laki laki ideal

DISTRIBUTOR HERBALIFE
TERMURAH & ORIGINAL
-------------------------------------------------
Untuk order :
HP/SMS/WA : 0813 2011 2028
BBM : 54F4CE77 | Line : ProgramLangsing


PAKET HERBALIFE

Pilihan paket Herbalife yang bisa Anda pilih sesuai kebutuhan


PRODUK HERBALIFE

Produk-produk Herbalife ini sudah bersertifikat FDA, TGA, GMP dari USA & BPOM dari Indonesia. Dan pastinya tidak mudah untuk produk-produk yang bisa mendapatkan sertifikat ini.


PENATALAKSANAAN laki laki ideal DIET DIABETES MELITUS

 

Oleh

Pramono

  1. Pendahuluan

 

Diabetes Mellitus (DM) merupakan salah satu masalah kesehatan yang berdampak pada produktivitas dan dapat menurunkan Sumber Daya Manusia. Penyakit ini tidak hanya berpengaruh secara individu, tetapi sistem kesehatan suatu negara. Walaupun belum ada survei nasional, sejalan dengan perubahan gaya hidup termasuk pola makan masyarakat Indonesia diperkirakan penderita DM ini semakin meningkat, terutama pada kelompok umur dewasa keatas pada seluruh status sosial ekonomi.

Data penderita Diabetes Melitus di Amerika Serikat yang dirilis pada 26 Januari 2011 Jumlah penderitanya tercatat 25,8 juta yang terdiri dari anak-anak dan orang dewasa. Hal tersebut berarti 8,3% dari populasi-memiliki diabetes.Berbeda dengan data pada tahun 2007 , yang menggunakan data glukosa puasa untuk memperkirakan diabetes dan pradiabetes, pada tahun 2011 menggunakan glukosa puasa dan tingkat A1C. Pada tahun 2003 berdasarkan data Badan Pusat Statistik Indonesia diperkirakan diabetisi laki laki ideal di daerah urban sebesar 14,7%dan daerah rural sebesar 7,2%. Data dariOrganisasi Kesehatan Dunia (WHO) memprediksi kenaikan pasien diabetes melitus di Indonesia pada tahun 2010 menjadi 21,3 juta orang dari sebelumnya 8,4 juta pada tahun 2000. Separuh dari jumlah tersebut tidak menyadari penyakitnya dan baru terdiagnosis ketika sudah ada komplikasi. Data RISKESDAS 2007, kasus diabetes melitus di Kalimantan Selatan adalah 1,1 persen. Biaya perawatan bagi pasien diabetes di USA pada tahun 2007 menghabiskan dana $ 174.000.000.000. Setelah disesuaikan untuk usia penduduk dan perbedaan jenis kelamin, pengeluaran biaya perawatan medis rata-rata di antara orang dengan diabetes adalah 2,3 kali lebih tinggi dari pengeluaran apa yang akan di tidak adanya diabetes.

Seseorang dikatakan Diabetes sesuai kriteria Berdasarkan Standards of Medical Care in Diabetes 2010 sbb:- A1C > 6,5 % – Gula Darah Puasa FPG > 126 mg/dL (7 mmol/L), puasa didefinisikan tidak adanya ambilan kalori sedikitnya selama 8 jam – 2 jam glukosa plasma > 200 mg/dL (11,1 mmol/L) selama OGTT dengan asupan glukosa sebanding dengan 75 glukosa anhydrous yang dilarutkan – Pasien dengan keluhan klasik hiperglikemia atau krisis hiperglikemia dengan glukosa darah sewaktu > 200 mg/dL (11,1 mmol/L).

 

Kepatuhan pada pasien terhadap prinsip gizi dan perencanaan makan merupakan salah satu kendala pada pelayanan diebetes, terapi gizi merupakan komponen utama keberhasilan penatalaksanaan diabetes. Berdasarkan rekomendasiThe American Diabetes Association (ADA) 2003 Terapi gizi laki laki ideal medis memerlukan pendekatan tim yang terdiri dari dokter, dietisien, perawat dan petugas kesehatan lain serta pasien itu sendiri untuk meningkatkan kemampuan setiap pasien dalam mencapai kontrol metabolik yang baik.

 

Konsensus Pengelolaan Diabetes Melitus di Indonesia yang telah disusun oleh PERKENI terakhir tahun 2006 yang mengadop dari ADA ( American Dietetic Assosiation) antara lain memberikan pedoman tentang perhitungan kebutuhan gizi orang dengan diabetes dan anjuran penggunaan Daftar Bahan Makanan Penukar dalam penyuluhan perencanaan makan orang dengan diabetes. Pilar penatalaksanaan Diabetes Melitus meliputi 1) Edukasi, 2) Terapi Gizi Medis, 3) Latihan jasmani, 4) Intervensi farmakologi. Terapi Gizi Medis merupakan bagian dari penatalaksanaandiabetes secara total. Salah satu keberhasilan terapi gizi medis, adalah adanya keterlibatan secara menyeluruh dari anggota tim ( dokter , ahli gizi, petugas kesehatan lain dan pasien itu sendiri).

 

Oleh karena itu berikut ini akan dipaparkan mengenai penatalaksanaan diet bagi penderita diabetes mellitus sebagai bagian dari penerapan Terapi Gizi Medis .

 

  1. Terapi Gizi Penderita Diabetes Melitus (Diabetesi)

 

Sesuai dengan tujuan umum terapi gizi adalah membantu diabetetisi memperbaiki kebiasaan hidup dan olah raga untuk mendapatkan kontrol metabolik yang lebih baik.

 

Tujuan khusus laki laki ideal yang ingin dicapai adalah :

 

  1. Mempertahankan kadar Glukosa darah mendekati normal dengan keseimbangan asupan makanan dengan insulin (endogen atau eksogen) atau obat hipoglikemik oral dan tingkat aktifitas.
  2. Mencapai kadar serum lipid yang optimal.
  3. Memberikan energi yang cukup untuk mencapai atau mempertahankan berat badan yang memadai orang dewasa, mencapai pertumbuhan dan perkembangan yang normal pada anak dan remaja, untuk meningkatkan kebutuhan metabolik selama kehamilan dan laktasi penyembuhan dari penyakit katabolik. Berat badan memadai diartikan sebagai berat badan yang dianggap dapat dicapai dan dipertahankan baik jangka pendek maupun jangka panjang oleh orang dengan diabetes itu laki laki ideal sendiri maupun oleh petugas kesehatan.
  4. Menghindari dan menangani komplikasi akut orang dengan diabetes yang menggunakan insulin seperti hipoglikemia, penyakit-penyakit jangka pendek, masalah yang berhubungan dengan kelainan jasmani dan komplikasi kronik diabetes seperti : penyakit ginjal, neuropati automik, hipertensi dan penyakit jantung.
  5. Meningkatkan kesehatan secara keseluruhan melalui gizi yang optimal.
  6. PENGATURAN DIET BAGI PENDERITA DIABETES (DIABETESI)

 

Prinsip pengaturan makan pada diabetisi hampir sama dengan anjuran makan untuk orang sehat masyarakat umum, yaitu makanan yang beragam bergizi dab berimbang atau lebih dikenal dengan gizi seimbang maksudnya adalah sesuai dengan kebutuhan kalori dan zat gizi masing-masing individu. Hal yang sangat penting ditekankan adalah pola makan yang disiplin dalam hal Jadwal makan, Jenis dan Jumlah makanan atau terkenal dengan istilah 3 J.

 

Pengaturan porsi makanan sedemikian rupa sehingga asupan zat gizi tersebar sepanjang hari. Penurunan berat badan ringan atau sedang (5-10kg) sudah terbukti dapat meningkatkan kontrol diabetes, walaupun berat badan idaman tidak dicapai. Penurunan berat badan dapat diusahakan dicapai dengan baik dengan penurunan asupan energi yang moderat dan peningkatan pengeluaran energi. Dianjurkan pembatasan kalori sedang yaitu 250-500 kkal lebih rendah dari asupan rata-rata sehari.

 

Komposisi makanan laki laki ideal yang dianjurkan meliputi:

 

Karbohidrat

 

Rekomendari ADA tahun 1994 lebih memfokuskan pada jumlah total karbohidrat daripada jenisnya. Rekomendasi untuk sukrosa lebih liberal. Buah dan susu sudah terbukti mempunyai respon glikemik yang lebih rendah dari pada sebagian besar tepung-tepungan. Walaupun berbagai tepung-tepungan mempunyai respon glikemik yang berbeda, prioritas hendaknya lebih pada jumlah total karbohidrat yang dikonsumsi daripada sumber karbohidrat.

 

DISTRIBUTOR HERBALIFE
TERMURAH & ORIGINAL
-------------------------------------------------
Untuk order :
HP/SMS/WA : 0813 2011 2028
BBM : 54F4CE77 | Line : ProgramLangsing


PAKET HERBALIFE

Pilihan paket Herbalife yang bisa Anda pilih sesuai kebutuhan


PRODUK HERBALIFE

Produk-produk Herbalife ini sudah bersertifikat FDA, TGA, GMP dari USA & BPOM dari Indonesia. Dan pastinya tidak mudah untuk produk-produk yang bisa mendapatkan sertifikat ini.


PENDAHULUAN Pemahaman tentang penatalaksanaan diet secara umum bagi penderita penyakit ginjal penting untuk diketahui, tak hanya bagi mereka yang telah menderita gangguan ginjal, namun baik bagi mereka yang bertekad untuk menurunkan resiko terhadap gangguan ginjal. Fungsi utama ginjal adalah memelihara keseimbangan homeostatik cairan, elektrolit, dan bahan-bahan organik dalam tubuh. Hal ini terjadi melalui proses filtrasi, reabsorpsi, dan sekresi. Disamping itu, ginjal mempunyai fungsi endokrin penting. Saat organ ginjal terganggu, ia tak lagi menjalani fungsinya dengan baik. Penyakit ginjal menyebabkan terjadinya gangguan pembuangan kelebihan zat gizi yang diperoleh dari makanan. Penetapan terapi nutrisi diklasifikasikan berdasarkan jenis gangguan ginjal yang ada. Seperti gagal ginjal akut, gagal ginjal kronis, penyakit ginjal tahap akhir (gagal ginjal terminal), sindroma nefrotik dan batu ginjal. Mengingat fungsi ginjal telah terganggu, penatalaksanaan diet difokuskan pada pengaturan dan pengendalian asupan energi, protein, cairan dan elektrolit natrium, kalium, kalsium dan fosfor. DIET PADA PENYAKIT GINJAL A. PENGERTIAN GAGAL GINJAL Ginjal merupakan organ penting dari tubuh manusia karena ginjal mempunyai fungsi regulasi dan ekskresi, laki laki ideal serta mengekskresikan kelebihannya (sisa metabolisme) sebagai kemih. Ginjal juga mengeluarkan sisa metabolisme (seperti urea, kreatinin, dan asam urat) dan zat kimia asing. Akibat suatu hal ginjal dapat mengalami ganguan fisiologis, salah satunya adalah gagal ginjal. Gagal ginjal dapat terjadi secara langsung (akut) atau dalam jangka waktu yang lama (kronis). Gagal ginjal akut terjadi akibat penurunan fungsi glomerular dan tubular yang terjadi secara mendadak, berakibat pada kegagalan ginjal untuk mengekresikan pro-duk sisa nitrogen dan menjaga homeostasis cairan dan elektrolit. Gagal ginjal akut dapat disebabkan karena terjadinya penurunan aliran darah, yang dapat merupakan akibat dari infeksi yang parah (serious injury), dehidrasi, daya pompa jantung menurun (kegagalan jantung), tekanan darah yang sangat rendah (shock), atau kegagalan hati (sindroma hepatorenalis). Gagal ginjal akut juga dapat dikarenakan oleh adanya zat-zat yang menyebabkan kerusakan atau trauma pada ginjal, seperti kristal, protein atau bahan lainnya dalam ginjal. Penyebab gagal ginjal akut lainnya yaitu terjadi penyumbatan yang menghalangi pengeluaran urin dari ginjal, misalnya karena adanya batu ginjal, tumor yang menekan saluran kemih, atau pembengkakan kelenjar prostat. Berdasarkan penyebabnya, gagal ginjal akut dapat dibagi menjadi prerenal, intrarenal dan postrenal. Klasifikasi faktor penyebab prerenal adalah akibat turunnya aliran darah yang mendadak ke ginjal seperti gagal jantung, shock atau kehilangan darah akibat lesi atau trauma. Faktor intrarenal yang dapat menyebabkan gagal ginjal akut antara lain infeksi, racun, obat atau trauma langsung yang dapat menyebabkan kerusakan pada jaringan ginjal. Sedangkan faktor postrenal yang dapat menyebabkan gagal ginjal akut adalah berbagai faktor yang dapat mencegah pengeluaran urin (retensi urin) akibat dari obstruksi (sumbatan) pada saluran kencing. Penyakit Ginjal kronis adalah kerusakan ginjal yang terjadi selama lebih dari 3 bulan, berdasarkan kelainan patologis atau petanda kerusakan ginjal seperti proteinuria. Jika tidak ada tanda kerusakan ginjal, diagnosis penyakit ginjal kronik ditegakkan jika nilai laju filtrasi glomerulus kurang dari 60 ml/menit/1,73 m2, seperti terlihat pada Tabel 1. Tabel 1. Batasan Penyakit Ginjal Kronik 1. Kerusakan ginjal > 3 bulan, yaitu kelainan struktur atau fungsi ginjal, dengan atau tanpa penurunan laju filtrasi glomerulus berdasarkan : · Kelainan patologik · Petanda kerusakan ginjal seperti proteinuria, atau kelainan pada pemeriksaan pencitraan 2. Laju filtrasi glomerulus <> 3 bulan, dengan atau tanpa kerusakan ginjal Penyebab dari gagal ginjal kronis secara umum disebabkan oleh diabetes melitus dan hipertensi yang diperkirakan menyebabkan 26-43% dari gagal ginjal kronis. Kondisi lain yang dapat menyebabkan gagal ginjal kronis adalah adanya inflamasi (radang), immunological (autoimmun) atau penyakit keturunan yang berhubungan dengan ginjal. Pada beberapa kasus, pasien dengan gagal ginjal kronis diikuti dengan gagal ginjal akut. Pada pasien dengan penyakit ginjal kronik, klasifikasi stadium ditentukan oleh nilai laju filtrasi glomerulus, yaitu stadium yang lebih tinggi menunjukkan nilai laju filtrasi glomerulus yang lebih rendah, seperti terlihat pada tabel 2. Klasifikasi tersebut membagi penyakit ginjal kronik dalam lima stadium. Tabel 2. Laju Filtrasi Glomerulus dan Stadium Penyakit Ginjal Kronik Stadium Fungsi Ginjal Laju Filtrasi Glomerulus (ml/menit/1,73m2) Risiko Meningkat Normal > 90 (Terdapat faktor risiko) Stadium 1 Normal / meningkat > 90 (Terdapat kerusakan ginjal, proteinuria) Stadium 2 Penurunan ringan 60 – 89 Stadium 3 Penurunan sedang 30 – 59 Stadium 4 Penurunan berat 15 – 29 Stadium 5 Gagal ginjal <> Pada pasien dengan gagal ginjal kronis akan terjadi beberapa kelainan metabolik seperti: 1. Gangguan elektrolit dan hormon Gangguan cairan dan elektrolit jarang terjadi kecuali pada tahap akhir dari gagal ginjal. Akibat turunnya GFR, peningkatan aktivitas oleh beberapa nefron menjadi hal yang penting dalam ekskresi elektrolit. Beberapa hormon juga membantu dalam pengaturan level elektrolit, akan tetapi hal ini juga dapat menyebabkan gangguan pada sistem hormon tersebut. Peningkatan sekresi hormon aldosteron dapat membantu mencegah peningkatan kadar kalium serum tetapi dapat menyebabkan hipertensi. Peningkatan sekresi laki laki ideal hormon paratiroid dapat membantu pencegahan dari peningkatan kadar phosphate serum akan tetapi daapt berdampak pada renal osteodystrophy. Ketidakseimbangan elektrolit dapat menyebabkan penurunana GFR ketika aktivitas dari hormon tidak adekuat atau ketika konsumsi air dan elektrolit dibatasi atau berlebihan. 2. Renal osteodystrophy Merupakan gangguan pada tulang yang disebabkan akibat dari aktivitas dari hormon paratiroid. Hormon paratiroid akan menyebabkan keluarnya phosphate ke dalam urine tetapi menyebabkan pembongkaran kalsium dari dalam tulang. Selain itu hormon ini juga dapat menyebabkan turunnya kadar kalsium dalam serum, asidosis, dan gangguan aktifasi vitamin D di dalam ginjal. 3. Sindrom uremia Uremia timbul pada saat level terakhir dari penyakit gagal ginjal kronis ketika GFR ginjal sudah dalam kondisi dibawah 15 mL/menit dan BUN melebihi dari 60 mg/dl. Beberapa gangguan, gejala dan komplikasi yang berkembang akibat kondisi ini disebut dengan sindroma uremia. Uremia dapat menyebabkan disfungsi mental dan perubahan pada neuromuskuler seperti kram pada otot, kelemahan pada otot lengan dan nyeri. Komplikasi lainnya akibat dari uremia adalah: · Gangguan sintesis atau pembentukan hormon. Gangguan ini meliputi gangguan pembentukan hormon pengaktif vitamin D dan erythropoietin yang berfungsi pada pembentukan sel darah merah. Akibatnya akan terjadi anemia dan osteoporosis akibat hilangnya kalsium dari tulang. · Gangguan degradasi hormon. Gangguan pada perkembangan hormon dapat berakibat pada pertumbuhan, reproduksi, keseimbangan cairan, pengaturan kadar glukosa darah dan metabolisme zat gizi. · Abnormalitas pendarahan. Turunnya fungsi platelet dan faktor pembekuan dapat menyebabkan pembekuan darah akibat luka yang lama yang dapat berkontribusi pada anemia dan pendarahan pada saluran cerna. · Peningkatan resiko penyakit kardiovaskuler. Faktor resiko ini antara lain hipertensi, peningkatan kadar insulin (resistensi insulin) dan kadar lipid darah yang tidak normal. · Penurunan fungsi imunitas tubuh. Pasien dengan uremia memiliki imunitas yang rendah dan sangat berpotensi untuk terjadinya infeksi yang lebih sering menyebabkan kematian pada pasien. 4. Protein Energi Malnutrisi Pasien dengan gagal ginjal kronis biasanya akan berkembang PEM dan wasting. Beberapa studi memperkirakan bahwa pasien dengan gagal ginjal akan memiliki asupan energi dan protein yang tidak cukup bahkan pada saat awal berkembangnya penyakit. Anoreksia merupakan salah satu faktor penyebab dari rendahnya konsumsi makanan dan dapat berakibat pada gangguan hormonal. Faktor penyebab lainnya adalah nausea dan vomiting, pembatasan diet, uremia dan pengobatan. Kehilangan zat gizi dapat memberikan kontribusi pada malnutrisi dan disebabkan akibat dari vomiting, diare, pendarahan gastrointestinal, concurrent catabolic illness dan dialisis. Tidak seperti pada gagal ginjal akut yang penurunan fungsi ginjal terjadi secara cepat atau tiba-tiba, pada gagal ginjal kronis dikarakteristik dengan penurunan fungsi ginjal secara bertahap dan irreversible. Pada penderita gagal ginjal kronis, penderita tidak menunjukkan gejal-gejala yang tampak seperti pada pasien dengan gagal ginjal akut. Gejala ini baru timbul setelah ginjal mengalami penurunan fungsinya sebesar 75%. Oleh karena itu, pengkajian klinik sangat bergantung pada pemeriksaan penunjang, meski anamnesis yang teliti sangat membantu dalam upaya menegakkan diagnosis yang tepat. Sebagian besar individu dengan stadium dini penyakit gagal ginjal kronik tak terdiagnosis. Deteksi dini kerusakan ginjal sangat penting untuk dapat memberikan pengobatan segera, sebelum terjadi kerusakan dan komplikasi lebih lanjut.

 

Today Deal $50 Off : https://goo.gl/efW8Ef

 

Rumus cara menghitung kalori yang dibutuhkan oleh tubuh  – Proses menurunkan berat badan sekiranya juga bisa dibarengi dengan kemampuan kita untuk tahu mengukur dan menghitung kebutuhan kalori yang dikonsumsi oleh tubuh. Panduan dari departemen kesehatan secara umum memberikan penjelasan tentang kalori yang dibutuhkan oleh tubuh misalnya pada wanita disarankan untuk mengkonsumsi kalori dengan level antara 1800 – 2400 setiap hari. Akan tetapi hambatannya adalah panduan ini tidak dirancang sedetail mungkin untuk kebutuhan masiang-masing orang, padahal tiap orang meiliki usia dan aktivitas yang tentunya sangat berbeda satu sama lain.

Rumus cara menghitung kalori yang dibutuhkan oleh tubuh 

Menghitung kalori tubuh

 

Cara mengukur kalori yang di dibutuhkan oleh tubuh bisa dilakukan dengan dengan menerapkan sebuah rumus sederhana. Rumus ini sudah banyak diterapkan oleh para ahli nutrisi untuk apara klien mereka. Menurut Ahli nutrisi kota New York Brittany Kohn, R.D seperti dilansir pada women’s health mengatakan bahwa rumus cara menghitung kalori yang dibutuhkan oleh tubuh yaitu mengalikan jumlah berat Anda dalam pound dengan angka 12 atau 15, 12 jika Anda tidak aktif atau sedikit aktif dan 15 jika Anda cukup atau sangat aktif setiap hari. Menurut Brittany Satu pon setara dengan 12 0,4 kg. Selanjutnya dengan memasukkan faktor usia pada rumus tersebut. Jika anda berusia 30-40 tahun maka kurangi dengan angka 200. Seiring pertambahan usia, metabolisme manusia melambat dan tubuh memerlukan lebih sedikit kalori untuk berfungsi.

 

Rumus cara mengukur kalori yang diperlukan tubuh

 

Rumus:

 

Usia di bawah 30 tahun:

 

 

Tidak aktif (secara fisik): jumlah berat badan (dalam pound) x12 = kebutuhan kalori per hari

Aktif (secara fisik): jumlah berat badan (dalam pound) x 15= kebutuhan kalori per hari

 

Usia antara 30-40 tahun:

Tidak aktif (secara fisik): jumlah berat badan (dalam pound) x12-200 = kebutuhan kalori per hari

Aktif (secara fisik): jumlah berat badan (dalam pound) x 15-200= kebutuhan kalori per hari

 

Menurunkan berat badan: kebutuhan kalori per hari- 500= kebutuhan kalori untuk diet

Menambah berat badan: kebutuhan kalori per hari+ (250) atau (500) = kebutuhan kalori untuk menambah berat badan.

 

Apabila anda ingin menurunkan berat badan maka dalam rumus diatas yang perlu dilakukan laki laki ideal hanyalah mengurangi angka kebutuhan kalori itu menjadi angka 500. Menurut Brittany bahwa mengkonsumsi 500 kalori lebih sedkit tiap hari maka sama dengan mengalami defisit kalori hingga 3500 kalori per minggunya atau setara dengan menurunnya berat badan 0,4 kg perminggu.

 

Penurunan 0,4 kg berat badan per minggu merupakan langkah aman karena tubuh tidak kehilangan nutrisi-nutrisi penting. Apabila memangkas 500 kalori setiap hari dirasa cukup sulit maka anda bisa barengi dengan kegiatan olahraga apabila anda sulit memangkas makanan anda.

 

Sementara dalam menambah berat badan, Menurut Bitanny maka tambahkan 250 kalori atau 500 kalori per hari dari makanan sehat. Setiap satu atau dua minggu, Anda akan menambah bobot 0,4 kg dengan aman. Dan ingat sekalipun melacak kalori yang dikonsumsi bisa menolong proses diet, tapi jangan terobsesi dengan angka-angka ini. Semoga artikel tentang rumus cara menghitung kalori yang dibutuhkan oleh tubuh  bermanfaat bagi anda, salam sehat.

 

Disadur dari :Women’s Health laki laki ideal

DISTRIBUTOR HERBALIFE
TERMURAH & ORIGINAL
-------------------------------------------------
Untuk order :
HP/SMS/WA : 0813 2011 2028
BBM : 54F4CE77 | Line : ProgramLangsing


PAKET HERBALIFE

Pilihan paket Herbalife yang bisa Anda pilih sesuai kebutuhan


PRODUK HERBALIFE

Produk-produk Herbalife ini sudah bersertifikat FDA, TGA, GMP dari USA & BPOM dari Indonesia. Dan pastinya tidak mudah untuk produk-produk yang bisa mendapatkan sertifikat ini.