 0813 2011 2028
BBM : 54F4CE77 | Line : ProgramLangsing


PAKET HERBALIFE

Pilihan paket Herbalife yang bisa Anda pilih sesuai kebutuhan


PRODUK HERBALIFE

Produk-produk Herbalife ini sudah bersertifikat FDA, TGA, GMP dari USA & BPOM dari Indonesia. Dan pastinya tidak mudah untuk produk-produk yang bisa mendapatkan sertifikat ini.


  • Energi : biasanya balita membutuhkan sekitar 1.000 samapi 1.400 kalori per hari.
  • Kalsium : dibutuhkan kurang lebih 500 mg per hari.
  • Zat besi : anak balita membutuhkan 7 mg per hari.
  • Vitamin C dan D.Tubuh anak terdiri dari struktur tulang, otot, peredaran darah, jaringan otak, dan organ-organ lain. Perkembangan tiap struktur ini sangat dipengaruhi oleh masukan (intake) berbagai macam nutrisi makanan penunjang pertumbuhan.

 

  1. Kebutuhan Gizi untuk anak sekolah (6 – 13 tahun)

Pada usia sekolah ini, anak akan melakukan banyak aktivitas fisik maupun mental,seperti : bermain, belajar, berolahraga, dll. Zat gizi yang diberikan pada nya akan membantudalam meningkatkan kesehatan tubuh anak sehingga sistem pertahanan tubuhnya berkembang dengan baik atau tidak mudah untuk terserang penyakit. Hal yang tidak mudahadalah mengawasi jenis makanan atau jajanan anak baik disekolah maupun dilingkungannya karena pada saat ini anak sudah mulai berinteraksi dengan orang lain (temansebaya).

Anak usia sekolah membutuhkan lebih banyak energi dan zat gizi yang lebih dibandingdengan anak balita. Diperlukan pula tambahan energi, protein, kalsium, fluor, zat besikarena pertumbuhan pada kisaran usia ini sedang pesat dan aktivitas anak semakin bertambah.Untuk memneuhi kebutuan energi dan zat gizi, anak terkadang makan hingga 5 kalisehari. Namun sebaiknya anak tetap diajari untuk makan 3 kali sehari dengan menu giziyang tinggi, yaitu : sarapan, makan siang, dan makan malam. Anak juga perlu untuk diajarisarapan pagi agar dapat berfikir dengan baik di sekolah.

 

KONSULTASI GIZI (Konsul Gizi) Oleh : Ides H T SKM.

 

telusuri

Klasik Kartu Lipat Majalah Mozaik Bilah Sisi Cuplikan Kronologis

PENGATURAN BERAT BADAN 5

August 18th, 2008 1

Pengaruh Kolesterol Terhadap Kesehatan Tubuh 3

PENGATURAN BERAT BADAN

KEMBALI KE YANG HAKIKI.

AMANKAH GULA PENGANTI ??????

DIABETES MELITUS 2

MAKANAN UNTUK PENDERITA OSTEOPOROSIS 20

Bio Data 2

PENGATURAN BERAT BADAN

(Harus Bagaimana Aku…………… Supaya Badanku tak Begini )

 

 

Perkenalkan nama saya gendut, kata orang aku memiliki tubuh yang besar dan kuat, saking kuatnya beberapa tidak berani berurusan macam-macam dengan ku. Keluargaku memang memiliki tubuh yang rata-rata besar, yang paling besar adalah aku Si Gendut. Waktu kecil sampai sekarang ibuku selalu memberikan makanan yang enak-enak, dan makanan kecil selalu ada di meja makan atau meja keluarga. Waktu kecil sampai sekarang juga bila makan pagi atau makan malam ibu selalu memberikan porsi makan yang besar atau lebih, bila aku agak malas atau tidak nafsu makan ibu selalu memaksa aku menghabiskan makanannya alasan sih kasihan makanan di buang-buang. Kebiasan pola makan yang diterapkan keluarga tertanam sampai saya remaja (saat ini). Sampai-sampai kebiasaan itu tampa saya sadari berlangsung begitu lama, hingga saya sadar bahwa saya memiliki postur tubuh atau besar tubuh yang sudah tidak normal lagi. Hingga berbagai keluhan mulai saya rasakan, mulai dari yang ringan seperti beberapa pakaian tidak cukup lagi saya pakai sampai lambatnya aktivitasku. Yang lebih membuatku lebih sedih adalah orangtuaku menderita penyakit yang kata orang disebabkan oleh pola makan yang salah seperti Diabetes, kelebihan cholesterol (Hipercholesterol & Dislipidemia), hipertensi sampai ke asam urat.

 

AKU HARUS BAGAIMANA ……………………………….. Tolong AKU DOOOOOOOOOONG.

 

Saya berencana pergi ke dokter atau ahli gizi, dan seperti biasa aku cari impormasi di internet dan aku menemukan beberapa website yang berhubungan dengan masalahku, salsh satu website tersebut yaitu www.konsulgizi.blogspot.com , dan aku agak heran ahli gizi yang “nongol” di website tersebut adalah teman SMU ku waktu dulu, akhirnya aku putuskan untuk menemui dia. Saya pergi ke tempat praktek temenku itu, akan tetapi waktu aku ke tempat prakteknya dia lagi tidak ada, yang ada temannya yang standar imt lagi giliran. Aku putuskan untuk pulang, sebelum pulang tanya suster di sana, kapan temen saya praktek. Suster tersebut dengan ramahnya menyarankan untuk telepon dulu karena jadwal mereka yang tidak tetap, aneh juga gumamku, kok jadwal seenaknya mereka apa gak ngerepotin pasien yang mau ketemu salah satu dari mereka. Tapi tak apa lah aku mendapatkan nomor telepon temanku itu.

 

Esok harinya aku menelepon temanku itu, dan wihhh, di telepon dia lagi rapat katanya dan dia jandi akan nelepon balik. Satu jam, dua jam sampai lima jam kutunggu telepon teman ku itu dan akhirnya dia meneleponku. Aku bersyukur sifatnya yang baik dan nyeleneh masih menjadi ciri dia, dan satu lagi dia masih suka bergurau dan menyindir, padahal sudah lama aku gak ketemuan dengan dia. Dia menyarankan aku untuk janjian ketemuan dengan dia hari Sabtu di tempat yang telah dia tentukan, waktu itu dia menyarankan di mall yang ada hot spot yang free, dalam hatiku masih tetap aja dia masih cari yang gratissan, dasar si hemat.

 

Hari sabtu tiba, aku janjian dengan dia jam 10.00 di mall yang ada hot spotnya, waktu aku ke mall tersebut dan ketemu dia, dia agak terkejut dan emang benar dugaanku, dia langsung nyeletuk wuihhh badanmu besar amat. Aku terdiam karena aku sudah menduga dia akan mengejekku. Lalu dengan gayanya yang SKSD (Sok kenal dan sok dekat) dia bertanya padaku mengenai masalah yang menimpaku, dia bicara dengan entengnya padahal kita sudah tidak bertemu cukup lama. Tampa basa basi aku langsung menceritakan masalahku pada dia, dan dia meresponya dengan mengeluarkan laptopnya. Dia langsung memainkan jari jemarinya di keyboard laptop dia, lalu dia bertanya apa saja yang saya makan dalam waktu 3 hari kemarin, dan dia juga menanyakan berat badan, tinggi badan dan usiaku. Lalu aku bergumam dalam hati buat apa dia bertanya mengenai itu semua, tapi aku jawab seadanya.

 

Setelah dia bertanya mengenai apa yang saya makan tiga hari kemarin dan data antropometriku (berat dan tinggi badanku). Dia mulai memberikan nasihatnya padaku. Dia mulai berbicara panjang mengenai hal-hal apa saja yang perlu saya lalukan untuk menurunkan berat badan, akan tetapi pada intinya adalah sebagai berikut :

 

  1. Edukasi atau penyuluhan.

 

  1. Diit / Pengaturan makan.

 

  1. Olah raga.

 

  1. Pengunaan Program IDS.

 

Dan secara gamlang keempat hal diatas akan kita bahas, pada bab selanjutnya bab per bab.

 

 

EDUKASI / PENYULUHAN.

 

Edukasi atau penyuluhan merupakan hal yang terpenting dalam menjalankan suatu program atau terapi dalam hal ini dalam menjalankan program penurunan berat badan. Edukasi/penyuluhan merupakan proses penanaman pemahaman program terhadap diri pribadi kita, bahkan lebih ekstrim lagi edukasi merupakan penanaman image atau sugesti terhadap diri kita. Edukasi yang baik, nantinya akan di peroleh kesadaran si klien atau pasien terhadap program penurunan berat badan yang akan dia lakukan, keuntungan lain si klien akan lebih memahami terhadap apa yang akan dia lakukan kenapa dia melakukan hal tersebut. Dengan edukasi yang baik maka kita mengetahui secara jelas kondisi tubuh standar imt kita, penyebab kelebihan berat badan pada diri kita dan cara atau terapi apa yang cocok untuk pengendalian berat badan kita. Selain itu dengan edukasi yang baik akan menanamkan kedisiplinan dan kesuguhan kita dalam menjalankan program penurunan berat badan. Bila edukasi tidak dilaksanakan terkadang seseorang menjalankan program penurunan berat badan dengan biaya yang besar, akan tetapi karena kedisplinan dan pemahaman kurang terhadap manfaat program tersebut maka hasil dari program tersebut akan kurang atau tidak berhasil, bila berhasil itu hanya pada waktu tertentu, setelah selesai dari program itu maka berat badannya naik kembali (effect yoyo).

 

Hal pertama yang harus di ketahui oleh di klien adalah status gizi dia, berada di posisi mana dia berada. Biasanya yang bayak digunakan untuk menilai status gizi adalah dengan IMT (indeks Massa Tubuh). Dimana IMT ini bisa menilai proporsi berat badan terhadap tinggi badan kita, akan tetapi IMT ini memiliki nilai standar yang akui WHO ada dua standar, standar eropa dan standar asia.Sedangkan rumus dari IMT adalah sebagai berikut :

 

IMT = BB (kg) / TB2 (m2 )

 

Keterangan :

 

BB : Berat Badan dalam satuan kilogram

 

TB : Tinggi Badan dalam satuan meter di kuadratkan.

 

Standar Asia Nilai IMT < 18,5 Underweight/BB kurang.

 

18,5 – 22,9 = Normal

 

23 – 27,4 = BB lebih (OW/Over Weight) standar imt

DISTRIBUTOR HERBALIFE
TERMURAH & ORIGINAL
-------------------------------------------------
Untuk order :
HP/SMS/WA : 0813 2011 2028
BBM : 54F4CE77 | Line : ProgramLangsing


PAKET HERBALIFE

Pilihan paket Herbalife yang bisa Anda pilih sesuai kebutuhan


PRODUK HERBALIFE

Produk-produk Herbalife ini sudah bersertifikat FDA, TGA, GMP dari USA & BPOM dari Indonesia. Dan pastinya tidak mudah untuk produk-produk yang bisa mendapatkan sertifikat ini.