pengukuran bmi

DISTRIBUTOR HERBALIFE
TERMURAH & ORIGINAL
-------------------------------------------------
Untuk order :
HP/SMS/WA : 0813 2011 2028
BBM : 54F4CE77 | Line : ProgramLangsing


PAKET HERBALIFE

Pilihan paket Herbalife yang bisa Anda pilih sesuai kebutuhan


PRODUK HERBALIFE

Produk-produk Herbalife ini sudah bersertifikat FDA, TGA, GMP dari USA & BPOM dari Indonesia. Dan pastinya tidak mudah untuk produk-produk yang bisa mendapatkan sertifikat ini.


Menghitung berat badan ideal – Berat badan ideal pengukuran bmi bukan saja dapat menunjang penampilan seseorang

 

 

 

tetapi berat badan yang ideal merupakan salah satu indikator tingkat kesehatan seseorang. Apakah dia terlalu kurus karena kurangnya asupan gizi, atau mungkin terlalu gemuk karena banyaknya lemak yang ada di dalam tubuh, semua dapat dilihat dari berat badannya meskipun tidak dapat sepenuhnya dijadikan pedoman. pengukuran bmi Untuk mengukur berat badan ideal, bisa saja berbeda antara satu orang dengan orang yang lain. Seseorang bisa mengatakan berat badannya ideal padahal dia terlihat kurus, atau sebagian yang lain mengatakan berat badan mereka ideal padahal mengalami sedikit kegemukan. Hal tersebut terjadi karena tolak ukur berat badan ideal yang digunakan berbeda. Padahal ada cara menghitung berat badan ideal yang telah diakui oleh badan kesehatan dunia WHO.

 

Untuk menghitung berat badan ideal, ada dua cara yang bisa digunakan, yaitu rumus BMI (Body Mess Index) dan rumus Brocha. Kedua rumus tersebut merupakan rumus standar yang bisa dipakai untuk menghitung berapa berat badan ideal seseorang. pengukuran bmi Berat badan ideal menurut rumus BMI (Body Mess Index) atau yang dalam bahasa Indonesianya adalah Indeks Massa Tubuh (IMT) adalah perbandingan antara berat badan dan tinggi badan yang dirumuskan sebagai berikut.

Indeks BMI = Berat badan : (Tinggi badan x Tinggi badan)

Contoh:

Jika seorang wanita mempunyai tinggi 1,65 meter dan beratnya adalah 45 kg, maka menurut perhitungan rumus BMI, berat badan idealnya adalah sebagai berikut.

 

Indeks BMI = Berat badan : (Tinggi badan x Tinggi badan)

Indeks BMI = 45 kg : (1.65 m x 1.65 m)

Indeks BMI = 45 kg : 2.72

Indeks BMI = 16.54

 

Nilai 16.54 merupakan nilai indeks BMI yang dapat digunakan untuk menentukan apakah berat badan seseorang tersebut sudah ideal atau belum. Caranya adalah dengan melihat kriteria BMI yang ada di bawah ini.

 

INDEKS STANDAR pengukuran bmi BMI UNTUK WANITA

Indeks BMI < 18, artinya badan terlalu kurus. Maka perlu dilakukan penambahan berat badan agar menjadi lebih ideal. Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk menambah berat badan adalah dengan mengkonsumsi makanan yang dapat mencukupi kebutuhan nutrisi tubuh Indeks BMI 18 – 25, artinya berat badan ideal. Jika demikian cukup mempertahankan berat badan tersebut agar tetap ideal pengukuran bmi Indeks BMI 25 – 27, artinya badan terlalu gemuk. Lakukan penurunan berat badan dengan cara menghindari makanan yang banyak mengandung lemak dan berolahraga secara teratur

Indeks BMI > 27, artinya terjadi obesitas atau kegemukan yang tidak wajar. Segera lakukan penurunan berat badan, karena obesitas dapat menimbulkan berbagai penyakit dan merupakan salah satu indikator bahwa telah terjadi masalah dalam tubuh yang perlu segera mendapat penanganan.

INDEKS STANDAR BMI UNTUK PRIA

Indeks BMI < 17, artinya badan terlalu kurus

Indeks BMI 17 – 23, artinya berat badan ideal

Indeks BMI 23 – 27, artinya badan terlalu gemuk

Indeks BMI > 27, artinya terjadi obesitas atau kegemukan

Dari contoh di atas, seorang wanita yang memiliki indeks BMI sebesar 16.54, maka menurut indeks BMI dia dapat dikategorikan memiliki badan yang kurus, yang perlu segera menambahkan berat badan agar lebih sehat dan dapat menambah kepercayaan diri dalam pergaulan.

 

Cara Mudah Menghitung Berat Badan Ideal Pria dan Wanita

Jika ingin lebih mudah menghitung berat badan ideal Anda, silahkan gunakan Kalkulator BMI di bawah ini. Anda tinggal memasukkan berapa tinggi dan berat badan Anda, hasilnya dapat langsung Anda dilihat tanpa harus menghitungnya terlebih dahulu.

 

 

 

CARA MENGHITUNG BERAT pengukuran bmi BADAN IDEAL DENGAN RUMUS BROCHA

Menggunakan rumus Brocha untuk menghitung berat badan yang ideal sedikit berbeda dengan rumus BMI. Jika dalam rumus BMI menggunakan perbandingan antara berat dan tinggi badan, sedangkan rumus Brocha hanya menggunakan faktor tinggi badan untuk mengetahui berapa berat badan ideal seseorang. Rumus Brocha dapat dinyatakan sebagai berikut.

 

UNTUK WANITA

Berat wanita ideal = {Tinggi badan – 100} – {15% x (Tinggi badan – 100)}

Contoh:

Seorang wanita dengan tinggi badan 165 cm, maka berat badan ideal wanita tersebut menurut rumus Brocha adalah sebagai berikut.

 

Berat wanita ideal = {Tinggi badan – 100} – {15% x (Tinggi badan – 100)}

Berat wanita ideal = {165 – 100} – {15% x (165 – 100)}

Berat wanita ideal = 65 – (15% x 65)

Berat wanita ideal = 65 – 9.75

Berat wanita ideal = 55.25 kg

 

Dari contoh tersebut di atas, seorang wanita yang memiliki tinggi 165 cm, maka berat badan ideal yang seharusnya dimiliki adalah 55.25 kg. Jika wanita dengan tinggi 165 cm memiliki berat badan jauh di bawah atau di atasnya, maka dia dapat dikategorikan tidak memiliki berat badan ideal dan harus melakukan tindakan yang dapat membuat berat badan menjadi lebih ideal.

 

UNTUK PRIA

Berat pria ideal = {Tinggi badan – 100} – {10% x (Tinggi badan – 100)}

Contoh:

Pria dengan tinggi badan 170 cm, maka berat badan ideal pria tersebut menurut rumus Brocha adalah sebagai berikut.

 

Berat pria ideal = {Tinggi badan – 100} – {10% x (Tinggi badan – 100)}

Berat pria ideal = {170 – 100} – {10% x (170 – 100)}

Berat pria ideal = 70 – (10% x 70)

Berat pria ideal = 70 – 7

Berat pria ideal = 63 kg

 

Dari contoh di atas, pria dengan tinggi 170 cm, berat badan ideal yang harus dimiliki menurut rumus Brocha adalah 63 kg. Jika lebih rendah atau lebih tinggi terlalu jauh dari angka tersebut, maka pria itu tidak memiliki berat badan yang ideal, bisa terlalu kurus atau terlalu gemuk, bahkan mungkin mengalami obesitas atau kegemukan. pengukuran bmi Rumus BMI dan rumus Brocha merupakan rumus menghitung berat badan ideal dengan yang telah diakui oleh badan kesehatan dunia WHO. Dengan mengetahui berat badan ideal akan dapat mengontrol makanan yang dikonsumsi setiap harinya agar tetap sesuai dengan kebutuhan asupan nutrisi tubuh.

 

Demikian cara menghitung berat badan ideal pria dan wanita ini, semoga dapat menambah pengetahuan dan bermanfaat untuk kita semua. Amin ya robbal ‘alamin.

 

 

Berapakah Seharusnya Ibu Hamil Mengalami Kenaikan Berat Badan?

Ditulis pada : 14/02/2012               15890 views

 

 

Pemeriksaan kehamilan sangat penting dan dapat dikatakan wajib dilakukan bagi wanita yang dinyatakan positif hamil. Alasannya, pemeriksaan kehamilan dapat digunakan untuk mengetahui perkembangan kehamilan itu sendiri, tingkat kesehatan kandungan, kondisi janin dan bahkan penyakit atau kelainan.

 

 

 

 

 

Pemeriksaan kehamilan sebaiknya dilakukan konsisten sebanyak 7-11 kunjungan selama kehamilan. Ketentuan tersebut dituliskan oleh Obstetric Evidence Based Guidelines tahun 2007, sedangkan ketentuan WHO menyatakan bahwa kunjungan kehamilan minimal 4 kali.

 

 

 

Kunjungan kehamilan berjumlah 4 kali dimaksudkan agar ibu hamil setidaknya memeriksakan diri 1 kali pada trimester pertama, 1 kali di trimester ke-2 dan 2 kali kunjungan di trimester ke-3. Rekomendasi WHO ini diadopsi oleh pemerintah Indonesia. Namun kenyataan masih ada ibu hamil yang tidak pernah memeriksakan diri selama kehamilannya.

 

 

 

 

 

Baca juga :

Perawatan Tubuh Bagi Ibu Hamil Yang Disarankan

Kaki Bengkak Selama Hamil, Apa Yang Harus Dilakukan?

Depkes Siapkan Rp 1, 2 Trillun untuk Jampersal

Masa kehamilan pada umumnya dapat membuat beberapa perubahan pada wanita, diantaranya adalah peningkatan berat badan. Perubahan berat badan wanita pada masa kehamilan harus terus dipantau agar tidak berdampak patologis, seperti terjadinya bayi makrosomia.

DISTRIBUTOR HERBALIFE
TERMURAH & ORIGINAL
-------------------------------------------------
Untuk order :
HP/SMS/WA : 0813 2011 2028
BBM : 54F4CE77 | Line : ProgramLangsing


PAKET HERBALIFE

Pilihan paket Herbalife yang bisa Anda pilih sesuai kebutuhan


PRODUK HERBALIFE

Produk-produk Herbalife ini sudah bersertifikat FDA, TGA, GMP dari USA & BPOM dari Indonesia. Dan pastinya tidak mudah untuk produk-produk yang bisa mendapatkan sertifikat ini.


 

 

 

Demikian juga sebaliknya, perubahan berat badan wanita hamil yang tidak signifikan atau tidak mengalami perubahan yang berarti juga dapat menyebabkan dampak negatif bagi pertumbuhan janin di dalam rahim.

 

 

 

Perubahan Berat Badan pada Masa Kehamilan

 

Berat badan ideal calon ibu saat akan mulai hamil, yaitu antara 45-65 kg. Wanita yang berat badannya kurang dari 45 kg sebaiknya dinaikkan dulu sampai 45 kg sebelum hamil. Demikian juga dengan wanita yang berat badannya lebih dari 65 kg sebaiknya berat badannya diturunkan dulu sampai 65 kg sebelum hamil.

 

Penambahan berat badan ibu hamil juga dapat dihitung dari Body Mass Index (BMI). Berat Badan (BB) dan Tinggi Badan (TB) dapat digunakan untuk menentukan BMI dalam kg/m2 yang dilakukan pada saat awal kehamilan. Hasil penghitungan BMI dapat dipakai untuk menentukan kategori berat seorang wanita.

 

Wanita dengan obesitas dapat meningkatkan risiko diabetes, distosia bahu, dan SC, bayi yang dilahirkannya juga dapat mengalami peningkatan berat badan sehingga potensial menjadi makrosomia. Wanita yang sangat kurus dengan berat badan < 50 kg meningkatkan risiko bayi berat lahir rendah.

 

Kenaikan optimal berat badan wanita hamil adalah 11-16 kg dengan berat dan tinggi badan rata-rata. Ibu hamil sebaiknya mengupayakan diri untuk mengkonsumsi makanan sehat dan bergizi setiap hari dan sebaiknya menghindari pantang makanan karena setiap kalori sangat berarti bagi pertumbuhan janin.

 

Penambahan berat badan ibu hamil sebaiknya disesuaikan dengan BMI, seperti pada tabel di bawah ini.

 

 

 

Berat Badan yang dianjurkan pada masa kehamilan

 

Profil

 

Pertambahan berat badan

 

Berat badan normal (BMI: 18.5-24.9)       11.5 – 16.0 kg (25 – 35 lb)

Berat badan rendah (BMI: <18.5)              12.5 – 18.0 kg (28 – 40 lb)

Berusia dibawah 19 tahun            12.5 – 18.0 kg (28 – 40 lb)

Kelebihan berat badan (BMI: 25-29.9)    7.0 – 11.5 kg (15 – 25 lb)

Obese (BMI: 30-39.9)     6.8 kg (setidaknya 15 lb)

Hamil bayi kembar           16.0 – 20.5 kg (35 – 45 lb)

 

 

Catatan: Skor BMI berdasarkan Obstetric Evidance Based Guidelines

 

 

 

Komposisi penambahan berat badan selama masa kehamilan hampir seluruhnya terjadi pada dua trimester  akhir. Trimester pertama kebanyakan wanita mengalami  kenaikan berat badan sebesar 1-2 kg (2.2–4.4 lb). Berat badan ini akan meningkat terus secara teratur sekitar 400 g (0.9 lb) per minggu sampai mencapai 10 lb pada minggu ke-20. Usia kehamilan 30 minggu berat badan wanita bisa mencapai 19 lb dan pada akhir kehamilan berat badannya mencapai 27 lb.

 

 

 

Dampak Kenaikan Berat Badan Selama Masa Kehamilan

 

Kenaikan berat badan selama kehamilan dapat mempengaruhi beberapa aspek kesehatan baik  ibu maupun janinnya. Kenaikan berat badan ibu selama kehamilan dapat mempengaruhi berat lahir bayi, bisa saja bayi mengalami berat badan lahir berlebih (> 4000 gram) atau berat badan lahir rendah (< 2500 gram).

 

Bayi dengan berat lahir rendah akan menghadapi masalah sehubungan dengan berat badannya yang kurang, seperti terganggu perkembangan dan kecerdasan bayi, kesehatan fisik yang juga kurang baik. Sebaliknya juga dengan bayi yang memiliki berat lahir berlebih dapat menyulitkan pada saat kehamilan dan terutama pada persalinan.

 

Ibu hamil dengan berat badan berlebih dapat menyebabkan perdarahan dan pre-eklampsia. Gejala muncul berasal dari hasil penghitungan BMI berkategori overweight/ kelebihan berat badan dan kemudian akan disusul dengan peningkatan tekanan darah, odema pada kaki, bermasalah pada ginjal, dan akhirnya dapat terjadi pre-eklampsia.

 

Kenaikan berat badan yang lebihan dan atau dalam durasi yang sangat cepat memicu munculnya pre-eklampsia atau diabetes. Odema yang terjadi juga dapat mengganggu pertumbuhan janin karena pengiriman O2 dan nutrisi kepada janin bisa berkurang sebab ditemukan penyempitan pembuluh darah.

 

Di akhir kehamilan terjadi resisten insulin meningkat dan masuk ke dalam tubuh janin bersama dengan makanan. pengukuran bmi Sebagian besar kenaikan berat badan selama kehamilan dapat meningkatkan fluksus asam amino ibu, glukosa, asam lemak bebas, dan trigliserida dari ibu ke janin yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan janin.

 

 

 

Karena itu, pemantauan kenaikan berat badan wanita hamil salah satu cara menginterpretasikan kesehatan janin dalam kandungan. Kenaikan berat badan yang berlebihan selama kehamilan dapat membawa dampak negatif bagi pertumbuhan janin, demikian sebaliknya jika tidak terjadi peningkatan berat badan sesuai dengan rekomendasi. Untuk itu, pelaksanaan pemeriksaan selama kehamilan sangat penting bagi setiap wanita yang telah dinyatakan positif hamil.

 

 

 

Penulis : Reni Merta Kusuma (Mahasiswa Magister Kebidanan

 

Wanita Gampang Meleleh Lihat Pria Model Begini

 

Benedikta DesideriaBenedikta Desideria

12 Jan 2017, 13:20 WIB

41

 

 

Benarkah hanya sosok Rangga dan Ryan Gosling saja yang bisa membuat wanita mudah meleleh?

Liputan6.com, Jakarta Anda tertarik pada sosok cool dan misterius seperti Rangga di AAdC? Keduanya sering disebut tipe pria ideal yang mudah membuat perempuan meleleh. Namun, ada juga wanita yang langsung klepek-klepek berada di dekat pria humoris.

 

Sebenarnya pria seperti apa yang bikin wanita mudah meleleh? Berikut hasil sebuah studi dari sejumlah penelitian seperti dikutip dari situs Medical Daily, Kamis (12-1-2017)

 

BACA JUGA

Ketahui Kriteria Umum Pria Idaman Wanita Seantero Jagad

5 Keinginan Aneh Pria dari Seorang Wanita, Menurut Sains

Bagian Wanita Ini Pasti Dilirik Pria Saat Kencan Pertama

  1. Pengendara yang baik

 

Konon, wanita langsung meleleh dan lebih tertarik kepada pria yang mampu mengendarai mobil atau motor dengan kencang, tapi bisa membuat wanita merasa nyaman.

 

Ini menunjukkan bahwa wanita lebih menyukai pasangan yang dominan dan kuat.

 

  1. Mirip Ryan Gosling dan Liam Hemsworth

 

Tidak hanya Rangga, sosok Ryan Gosling pun mudah membuat kaum Hawa meleleh dan histeris. Cambang yang tumbuh di pipi menjadi daya tariknya. Hasil studi di Australia mengungkapkan wanita lebih menyukai pria bercambang dibandingkan yang bersih.

 

Bagi wanita, bulu-bulu halus di wajah pria menunjukkan dirinya sosok maskulin, serta pria bercambang dianggap sebagai calon ayah yang baik.

 

  1. Suara berat

 

Menurut sebuah penelitian di Inggris, wanita lebih suka dengan pria dengan suara yang lebih berat. Para pakar mengatakan suara seperti itu sebagai tanda maskulinitas.

 

  1. Tinggi

 

Tak perlu diragukan lagi, hampir sebagian wanita sepakat bila menyukai pasangan yang lebih tinggi dibanding dirinya.

“Pasangan yang lebih tinggi membuat wanita merasa terlindungi,” kata profesor sosiologi dari University of Washington, Pepper Schwartz.

 

Jangan heran bila wanita akan meleleh seketika melihat pria tinggi ditambah paras yang rupawan. pengukuran bmi

DISTRIBUTOR HERBALIFE
TERMURAH & ORIGINAL
-------------------------------------------------
Untuk order :
HP/SMS/WA : 0813 2011 2028
BBM : 54F4CE77 | Line : ProgramLangsing


PAKET HERBALIFE

Pilihan paket Herbalife yang bisa Anda pilih sesuai kebutuhan


PRODUK HERBALIFE

Produk-produk Herbalife ini sudah bersertifikat FDA, TGA, GMP dari USA & BPOM dari Indonesia. Dan pastinya tidak mudah untuk produk-produk yang bisa mendapatkan sertifikat ini.