pengukur berat badan

DISTRIBUTOR HERBALIFE
TERMURAH & ORIGINAL
-------------------------------------------------
Untuk order :
HP/SMS/WA : 0813 2011 2028
BBM : 54F4CE77 | Line : ProgramLangsing


PAKET HERBALIFE

Pilihan paket Herbalife yang bisa Anda pilih sesuai kebutuhan


PRODUK HERBALIFE

Produk-produk Herbalife ini sudah bersertifikat FDA, TGA, GMP dari USA & BPOM dari Indonesia. Dan pastinya tidak mudah untuk produk-produk yang bisa mendapatkan sertifikat ini.


Antropometri berasal dari pengukur berat badan kata anthropos dan metros.

 

 

 

 

Anthoropos artinya tubuh dan metros artinya ukuran. Jadi antropometri adalah ukuran tubuh. Pengertian ini bersifat sangat umum sekali (Supariasa, dkk, 2001). Sedangkan sudut pandang gizi, Jelliffe (1966) mengungkapkan bahwa antropometri gizi berhubungan dengan berbagai macam pengukur berat badan pengukuran dimensi tubuh dan komposisi tubuh dari berbagai tingkat umur dan tingkat gizi.  Penggunaan antropometri, khususnya pengukuran berat badan pernah menjadi prinsip dasar pengkajian gizi dalam asuhan medik. Untuk mengkaji status gizi secara akurat, beberapa pengukuran secara spesifik diperlukan dan pengukuran ini mencakup pengukuran berat badan (Andy Hartono, 2000).

Berat badan adalah salah satu parameter yang memberikan gambaran massa tubuh. Massa tubuh sangat sensitif terhadap perubahan-perubahan yang mendadak. Berat badan adalah parameter antropometri yang sangat labil. Dalam keadaan normal, di mana keadaan kesehatan dan keseimbangan anatara konsumsi dan kebutuhan zat gizi terjamin, berat badan berkembang mengikuti pertambahan umur. Sebaliknya dalam keadaan yang abnormal, terdapat dua kemungkinan perkembangan berat badan, yaitu dapat berkembang cepat atau lebih lambat dari keadaan normal.

Berat badan harus selalu dimonitor agar memberikan informasi yang memungkinkan pengukur berat badan intervensi gizi yang preventif sedini mungkin guna mengatasi kecenderungan penurunan atau penambahan berat badan yang tidak dikehendaki. Berat badan harus selalu dievaluasi dalam konteks riwayat berat badan yang meliputi gaya hidup maupun status berat badan yang terakhir. Penentuan berat badan dilakukan dengan cara menimbang (Anggraeni, 2012).

 

  1. Tujuan
  2. Tujuan Umum

Untuk mengetahui cara-cara pengukuran berat badan pada bayi.

  1. Tujuan Khusus
  2. Untuk mengetahui definisi pengukuran berat badan
  3. Untuk mengetahui cara pengukuran berat badan menggunakan timbangan pegas.
  4. Untuk mengetahui prosedur pengukuran berat badan
  5. Untuk mengetagui definisi Anemia
  6. Untuk mengetahui etiologi dan patofisiologi Anemia

 

 

BAB II

TINJAUAN pengukur berat badan PUSTAKA

 

  1. Pengukuran Berat Badan
  2. Definisi

Berat badan merupakan ukuran antropometrik yang terpenting, dipakai pada setiap kesempatan memeriksa kesehatan pada semua kelompok umur. Berat badan merupakan hasil peningkatan/ penurunan semua jaringan yang ada pada tubuh, antara lain tulang, otot, lemak, cairan tubuh dan lain-lainnya. Berat badan dipakai sebagai indikator terbaik pada saat ini untuk mengetahui keadaan gizi, pengukuran objektif dan dapat diulangi, dapat digunakan timbangan apa saja yang relatif murah, mudah pengukur berat badan dan tidak memerlukan banyak waktu.

Berat badan merupakan ukuran antropometri yang terpenting dan paling sering digunakan pada bayi baru lahir (neonatus). Berat badan menggambarkan jumlah dari protein, lemak, air, dan mineral pada tulang(Supariasa,dkk., 2003).

Berat badan merupakan ukuran indeks gizi dan pertumbuhan yang terbaik, terutama pada bayi, karena mencakup resultante pertumbuhan badan seluruhnya (FKUI, 2007)

Menimbang berat badan adalah mengikuti perkembangan kesehatan dan pertumbuhan anggota keluarga, terutama bayi, balita dan ibu hamil. Pertumbuhan anak dapat diamati secara cermat dengan menggunakan kartu menuju sehat (KMS) balita. Kartu menuju sehat berfungsi sebagai alat bantu pemantauan gerak pertumbuhan.

  1. Persiapan Alat
  2. Timbangan
  3. Alat tulis
  4. Prosedur Pengukuran Berat Badan

Timbangan ini untuk anak usia di atas 5 tahun atau dewasa, timbangan yang baik adalah detekto atau beam balance. Berbeda dengan balita, anak di atas 5 tahun dan dewasa sebelum ditimbang hendaknya mengosongkan alat kemih, penimbangan dilakukan sebelum makan atau 2 jam setelah makan.  Prinsip alat detekto ialah pemberat timbangan dapat digeser-geser sampai detekto seimbang. Ada pemberat pengatur satuan, puluhan, dan ratusan. Timbangan ini umumnya dilengkapi dengan pengukur berat badan ukuran tinggi badan yang build in (jadi satu). Namun detekto tidak praktis bila digunakan di lapangan karena terlalu berat. Alat yang lain yaitu timbangan digital injak atau timbangan pegas yang biasa digunakan.

     Untuk menimbang dengan timbangan pegas :

  1. Letakkan timbangan pada permukaan yang datar
  2. Pastikan jarum menunjukkan angka nol
  3. Pastikan anda menggunakan pakaian seminimal mungkin
  4. Naiklah ke atas timbangan. Jangan melakukan banyak gerakan dan berdirilah dengan tegak. Telapak kaki harus berada tepat di tengah-tengah pijakan alat timbang badan, Berdirilah dengan tenang dan lengan di samping badan. Jangan membuat gerakan-gerakan yang akan mengacaukan timbangan.
  5. http://3.bp.blogspot.com/-6yPO4K7hUZU/Uhg4g8he7zI/AAAAAAAAAOQ/UXM0VkIX2Nk/s320/cara+kerja+timbangan.jpgBaca hasil pengukuran dari timbangan. Bacalah dengan sudut pandang tegak lurus

 

 

 

 

 

 

  1. Konsep Dasar Anemia
  2. Definisi Anemia

Anemia adalah suatu kondisi dimana terjadi penurunan kadar hemoglobin (Hb) atau sel darah merah (eritrosit) sehingga menyebabkan penurunan kapasitas sel darah merah dalam membawa oksigen (Badan POM, 2011).

Anemia adalah penyakit kurang darah, yang ditandai dengan kadar hemoglobin (Hb) dan sel darah merah (eritrosit) lebih rendah dibandingkan normal. Jika kadar hemoglobin kurang dari 14 g/dl dan eritrosit kurang dari 41% pada pria, maka pria tersebut dikatakan anemia. Demikian pula pada wanita, wanita yang memiliki kadar hemoglobin kurang dari 12 g/dl dan eritrosit kurang dari 37%, maka wanita itu dikatakan anemia. Anemia bukan merupakan penyakit, melainkan merupakan pencerminan keadaan suatu penyakit atau akibat gangguan fungsi tubuh.  Secara fisiologis anemia terjadi apabila terdapat kekurangan jumlah hemoglobin untuk mengangkut oksigen ke jaringan.

Anemia didefinisikan sebagai penurunan volume eritrosit atau kadar Hb sampai di bawah rentang nilai yang berlaku untuk orang sehat.  Anemia adalah gejala dari kondisi yang mendasari, seperti kehilangan komponen darah, elemen tidak adekuat atau kurang nutrisi yang dibutuhkan untuk pembentukan sel darah, yang mengakibatkan penurunan kapasitas pengangkut oksigen darah dan ada banyak tipe anemia dengan beragam penyebabnya. (Marilyn E, Doenges, Jakarta, 2002).

Anemia adalah keadaan dimana jumlah pengukur berat badan sel darah merah atau konsentrasi hemoglobin turun dibawah normal.(Wong, 2003).

  1. Etiologi
  2. Hemolisis (eritrosit mudah pecah)
  3. Perdarahan
  4. Penekanan sumsum tulang (misalnya oleh kanker)
  5. Defisiensi nutrient (nutrisional anemia), meliputi defisiensi besi, folic acid, piridoksin, vitamin C dan copper
  6. Patofisiologi

Timbulnya anemia mencerminkan adanya kegagalan sumsum atau kehilangan sel darah merah secara berlebihan atau keduanya. Kegagalan sumsum dapat terjadi akibat kekurangan nutrisi, pajanan toksik, invasi tumor atau kebanyakan akibat penyebab yang tidak diketahui. Sel darah pengukur berat badan merah dapat hilang melalui perdarahan atau hemplisis (destruksi), hal ini dapat akibat defek sel darah merah yang tidak sesuai dengan ketahanan sel darah merah yang menyebabkan destruksi sel darah merah.

Lisis sel darah merah (disolusi) terjadi terutama dalam sel fagositik atau dalam system retikuloendotelial, terutama dalam hati dan limpa. Hasil samping proses ini adalah bilirubin yang akan memasuki aliran darah. Setiap kenaikan destruksi sel darah merah (hemolisis) segera direfleksikan dengan peningkatan bilirubin plasma (konsentrasi normal ≤ 1 mg/dl, kadar diatas 1,5 mg/dl mengakibatkan ikterik pada sclera).

Apabila sel darah merah mengalami penghancuran dalam sirkulasi, (pada kelainan hemplitik) maka hemoglobin akan muncul dalam plasma (hemoglobinemia). Apabila konsentrasi plasmanya melebihi kapasitas haptoglobin plasma (protein pengikat untuk hemoglobin bebas) untuk mengikat semuanya, hemoglobin akan berdifusi dalam glomerulus ginjal dan kedalam urin (hemoglobinuria).

 

  1. Tanda dan Gejala
  2. Lemah, letih, lesu dan lelah
  3. Sering mengeluh pusing dan mata berkunang-kunang
  4. Gejala lanjut berupa kelopak mata, bibir, lidah, kulit dan telapak tangan menjadi pucat.

 

 

 

 

BAB III

TINJAUAN KASUS

 

  1. Pengkajian

Nama                   : An. F

Umur                   : 13 tahun

Jenis Kelamin      : Laki-laki

Agama                 :  Islam

Suku                    :  Aceh

Ruang                  : Poliklinik Anak

Alamat                 : Alue Pura

Keluhan Utama   : Pusing, pucat

Diagnosa             : Anemia

 

  1. Alat yang digunakan
  2. Timbangan.
  3. Alat tulis.

 

  1. Prosedur
  2. Letakkan timbangan pada permukaan yang datar
  3. Pastikan jarum menunjukkan angka nol
  4. Pastikan anda menggunakan pakaian seminimal mungkin
  5. Naiklah ke atas timbangan. Jangan melakukan banyak gerakan dan berdirilah dengan tegak. Telapak kaki harus berada tepat di tengah-tengah pijakan alat timbang badan, Berdirilah dengan tenang dan lengan di samping badan. Jangan membuat gerakan-gerakan yang akan mengacaukan timbangan.
  6. Baca hasil pengukuran dari timbangan. Bacalah dengan sudut pandang tegak lurus

 

 

 

 

 

 

BAB IV

PEMBAHASAN

 

            Berdasarkan tinjauan kasus di atas maka dapat disimpulkan bahwa cara pengukuran berat badan yang ada pada teori di akademik sama dengan yang ada dilahan praktek.

Anemia adalah penyakit kurang darah, yang ditandai dengan kadar hemoglobin (Hb) dan sel darah merah (eritrosit) lebih rendah dibandingkan normal. Jika kadar hemoglobin kurang dari 14 g/dl dan eritrosit kurang dari 41% pada pria, maka pria tersebut dikatakan anemia.

Berat badan merupakan ukuran antropometrik yang terpenting, dipakai pada setiap kesempatan memeriksa kesehatan pada semua kelompok umur. Menimbang berat badan adalah mengikuti perkembangan kesehatan dan pertumbuhan anggota keluarga, terutama bayi, balita, anak dan ibu hamil.

BAB V

PENUTUP

 

  1. Kesimpulan

Menimbang berat badan adalah mengikuti perkembangan kesehatan dan pertumbuhan anggota keluarga, terutama bayi, balita dan ibu hamil. Pertumbuhan anak dapat diamati secara cermat dengan menggunakan kartu menuju sehat (KMS) balita. Kartu menuju sehat berfungsi sebagai alat bantu pemantauan gerak pertumbuhan.

Anemia adalah suatu kondisi dimana terjadi penurunan kadar hemoglobin (Hb) atau sel darah merah (eritrosit) sehingga menyebabkan penurunan kapasitas sel darah merah dalam membawa oksigen (Badan POM, 2011).

 

  1. Saran
  2. Untuk Rumah Sakit

Agar selalu dapat meningkatkan pelayanan kesehatan  yang lebih baik khususnnya dalam peroses pemberian asuhan keperawatan serta selalu memberi perawatan yang intensif khususnya pada penderita Anemia

  1. Untuk mahasiswa

Mahasiswa  harus lebih memperdalam  ilmu pengetahuan serta keterampilan dengan cara terus membaca dan berlatih agar kualitas asuhan yang diberikan pada klien lebih baik.

 

DISTRIBUTOR HERBALIFE
TERMURAH & ORIGINAL
-------------------------------------------------
Untuk order :
HP/SMS/WA : 0813 2011 2028
BBM : 54F4CE77 | Line : ProgramLangsing


PAKET HERBALIFE

Pilihan paket Herbalife yang bisa Anda pilih sesuai kebutuhan


PRODUK HERBALIFE

Produk-produk Herbalife ini sudah bersertifikat FDA, TGA, GMP dari USA & BPOM dari Indonesia. Dan pastinya tidak mudah untuk produk-produk yang bisa mendapatkan sertifikat ini.


  1. Untuk Pihak Akademik

Pihak akademik diharapkan dapat menyediakan buku sumber yang lebih lengkap untuk mempermudah mahasiswa mencari literatur yang diperlukan dalam meningkatkan ilmu pengetahuannya.terutama buku sumber yang berkaitan dengan kasus Anemia.

DAFTAR PUSTAKA

 

Arisman. (2004). Gizi dalam daur kegidupan. Editor, Palupi Widyastuti. EGC : Jakarta.

 

Alimul Hidayat, A. Azis. 2006. Pengantar Ilmu Keperawatan Anak. Jakarta: Salemba Medika.

 

Chang, Esther. 2010. Patofisiologi Aplikasi Pada Praktik Keperawatan. Jakarta : EGC

 

Nursalam. 2008. Asuhan Keperawatan Bayi dan Anak (untuk perawat dan bidan). Jakarta: Salemba Medika.

 

Nursalam, Rekawati, Sri Utami, Asuhan Keperawatan Bayi dan Anak, Jakarta, Medika, 2005

 Timggalkan Komentar Anda

  

               

Related Posts:

 

Aspek Budaya Sosial Budaya

Pemberian obat melalui rektum

Peningkatan Prestasi Belajar Statistika dengan Menggunakan Pendekatan SAVI

Pemasangan Oksigen

hubungan agama dengan kesehatan

Pemeriksaan Vital Sign Tentang Sinusitis

Label: Artikel, Jurnal, Kti, Makalah, Skripsi

0 komentar:

 

Post a Comment

 

 

 

 

Newer Post Older Post Home

Kirem Komentar Anda …

 

 

Artikel – Mengukur dan Mengevaluasi Komposisi Tubuh

 

Artikel ini diambil seutuhnya dari situs web American College of Sports Medicine:

 

http://www.acsm.org/public-information/articles/2012/01/12/measuring-and-evaluating-body-composition

 

Mengukur dan Mengevaluasi Komposisi Tubuh

 

11 Januari 2012

 

Oleh Tiffany Esmat PhD

 

Apa arti angka pada skala berat badan? Dalam kesehatan secara umum, berat badan tidak sama pentingnya dengan komposisi berat badan tersebut. Yang lebih penting adalah kesadaran akan komposisi tubuh bukannya melacak berat badan. Menimbang berat badan hanya memberikan informasi tentang bobot jaringan tubuh kita secara keseluruhan. Bobot tersebut dapat berfluktuasi sepanjang hari bergantung pada waktu, status hidrasi atau apa yang kita kenakan. Sebaliknya, komposisi tubuh pengukur berat badan memberikan informasi tentang proporsi relatif lemak dan massa ramping dalam tubuh. Massa lemak terdiri dari dua jenis, yaitu lemak esensial dan non esensial. Komponen kedua dari komposisi tubuh, yaitu massa ramping, merujuk pada tulang, jaringan, organ dan otot.

 

Lemak esensial adalah jumlah minimal lemak yang diperlukan untuk fungsi fisiologis normal. Untuk laki-laki dan perempuan, persentase nilai lemak esensial umumnya masing-masing adalah 3% dan 12%. Lemak di atas jumlah minimal disebut sebagai lemak non esensial. Secara umum, kisaran persentase lemak 10-22 persen untuk laki-laki dan 20-32 persen untuk perempuan disepakati sebagai kisaran yang sehat.

 

Dengan komposisi tubuh dalam kisaran yang direkomendasikan, Anda memiliki risiko yang lebih rendah terhadap penyakit yang berkaitan dengan obesitas, seperti diabetes, tekanan darah tinggi, dan bahkan kanker. Selain menghadapi risiko ketika komposisi tubuh kita terlalu tinggi, kita juga menghadapi risiko ketika komposisi tubuh kita terlalu rendah. Ketika lemak esensial kita lebih rendah dari yang direkomendasikan, distribusi vitamin ke organ tubuh, fungsi sistem reproduksi, dan kesehatan kita secara umum akan terganggu.

 

Bagaimana Anda dapat menentukan komposisi tubuh? Komposisi tubuh dapat diperkirakan melalui beragam teknik, mulai dari uji lapangan yang hanya memerlukan kalkulator atau pita pengukur hingga pemeriksaan lanjutan yang dilakukan di laboratorium yang dilakukan oleh teknisi terlatih. Metode umum untuk mengeksplorasi tingkat adipositas meliputi indeks massa tubuh (BMI), lingkar pinggang, lipatan kulit, analisis impedansi bioelektrik, dan BOD POD.

 

Dua teknik yang tidak mengukur persentase lemak tubuh tetapi bermanfaat adalah BMI dan lingkar pinggang. BMI digunakan untuk mengukur berat badan relatif dengan tinggi badan dan dihitung dengan membagi berat badan dalam satuan kilogram (kg) menurut tinggi badan dalam satuan meter persegi (kg m-2). BMI bernilai 25 atau lebih tinggi dikelompokkan sebagai kelebihan berat badan, sedangkan BMI bernilai 30 atau lebih tinggi dikategorikan sebagai obesitas. Meski pun BMI dapat memberikan gambaran umum tentang risiko kesehatan terkait obesitas, BMI tidak memberikan rincian tentang komposisi berat tersebut. Pengukuran lingkar pinggang memberikan gambaran tentang risiko penyakit terkait obesitas berdasarkan lokasi lemak yang berlebih. Lingkar pinggang dapat diukur menggunakan pita pengukur di sekitar bagian pinggang terkecil ketika berdiri dengan rileks. Lingkar pinggang ideal untuk perempuan adalah 40 inci untuk laki-laki dan 35 inci untuk perempuan. Obesitas tipe android, yang dikelompokkan sebagai kelebihan berat di sekitar area batang tubuh, memberikan risiko yang lebih tinggi terhadap tekanan darah tinggi, sindrom metabolik, penyakit arteri koroner dan kematian dini.

 

Persentase lemak tubuh dapat diperkirakan dengan menggunakan beragam teknik, baik yang sederhana maupun yang lebih rumit. Artikel ini menjelaskan tiga teknik umum: pengukuran lipatan kulit, pengukuran BOD POD, dan analisis impedansi bioelektrik (BIA). Persentase lemak tubuh dapat diperkirakan dengan menggunakan kaliper untuk mengukur ketebalan lipatan kulit di area tubuh. Jumlah lipatan kulit yang diambil dari berbagai area dapat dikonversikan untuk menghitung persentase lemak tubuh. Teknik ini cukup cepat dan akurat. Namun, pengukuran ini harus dilakukan oleh teknisi terlatih. Jika pengukuran tidak dilakukan dengan benar, atau formula yang digunakan tidak tepat, nilai yang dihasilkan akan keliru. Pendekatan yang baru dan “canggih”untuk mengukur komposisi tubuh adalah BOD POD. Unit serat kaca ini dirancang untuk mengukur bobot tubuh dan volume tubuh (yakni, ukuran total tubuh). Karena tingkat kerapatan lemak lebih rendah dibandingkan jaringan ramping, rasio bobot-volume dapat digunakan untuk memperkirakan persentase lemak pengukur berat badan tubuh. Teknik lain yang sering digunakan di pusat kebugaran adalah BIA. Teknik ini pada prinsipnya memanfaatkan pemahaman bahwa lemak mengandung sedikit air; sebagian besar air pada tubuh berada di kompartemen ramping. Oleh karena itu, ketika arus listrik bertemu dengan lemak, akan ada resistensi yang lebih tinggi. Dengan mengukur seberapa mudah arus listrik mengalir dalam tubuh, lemak tubuh dapat diperkirakan.

 

Perhitungan persentase lemak tubuh melalui teknik ini sebaiknya dilakukan oleh tenaga kesehatan terlatih dan profesional kebugaran. Mereka tidak hanya dapat melakukan pengukuran yang akurat, tetapi juga dapat menjelaskan hasilnya kepada Anda. Anda dapat bertanya ke pusat kebugaran terdekat untuk mencari tahu tentang metode yang dapat Anda ikuti.

 

Apa yang dapat Anda lakukan dengan hasilnya? Hasil pengukuran komposisi tubuh Anda dapat digunakan untuk mengidentifikasi risiko, menyesuaikan program latihan atau mengevaluasi seberapa efektif program latihan dan gizi Anda. Jika Anda menemukan bahwa Anda dalam kondisi sehat, lanjutkan latihan dan pola makan Anda. Jika Anda menemukan bahwa komposisi tubuh Anda dapat ditingkatkan, pertimbangkan hal-hal yang dapat Anda lakukan untuk membuat perubahan positif pada tingkat aktivitas dan pola makan Anda. Gunakan metode lain selain timbangan untuk mengukur komposisi tubuh Anda. Perlu diingat bahwa angka pada timbangan mungkin tetap, namun massa lemak dan massa ramping bisa saja berubah. Perubahan komposisi tubuh membutuhkan waktu dan usaha, tetapi dampak positif pada kesehatan dan kualitas hidup akan setimpal dengan usaha yang dikeluarkan. Melakukan latihan dan aktivitas fisik rutin, selain pola makan yang sehat dan seimbang, adalah kunci untuk mencapai dan memelihara komposisi tubuh yang sehat.

 

enimbang Berat Badan dan Mengukur Tinggi Badan Setiap 6 Bulan

 

Di dalam artikel yang berjudul Mengkonsumsi Jajanan Sehat di Kantin Sekolah telah dijelaskan bahwa mengkonsumsi makanan sehat merupakan suatu keharusan, terutama bagi anak usia sekolah yang berada dalam tahap pertumbuhan tinggi badan dan perkembangan berat badan.

 

Berat badan adalah ukuran tubuh dalam sisi beratnya yang ditimbang dalam keadaan berpakaian minimal tanpa perlengkapan apapun.

 

Tinggi badan adalah ukuran tubuh dalam sisi tingginya yang diukur dalam keadaan berpakaian minimal tanpa perlengkapan apapun.

 

Pertumbuhan dan perkembangan anak di usia sekolah sangatlah pesat, sehingga diperlukan pencatatan pertumbuhan dan perkembangan tubuh secara rutin.

 

Dengan mengetahui berat badan dan tinggi badan seseorang maka akan dapat diperkirakan tingkat kesehatan atau gizinya. Berat badan dan tinggi badan dianjurkan untuk mengukur keadaan gizi karena :

Mudah dilihat

Memberikan gambaran keadaan gizi pada saat sekarang dan bila dilakukan secara periodik, yaitu minimal setiap 6 bulan sekali pada anak-anak akan dapat memberikan gambaran yang baik tentang pertumbuhan anak

Ketelitian pengukuran tidak dipengaruhi oleh keterampilan yang mengukur

Alat ukur mudah diperoleh

 

Beberapa hal yang mempengaruhi berat badan dan tinggi badan diantaranya adalah makanan dan minuman. Dalam sehari tubuh manusia membutuhkan gizi lengkap seperti karbohidrat, lemak, protein, vitamin dan mineral.

 

Untuk mendukung kegiatan PHBS, disekolah hendaknya terdapat jadwal menimbang berat badan dan mengukur tinggi badan serta sekolah harus memiliki sarana untuk menimbang berat badan dan mengukur tinggi badan.

Kirimkan Ini lewat Email

BlogThis!

Berbagi ke Twitter

Berbagi ke Facebook

 

RELATED POST:

 

Olahraga yang Teratur dan Terukur

Menimbang Berat Badan dan Mengukur Tinggi Badan Setiap 6 Bulan

Menggunakan Jamban yang Bersih dan Sehat

Tidak Merokok di Sekolah

Memberantas Jentik Nyamuk

 

Makalah Aplikasi Sistem Penghitung Berat Badan Ideal

Wahyu Dwi Pranata     6:14:00 am     No comments

 

 

Abstrak

Pada saat ini perkembangan teknologi berkembang dari tahun ke tahun menuntut kita untuk selalu melangkah ke depan dan harus mengikuti perkembangan sekarang, pada saat ini di dunia mengalami perkembangan teknologi yang semakin pesat, yang membuat tekhnologi dunia menjadi sangat praktis dan sangat nyaman. seperti contohnya dalam pengukuran berat badan ideal yang dahulu terkesan manual tanpa menggunakan tekhnologi komputer dengan demikian pula dalam mengukur berat badan pengukur berat badan yang sangat ideal, di zaman sekarang semuanya menggunakan komputer bahkan sekarang sudah sampai pada tekhnologi media iPad, dari yang dahulunya menggunakan alat bantu pengukur berat badan dan di teruskan dengan komputer yang dapat mengetahui berat badan sampai jumlah kalori yang ada dalam tubuh kita semuanya sudah harus modern, canggih dan menyediakan alat pengukuran yang baik. berat badan ideal dapat menghidarkan dari berbagai ancaman penyakit. Tapi masalahnya kebanyakan dari mereka tidak mengetahui apakah berat badan mereka sudah ideal. Berdasarkan perancangan sistem yang sedang berjalan di peroleh hasil bahwa sistem yang ada pada saat ini masih terdapat kekurangan yaitu kurang adanya sistem pengukuran yang akurat, cepat, dan tepat. Dan mendapatkan hasil akhir berupa ” Aplikasi Penghitung Berat Badan Ideal ”.

 

Latar Belakang

Pada perkembangan teknologi yang sangat pesat terutama dalam dunia komputer, software memiliki peran yang sangat vital. Penggunaan komputer biasanya memanfaatkan sebagai media berkomunikasi seperti mencari informasi di google, wikipedia atau kaskus. Hal itu tidak bisa memaksimalkan kinerja media ipad tersebut. Masih banyak hal yang bisa dilakukan untuk pengukur berat badan

 

 

 

DISTRIBUTOR HERBALIFE
TERMURAH & ORIGINAL
-------------------------------------------------
Untuk order :
HP/SMS/WA : 0813 2011 2028
BBM : 54F4CE77 | Line : ProgramLangsing


PAKET HERBALIFE

Pilihan paket Herbalife yang bisa Anda pilih sesuai kebutuhan


PRODUK HERBALIFE

Produk-produk Herbalife ini sudah bersertifikat FDA, TGA, GMP dari USA & BPOM dari Indonesia. Dan pastinya tidak mudah untuk produk-produk yang bisa mendapatkan sertifikat ini.