jenis jenis alat ukur

DISTRIBUTOR HERBALIFE
TERMURAH & ORIGINAL
-------------------------------------------------
Untuk order :
HP/SMS/WA : 0813 2011 2028
BBM : 54F4CE77 | Line : ProgramLangsing


PAKET HERBALIFE

Pilihan paket Herbalife yang bisa Anda pilih sesuai kebutuhan


PRODUK HERBALIFE

Produk-produk Herbalife ini sudah bersertifikat FDA, TGA, GMP dari USA & BPOM dari Indonesia. Dan pastinya tidak mudah untuk produk-produk yang bisa mendapatkan sertifikat ini.


GURU IPA jenis jenis alat ukur PATI

Daftar Isi Ruang Belajar IPA Proses Belajar IPA Prestasi IPA Tokoh IPA Olimpiade Sains Sains Lingkungan Pendidikan Karakter Lomba Informasi

Indahnya Berbagi

Berusaha untuk Belajar bagaimana kita harus belajar dengan penuh kesabaran, kerja keras, cerdas dan Ihklas

 

PRESTASI TIADA HENTI

PRESTASI TIADA HENTI

 

Semangat untuk menjadi guru adalah ketika muridnya berprestasi, mari kita saling berlomba untuk membuat prestasi bagi negeri tercinta ini

 

READ MORE

ICT DALAM PEMBELAJARAN

ICT DALAM PEMBALAJARAN

 

Dengan teknologi hidup lebih serasi, hidup lebih mudah dan bergairah, dengan Teknologi kita lebih mandiri

 

READ MORE

PENDIDIKAN BUTUH PROSES

PENDIDIKAN ASET MASA DEPAN

 

Berbicara pendidikan tidak ada habisnya tat kala kita mengerti dan mengetahui manusia adalah sebagai pendiddik dan murid ayo kita belajar dan belajar

 

READ MORE

PEMBELAJARAN IPA YANG BERMAKNA

IPA ILMU PALING ASIK

 

IPA adalah Ilmu Paling Asyik itulah yang kurasakan semakin aku mempelajarinya semakin aku tertarik padanya, dan aku sekarang jatuh cinta, Bagaimna dengan Anda?

 

READ MORE

PENDIDIKAN KARAKTER

PENDIDIKAN BERKARAKTER

 

Untuk memperbaiki Negeri Ini kita butuh anak yang berprestasi, berkarakter dan berakhlak mulia

 

READ MORE

Home » IPA kelas VII SMP , Materi IPA » Macam- Macam Alat ukur Massa dan Cara Mengukurnya

Macam- Macam Alat ukur Massa dan Cara Mengukurnya

 

Foto Praktek Mengukur Massa dengan Neraca Tiga Lengan

Apakah Anda pernah  jalan- jalan ke pasar, melihat bagaimana para pedagan menimbang beras atau buah. alat ukur apa yang digunakan, atau kalain jenis jenis alat ukur pergi ke toko emas dan melihat bagaimna menimbang emas. Nah alau ukur di atas sering disebut dengan neraca atau timbangan.  Apa saja alat ukur masa dan bagaimna cara mengukurnya,  mari kita pelajari bersama! Neraca gantung neraca ini digunakan untuk mengukur massa jika kalianpernah melihat maka kalian melihatnya di toko- toko beras, atau pupuk. Neraca analog neraca adalah jenis neraca yang digunakan untuk mengukur massa tepung sebelum measak roti atau juga bisa untuk mengukur massa di toko buah.

Neraca digital ini dapat kalain lihat di toko-toko buah atau kadang juga di temukan di laboratorium karena hasil pengukuran yang jenis jenis alat ukur digunakan lebih tepat dibandingkan dengan alat ukur massa yang lain selain itu dengan alat ukur ini di dapatkan pengukuran lebih teliti. dantentunya cara penggunaanya lebih mudah karena dapat terlihat langsung di dalam neraca. walau kelebihannya alat ukurini lebih mahal di banding dengan yang lainnya Neraca sama lengan Neraca ini sering kalianlihat di toko emas, karena bisanya digunakan untuk menimbang emas. Neraca Ahaus (Neraca tiga lengan dan Neraca empat lengan) seperti foto di atas Neraca ini biasanya terdapat di laboratorium untuk praktek-praktek IPA.

 

 

 

Macam- maca neraca

►Pengukuran massa dengan Neraca Tiga lengan

 

Untuk menambah pengetahuan kalian, kalia ini saya akan membahsa bagimna cara mengukur massa menggunakan neraca ahaus  yaitu neraca tiga lengan, karena sering sekali soal pengukuran ini keluar pada neraca tiga lengan atau empat lengan. Pengukurannya lain dengan neraca- neraca yang ada dipasar, atau lihat di sekitar rumah kita. di sini saya akan menjelaskan cara penggunaan neraca tiga lengan. Sebelumnya kita sudah mengenal bagian-baginnya.

 

►Bagian – bagian Neraca Tiga lengan

Knop atau pemutar kalibrasi

Pemberat atau anting yang diletakkan di masing-masing lenganyang bisa di geser ke kanan dan kekiri

Tempat beban temapt untuk memasang beban atau benda yang ingin di ukur

Titik nol garis kesetimbangan., titik ini untuk mengkalibrasi sebelum digunakan dan untuk keseimbangan ketika pengukuran sudah di lakukan

Lengan neraca  yang terdiri dari tiga lengan . Untuk neraca 3 lengan yang ada di laboratorium saya seperti foto di atas terdiri dari tiga lengan dengan skala maksimal berbeda.

 

Bagian dari neraca tiga lengan

Skala tiap lengan adalah sebagi berikut ini :

Lengan depan  dengan skala maksmial 10gram dengan skala 0, 1, 2, 3,…10 gram, dan tiap skal masih dibagi lagi menjadi skala lebih kecil yaitu 0,1 gram

Lengan tengah dengan  skala maksmial 500 gram dengan skala 0,100, 200 … 500 gram

Lengan kedua dengan sala maksimal  100 gram dengan skla 0, 10,20 …100 gram

 

► Langkah-langkah pengukuran massa dengan neraca tiga lengan adalah sebagi beriku ini :

Setiap lengan jangan  lupa berada pada skala 0

Kalibrasi terlebih dahulu,   dengan cara  memutar skrup knop pemutar kalibrasi di bagian belakang, sampai  seimbang atau jarum penunjuk menunjukkan anka titik nol, hal ini dilakukan agar pengukrannya lebih tepat.

Meletakakn benda yang diukur massanya

Menggeser skalanya mulai dari lengan yang besar dan jangan sampai melebihi titik nol , baru skala yang kecil sampai menunjukkan keseimbangan di titik nol ( dua garis sejajar)

Membaca hasil pengukuran dengan menjumlahkan setipa skala mulai dari yang besar hingga yang kecil agar lebih mudah seperti contoh di bawah ini

 

skala tengah        300 gram

skala belakang      80 gram

skala  depan           2,5 gram

______________________ +

Hasil pengukuran  382,5 gram

 

Nah inilah cara mengukur massa sebuah benda semoga bermanfaat bagi anak didikku di seluruh Indoensia , salam semangat IPA dari guru IPA Pati.

 

 

Kalian bisa membuat gelas berpancuran ini mennggunakan botol aqua bekas dan kalianbisa baca di sini!

Ayo berlatih dan uji kemampuanmu di sini, lihat juga materi yang lainnya!

Photobucket►Soal&PembahasanPhotobucket►Uji KompetensiPhotobucket►Daftar Materi IPA

Artikel terkait : IPA kelas VII SMP, Materi IPA

 

 

 

Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbitkan oleh Mr-Widi

 

Ketikkan email anda disini

Subscribe

 

Diposkan oleh Slamet Widiantoro di 08.29

Kirimkan Ini lewat Email

BlogThis!

Berbagi ke Twitter

Berbagi ke Facebook

Label: IPA kelas VII SMP, Materi IPA

5 KOMENTAR:

 

annisa cantika indra mengatakan…

Pak, artikelnya bgus dn mmbantu skali, lain kli tlg msukkan artikel ttg neraca 2 lgan ya… Thanks

 

17 September 2012 14.27  Reply To This Comment

Slamet Widiantoro mengatakan…

@annisa cantika indra Okelah kalau begitu..!

 

17 September 2012 16.46  Reply To This Comment

Anonim mengatakan…

so gue harus salto sambil bilang wow githuw

 

16 Desember 2012 04.40  Reply To This Comment

ari sudono mengatakan…

terima kasih sekali pak atas informasinya, sekarang saya mengerti cara penggunaan neraca triple beam, kemaren2 saya tahunya cuma jualan neraca aja, mohon materinya ditambah pak, salam kenal

 

7 Juli 2013 18.51  Reply To This Comment

Slamet Widiantoro mengatakan…

@ari sudono insyaAllah

 

12 Juli 2013 22.39  Reply To This Comment

POSKAN KOMENTAR ANDA DI SINI DENGAN BAIK DAN SOPAN

 

Sangat kami tunggu komentarnya dengan dengan cara klik tanda panah open ID atau tulis Nama dan alamat URL/Website/Gogle + Anda (jika punya) jika tidak kosongkan saja. Tunggu konvirmasi persetujan dari Admin.

 

 

LINK KE POSTING INI

 

Buat sebuah Link

 

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

POPULAR POSTS

 

Macam- Macam Alat ukur Massa dan Cara Mengukurnya

Foto Praktek Mengukur Massa dengan Neraca Tiga Lengan  Apakah Anda pernah  jalan- jalan ke pasar, melihat bagaimana para pedagan meni…

 

Apa Perbedaan GLB dan GLBB?

Mobil Bergerak Tentu kalain pernah melihat mobil bergerak lurus bukan,dan tentunya memilki kecepatan tertentu. Sekarang apakah setiap …

 

Membuat Roket Air dari Botol Aqua Bekas

Foto anak SMP N 1 Gabus sedang  praktek roket air Dalam pembelajaran IPA di perlukan praktek IPA agar pembelajaran IPA lebih menarik l…

CARI CONTEN BLOG INI

 

Cari

SALURAN YOU TUBE KU

Photobucket

BUKU ELEKTRONIK IPA

IPA Kelas 7IPA Kelas 8IPA Kelas 9

Pengukuran dan Besaran

Klasifikasi Zat

Wujud Zat dan Perubahannya

Perubahan Zat

Pengamatan Gejala Alam Gerak

Ciri-ciri Makhluk Hidup

Organisasi Kehidupan

Ekosistem

Pelestarian Ekosistem

Manusia dan Lingkungannya

RANDOM POST

PPT Image Processing

Lomba Pembuatan Multimedia Interaktif LPMP Jateng 2012

Video Peluncuran Roket Air

PEMBASAHAN SOAL UN (UJIAN NASIOANAL) IPA TAHUN 2012 BAGIAN 3

Animasi Gaya tak sentuh

KOMENTAR

Nanda MeritaNanda Merita

wahhh kereenn. sangat kreatif..terima kasih untuk infonya, k…

SPENDABA OKSPENDABA OK

ijin copy promes, dll ko belum bisa mas widi, tx bantuannya

A SetyaBudyA SetyaBudy

Sebuah roda bergerigi berada pada landasan yg bergerigi .1.J…

BELAJAR IPA YUK…!

 

 

chating di Facebook

 

 

LINK

Goesmart

LPMP Jateng

DISDIK Jateng

BPTIKP jateng

SMP N 1 Gabus

MGMP IPA Pati

Kemendiknas

TV Edukasi

Sparkline 2,582,353

BANNER

PageRank Checking Icon Internet Sehat Bronze Forum Multimedia Edukasi www.formulasi.or.id Academics Blogs

 

Top DSPI – Direktori Situs Pendidikan Indonesia Terbaik

 

POSTING TERBARU

FOLLOWERS

 

FOLOW MY BLOG

NetworkedBlogs

Follow this blog

Support : Beranda |

| Copyright © 2009. GURU IPA PATI – All Rights Reserved Template Modify Mr.Widi | mastemplate

Proudly powered by Blogger Team

SHARE

 

Let’s Study !!!

nothing terminology for stop study. dont let your dream just be dream.

TimeLine

makalah tentang alat ukur beserta fungsinya

Diposkan oleh regina jibran di Kamis, Agustus 28, 2014

Reaksi:

 

 

 

 

TUGAS FISIKA

MAKALAH TENTANG ALAT UKUR BESERTA FUNGSINYA

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DISUSUN OLEH :

NAMA : REGINA SALSA GANDI

NO.ABSEN : 38

KELAS : X IPA 1

 

SMAN 6 MATARAM

2014

 

 

 

 

 

 

KATA   jenis jenis alat ukur PENGANTAR

 

Assalamu’alaikum  Wr. Wb.

Segala puji dan syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT karena limpahan rahmat, taufik serta hidayah-Nya, kami dapat membuat makalah ini berjudul“Alat Ukur Beserta Fungsinya ” kami dapat menyelesaikan dengan baik sesuai dan dengan waktu yang telah ditentukan, Makalah ini dibuat dengan sedemikiaan rupa agar mudah mempelajari dan memahami pelajaran yang ada dalam makalah ini. Dan kami juga menyampaikan terima kasih kepada jenis jenis alat ukur semua pihak yang telah membantu terselesaikannya tugas ini, dan yang telah memberikan banyak saran, petunjuk dan dorongan dalam menyelesaikan tugas ini.. Semoga segala yang telah kita kerjakan merupakan bimbingan yang lurus dari Yang Maha Kuasa. Kami menyadari, bahwa penyusunan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, kritik dan saran sangat berguna bagi pembuatan dan penyempurnaan selanjutnya. Selain itu, ucapan terima kasih kami hanturkan kepada semua pihak yang telah membantu dalam pembuatan makalah ini.

Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua dan dengan adanya penyusunan makalah seperti ini.

Akhirnya, jazakumullahu khairan katsira.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

 

Mataram, 23 agustus 2014

 

 

 

Regina salsa gandi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Daftar Isi

 

Kata pengantar ……………………………………………………………………………………………………………..…….1

Daftar isi ……………………………………………………………………………………………………………………………2

Bab 1 pendahuluan …………………………………………………………………………………………………………….3

Latar belakang…………………………………………………………………………………………………………………..3

Rumusan masalah …………………………………………………………………………………………………………….4

Tujuan penulisan ………………………………………………………………………………………………………………4

Bab 2 pembahasan ……………………………………………………………………………………………………………..5

Alat ukur panjang ……………………………………………………………………………………………………………..5

Jangka sorong …………………………………………………………………………………………………………………5

Mikro meter sekrup ………………………………………………………………………………………………………10

Mistar …………………………………………………………………………………………………………………………..14

Alat ukur massa ………………………………………………………………………………………………………………15

Neraca ohaus ………………………………………………………………………………………………………………..15

Neraca ohaus dua lengan ……………………………………………………………………………………………..15

Neraca ohaus tiga lengan …………………………………………………………………………………………..….16

Neraca pasar …………………………………………………………………………………………………………………16

Alat ukur waktu ………………………………………………………………………………………………………………17

Stopwatch …………………………………………………………………………………………………………………….17

Bab 3 penutup ………………………………………………………………………………………………………………….18

Daftar pustaka ………………………………………………………………………………………………………………..18

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

  1. Latar Belakang

 

Ilmu Fisika merupakan ilmu pengetahuan yang berlandaskan eksperimen, dimana eksperimen itu sendiri terbagi dalam beberapa tahapan, di antaranya pengamatan, pengukuran, menganalisis, dan membuat laporan hasil eksperimen. Dalam melakukan eksperimen diperlukan pengukuran dan alat yang digunakan di dalam pengukuran yang disebut alat ukur.

Banyak sekali alat ukur yang sudah diciptakan manusia baik yang tradisional maupun yang sudah menjadi produk teknologi modern.

Sebelum memakai neraca, mikrometer, jangkasorong, dan alat ukur lainnya didalam suatu eksperimen, hal pertama yang harus dipahami dalam suatu praktikum adalah prinsip kerja serta fungsi dari komponen-komponen yang terdapat pada neraca, mikrometer, jangkasorong, dan alat ukur lainnya  tersebut agar diperoleh data yang benar. Selain itu, untuk memperoleh data yang benar dan akurat di dalam suatu eksperimen diperlukan juga pengukuran dan penulisan hasil pengukuran dalam satuan yang benar serta keselamatan kerja dalam pengukuran menjadi poin yang patut diperhitungkan sehingga berbagai peristiwa kecelakaan yang terjadi di dalam melakukan eksperimen tidak perlu terjadi.

Oleh sebab itu, Pengetahuan alat merupakan salah satu faktor yang penting untuk mendukung kegiatan praktikum. Praktikan akan terampil dalam praktikum apabila mereka memiliki keterampilan melakukan pengukuran sesuai prosedur, membaca hasil ukur, menuliskan hasil pengukuran sesuai aturan yang berlaku, dan dapat melakukan kalibrasi alat ukur serta yang paling dasar praktikan mempunyai pengetahuan mengenai alat-alat praktikum yang meliputi nama alat, fungsi alat, komponen-komponen, dan prinsip kerja.

 

 

 

 

 

 

  1. Rumusan Masalah

 

  1. Bagaimana cara dan prinsip kerja neraca?
  2. Apa itu neraca ohaus, mikrometer, jangkasorong, dan alat ukur lainnya ?
  3. Apa fungsi neraca ohaus, mikrometer, jangkasorong, dan alat ukur lainnya dan bagaimana cara menggunakannya?

 

  1. Tujuan Penulisan

 

Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah sebagai berikut :

  • Mengetahui bagian –bagian pada neraca ohaus, mikrometer, jangkasorong, dan alat ukur lainnya.
  • Mengetahui fungsi pada neraca ohaus, mikrometer, jangkasorong, dan ukur lainnya.
  • Mengetahui bagaimana cara menggunakan neraca ohaus, micrometer, jangkasorong, dan alat ukur lainnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

 

  1. Alat Ukur Panjang

Alat ukur panjang yang biasa digunakan sebagai berikut:

 

  1. Jangka Sorong

 

  1. Pengertian

 

Jangka sorong adalah alat ukur yang ketelitiannya dapat mencapai seperseratus milimeter. Terdiri dari dua  bagian skala, yaitu skala tetap (tidak dapat digeser)  dan skala nonius (dapat digeser). Pembacaan hasil pengukuran sangat bergantung pada keahlian dan ketelitian pengguna maupun alat. Sebagian keluaran terbaru sudah dilengkapi dengan display digital. Pada versi analog, umumnya tingkat ketelitian adalah 0.05mm untuk jangka sorang dibawah 30cm dan 0.01 untuk yang diatas 30cm.

Pada nonius jangka sorong biasanya didapatkan 49 bagian skala utama, 50 bagian skala nonius, atau 50 bagian skala nonius 49 mm

 

Bagian-bagian Jangka Sorong :

 

  1. Rahang dalam

Rahang dalam digunakan untuk mengukur sisi luar dari suatu benda. Terdiri atas rahang tetap dan rahang geser.

  1. Rahang luar

Rahang luar digunakan untuk mengukur sisi dalam dari suatu benda. Terdiri atas rahang tetap dan rahang geser.

 

 

  1. Depth probe

Depth probe digunakan untuk mengukur kedalaman dari suatu benda.

  1. Skala Utama (dalam cm)

Pada skala utama, angka 0 – 17 menunjukan skala dalam cm sedangkan garis – garis yang lebih pendeknya dalam mm. Sepuluh skala utama memiliki panjang 1 cm sehingga dua sekala utama yang berdekatan berukuran 0,1 cm atau sama dengan 1 mm.

 

  1. Skala utama (dalam inchi)

Pada skala utama, angka 0 – 6 menunjukan skala dalam inchi sedangkan garis – garis yang lebih pendeknya dalam fraksi.

  1. Skala nonius (dalam 1/10 mm)

Pada jangka sorong di atas, untuk setiap garis skala menunjukan 1/10 mm. Tetapi ada juga yang memiliki skala 1/20, dll. Sepuluh skala nonius memiliki panjang 9 mm, sehingga jarak dua skala nonius yang saling berdekatan adalah 0,9 mm. Dengan demikian, perbedaan satu skala utama dan satu skala nonius adalah 1 mm – 0,9 mm = 0, 1 mm atau 0,01 cm

Dengan melihat skala terkecil dari jangka sorong ini, maka ketelitian dari jangka sorong adalah setengah dari skala terkecil jangka sorong tersebut, yaitu: atau 0,005 cm

 

  1. Skala Nonius (untuk inchi)

Menunjukan skala pengukuran fraksi dari inchi

 

  1. Pengunci

Digunakan untuk menahan bagian – bagian yang bergerak ketika pengukuran seperti rahang atau Depth probe

 

  1. Jenis-jenis Jangka Sorong

 

1).   Jangka sorong nonius ( Vernier Caliper )

 

Ada dua jenis utama dari jangka sorong nonius. Jenis pertama hanya digunakan untuk mengukur dimensi luar dan dimensi dalam sedangkan jenis kedua selalu untuk mengukur dimensi luar dan dimensi dalam, juga dapat digunakan untuk mengukur ketinggian.

Pada jenis pertama, untuk pengukuran dimensi dalam maka harga yang dibaca pada skala linier harus ditambah dengan tebal dari ujumg kedua rahang ukur. Biasanya rahang ingsut/jangka sorong ini mempunyai kapasitas ukur sampai 150 mm, sedangkan untuk jenis yang besar dapat sampai 1000mm. kecermatan pembacaac tergantung dari skala noniusnya dalam hal ini adalah 0,10 ; 0,50 atau 0,2 mm.

 

  1. Jangka sorong Jam (Dial Caliper)

 

Mistar ingsut / jangka sorong jam yang memakai jam ukur sebagai ganti dari skala nonius. Gerak lurus dari sensor diubah menjadi gerak berputar dari jam penunjuk dengan perantaraan roda gigi. Pada poros jam ukur dan batang bergigi yang melekat di tengah-tengah sepanjang batang ukur.

 

  1. Jangka sorong jenis jenis alat ukur Ketinggian (Hight Gauge)

 

Suatu jenis jangka sorong yang berfungsi sebagai pengukur ketinggian disebut jangka sorong ketinggian. Alat ukur ini dilengkapi dengan rahang ukur yang bergerak vertical pada batang berskala yang tegak lurus dengan landasannya. Skala utama pada batang ukur ada yang dapat diatur ketinggiannya, dengan menggunakan penyetel yang terletak dipuncaknya. Dengan demikian pembacaan ukuran dapat diatur mulai dengan bilangan bulat.

Sebelum melakukan pengukuran, hendaknya terlebih dahulu dilakukan pengecekan kondisi alat pengukuran, apakah masih layak pakai atau tidak. Sebab pemakaian alat pengukuran yang sudah terrlalu lama bisa mempengaruhi tingkat ketelitian alat tersebut terhadap hasill pengukuran. Metode pengujian ini dinamakan dengan metode kalibrasi. Kesalahan-kesalahan dari alat ukur biasanya terjadi pada penunjukan skala, penunjukan awal jenis jenis alat ukur posisi nol pada skala dan sebagainya. Pada jangka sorong kesalahan yang terjadi biasanya pada saat awal sebelum pengukuran, yaitu ketika rahang geser dan rahang tetap di tutup rapat. Posisi angka nol pada skala nonius tidak tetap berada di posisi angka nol pada skala utama, kadang bisa lebih atau kurang. Kelebihan atau kekurangan penunjukkan skala tersebut biasa dinamakan dengankesalahan nol (zero error).

Jika posisi nol pada skala nonius berada di sebelah kanan posisis nol pada skala utama atau dinamakan juga kesalahan nol positif, maka hal ini berarti bahwa hasil pengukuran lebih dari nilai sebenarnya

Jika posisi nol pada skala nonius berada di sebelah kiri posisi nol pada skala utama atau dinamakan juga kesalahan nol negatif, maka hal ini berarti bahwa hasil pengukuran kurang dari nilai sebenarnya sehingga untuk mendapatkan nilai sebenarnya

 

  1. Kegunaan Jangka Sorong

 

 

Kegunaan jangka sorong adalah:

1). untuk mengukur suatu benda dari sisi luar dengan cara diapit

2). untuk mengukur sisi dalam suatu benda yang biasanya berupa lubang (pada   pipa, maupun lainnya) dengan cara diulur

 

untuk mengukur kedalamanan celah/lubang pada suatu benda dengan cara

menancapkan / menusukkan bagian pengukur.

  1. Penggunaan Jangka Sorong

 

Adapun penggunaan jangka sorong, adalah sebagai berikut :

 

1).      Mengukur Diameter Luar Benda

DISTRIBUTOR HERBALIFE
TERMURAH & ORIGINAL
-------------------------------------------------
Untuk order :
HP/SMS/WA : 0813 2011 2028
BBM : 54F4CE77 | Line : ProgramLangsing


PAKET HERBALIFE

Pilihan paket Herbalife yang bisa Anda pilih sesuai kebutuhan


PRODUK HERBALIFE

Produk-produk Herbalife ini sudah bersertifikat FDA, TGA, GMP dari USA & BPOM dari Indonesia. Dan pastinya tidak mudah untuk produk-produk yang bisa mendapatkan sertifikat ini.


 

Cara mengukur diameter, lebar atau ketebalan benda:

Putarlah pengunci ke kiri, buka rahang, masukkan benda ke rahang bawah jangka sorong, geser rahang agar rahang tepat pada benda, putar pengunci ke kanan.

 

2).      Mengukur Diameter Dalam Benda

 

Cara mengukur diameter bagian dalam sebuah pipa atau tabung :

Putarlah pengunci ke kiri, masukkan rahang atas ke dalam benda ,geser agar rahang tepat pada benda, putar pengunci ke kanan.

 

3).      Mengukur Kedalaman Benda

Cara mengukur kedalaman benda :

Putarlah pengunci ke kiri, buka rahang sorong hingga ujung lancip menyentuh dasar tabung, putar pengunci ke kanan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Mikrometer Sekrup

 

  1. Pengertian

 

Micrometer sekrup adalah alat ukur panjang yang mempunyai batas ukur maksimal 25 mm. Untuk mengukur benda-benda yang berukuran jenis jenis alat ukur pendek atau kecil seperti kawat, kertas, alumunium digunakan micrometer sekrup. Mikrometer sekrup mempunyai tingkat ketelitian yang tinggi yaitu 0,01 mm. Micrometer sekrup mempunyai dua skala, yaitu skala utama dan skala nonius. Skala nonius ditunjukkan oleh selubung yang menyerupai mur. Skala pada selubung dibagi menjadi 50 bagian, satu bagian skala pada selubung mempunyai nilai 1/50 X 0,5 mm = 0,001 mm. skala utama micrometer terdapat pada batangnya. Satu bagian pada skala utama nilainya 0,1 mm.

Bagian utama micrometer adalah sebuah poros berulir yang terpasang pada sebuah silinder pemutar yang disebut bidal (selubung luar). Jika selubung luar diputar 1 kali maka rahang geser dan juga selubung luar maju atau mundur 0,5 mm. Karena selubung luar memiliki 50 skala, maka 1 skala pada selubung luar sama dengan jarak maju atau mundur rahang geser sejauh 0,5 mm/50 = 0,01 mm. Mikrometer memiliki ketelitian sepuluh kali lebih teliti daripada jangka sorong. Ketelitiannya sampai 0,01 mm.

Hasil pengukuran dengan micrometer sekrup (H) adalah (jumlah skala utama       sampai atas skala nonius x 0,5 mm) + (jumlah skala nonius sampai garis skala nonius yang segaris dengan garis horizontal pada skalam tetap x 0,01 mm).

Mikrometer sekrup memiliki ketidakpastian pengukuran sebesar setengah dari nilai skala terkecil (skala nonius). Skala terkecil dari micrometer sekrup adalah 0,01 mm. dengan demikian ketidakpastian micrometer sekrup adalah 0,005mm

  1. Jenis-jenis Mikrometer

 

Mikrometer memiliki 3 jenis umum pengelompokan yang didasarkan pada aplikasi berikut

 

1).      Mikrometer Luar

 

Alat ukur yang dapat mengukur dimensi luar dengan cara membaca jarak antara dua muka ukur sejajar yang berhadapan, yaitu sebuah muka ukur tetap yang terpasang pada satu sisi rangka berbentuk U, dan sebuah muka ukur lainnya yang terletak pada ujung spindle yang dapat bergerak tegak lurus terhadap muka ukur, dan dilengkapi dengan sleeve dan thimble yang mempunyai graduasi yang sesuai dengan pergerakan spindle. Mikrometer luar digunakan untuk ukuran memasang kawat, lapisan-lapisan, blok-blok dan batang-batang.

 

2).      Mikrometer dalam

 

Alat ukur yang dapat mengukur dimensi dalam dengan cara membaca jarak antara dua muka ukur sferis yang saling membelakangi, yaitu sebuah muka ukur tetap yang terpasang pada batang utama dan sebuah muka ukur lainnya yang terletak pada ujung spindle yang dapat bergerak searah dengan sumbunya, dan dilengkapi dengan sleeve dan thimble yang mempunyai graduasi yang sesuai dengan pergerakan spindle..Mikrometer sekrup dalam digunakan untuk mengukur garis tengah dari lubang suatu benda.

 

3).      Mikrometer kedalaman

 

Mikrometer kedalaman digunakan untuk mengukur kerendahan dari langkah-langkah dan slot-slot.

Skala pada mikrometer sekrup ada dua yaitu ;

1).      Skala Utama (SU), yaitu skala pada pegangan yang diam (tidak berputar) ditunjuk oleh bagian kiri pegangan putar dari mikrometer sekrup.

2).      Skala Nonius (SN), skala pada pegangan putar yang membentuk garis lurus dengan garis mendatar skala diam dikalikan 0,01 mm.

 

 

  1. Cara Membaca Mikrometer Skrup

 

Untuk menggunakan mikrometersekrupcdapat dilakukan dengan langkah berikut :

  • Putar bidal (pemutar) berlawanan arah dengan arah jarum jam sehingga

ruang antara kedua rahang cukup untuk ditempati benda yang akan diukur.

  • Letakkan benda di antara kedua rahang.
  • Putar bidal (pemutar) searah jam sehingga saat poros hampir menyentuh benda, pemutaran dilakukan dengan menggunakan roda bergigi agar poros tidak menekan benda. Dengan memutar roda berigi ini, putaran akan berhenti segera setelah poros menyentuh benda. Jika sampai menyentuh benda yang diukur, pengukuran menjadi tidak teliti.
  • Putar sekrup penggeser hingga terdengar bunyi klik satu kali.
  • Baca hasil pengukuran pada skala utama dan skala nonius dengan rumus :

H = (skala utama x 0,5 mm) + (skala nonius x 0,01 mm)

 

Beberapa hal yang diperlukan sewaktu menggunakan mikrometer sekrup:

 

1).      Permukaan benda ukur, mulut ukur dari mikrometer sekrup harus dibersihkan dahulu adanya kotoran, terutama bekas proses pengukuran dapat menyebabkan kesalahan ukur maupun merusak permukaan mulut ukur.

2).      Sebelum dipakai kedudukan nol mikrometer sekrup harus diperiksa. Kedudukan nol disetel dengan cara merapatkan mulut ukur dengan ketelitian silindet tetap diputar dengan memakai kunci penyetel sampai garis referensi dari skala tetap bertemu dengan garis nol dari skala putar.

3).      Bukalah mulut ukur sampai sedikit melebihi dimensi objek ukur. Apabila dimensi tersebut cukup satu bar maka poros ukur dapat digerakkan dengan cepat dengan cara menyelindingkan silinder putat pada telapak tangan. Jangan sekali-kali memutar rangkanya dengan memegang silinder putar seolah-olah memegang mainan kanak-kanak.

4).      Benda ukur dipegang dengan tangan kiri dan mikrometer sekrup di telapak tangan kanan, dan ditahan oleh kelingking, jari manis, serta jari tengah. Telunjuk dan ibu jari dugunakan untuk memutar silinder pusat.

 

Pada waktu mengukur, maka penekanan poros ukur benda ukur tidak boleh terlalu keras sehingga memungkinkan kesalahan ukur karena adanya deformasi (perubahan bentuk) dari benda ukur maupun alat ukurnya sendiri. Kecermatan pengukuran tergantung atas penggunaan tekanan pengukuran yang cukup dan selalu tetap. Hal ini dapat dicapai dengan cara memutar silinder putar melalui gigi gelincir atau tabung gelincir atau sewaktu poros ukur hampir mencapai permukaan benda ukur.

Hasil pengukuran pada skala utama dan skala nonius dapat ditentukan dengan rumus :

H = (skala utama x 0,5 mm) + (skala nonius x 0,01 mm)

Misalkan :

Terdapat sebuah objek yang diukur, angka pada skala utama menunjukkan 8, sedangkan sedangkan skala noniusnya berimpit pada angka 30. maka hasil pengukuranya adalah:

(8 x 0,5 mm) +( 30 x nst (0.01) mm) = 4,30 mm

 

  1. Fungsi Mikrometer Sekrup

 

Mikrometer sekrup biasa digunakan untuk mengukur ketebalan suatu benda. Misalnya tebal kertas. Selain mengukur ketebalan kertas, mikrometer sekrup digunakan untuk mengukur diameter kawat yang kecil.

Mikrometer memiliki ketelitian sepuluh kali lebih teliti daripada jangka sorong. Ketelitiannya sampai 0,01 mm.

 

 

.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Mistar

 

Mistar adalah sebuah alat pengukur dan alat bantu gambar untuk menggambar garis lurus. Terdapat berbagai macam mistar, dari mulai yang lurus sampai yang berbentuk segitiga (biasanya segitiga siku-siku sama kaki dan segitiga siku-siku 30°–60°). Mistar dapat terbuat dari plastik, logam, berbentuk pita dan sebagainya. Juga terdapat mistar yang dapat dilipat.

 

  1. Tingkat ketelitiannya

 

Skala terkecil dari mistar adalah 1 mm (0,1 cm) dan ketelitiannya setengah skala terkecil 0, 5 mm (0,05 cm).

 

 

  1. Cara menggunakan atau membacanya

 

Pembacaan skala pada mistar dilakukan dengan kedudukan mata pengamat tegak lurus dengan skala mistar yang dibaca.

 

  1. Sertakan Gambar

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Alat Ukur Massa

Alat ukur massa yang biasa digunakan sebagai berikut:

Neraca O’haus

 

  1. Pengertian

 

Neraca Ohaus adalah alat ukur massa benda dengan ketelitian 0.01 gram. Prinsip kerja neraca ini adalah sekedar membanding massa benda yang akan diukur dengan anak timbangan. Anak timbangan neraca Ohaus berada pada neraca itu sendiri. Kemampuan pengukuran neraca ini dapat diubah dengan menggeser posisi anak timbangan sepanjang lengan. Anak timbangan dapat digeser menjauh atau mendekati poros neraca . Massa benda dapat diketahui dari penjumlahan masing-masing posisi anak timbangan sepanjang lengan setelah neraca dalam keadaan setimbang. Ada juga yang mengatakan prinsip kerja massa seperti prinsip kerja tuas.

 

  1. Skala Dalam Neraca Ohaus

Banyaknya skala dalam neraca bergantung pada neraca lengan yang digunakan. Setiap neraca mempunyai skala yang berbeda-beda, tergantung dengan lengan yang digunakannya.

Ketelitian neraca merupakan skala terkecil yang terdapat dalam neraca yang digunakan disaat pengukuran. Misalnya pada neraca Ohauss dengan tiga lengan dan batas pengukuran 310 gram mempunyai ketelitian 0,01 gram. Hal ini erat kaitannya ketika hendak menentukan besarnya ketidakpastian dalam pengukuran. Berdasarkan referensi bahwa nilai ketidakpastian neraca ohaus adalah 0,05.

 

  1. Jenis Neraca Ohaus

 

Neraca Ohaus terbagi menjadi dua macam, di antaranya:

 

1). Neraca Ohaus dua lengan

 

Nilai skala ratusan dan puluhan di geser, tapi skala satuan dan 1/100 nya di putar. Gambar (1.10) merupakan neraca Ohaus dua lengan. Neraca ini memiliki dua lengan. Lengan depan terdapat satu anting logam yang digeser-geser dari 0, 10, 20, …, 100g.

Sedangkan lengan belakang lekukan-lekukan mulai dari 0, 100, 200, …, 500 g. Selain dua lengan, neraca ini memiliki skala utama dan skala nonius. Skala utama 0 sampai 9 g sedangkan skala nonius 0 sampai 0,9 g.

 

 

Neraca Ohaus dua lengan terdiri dari beberapa komponen, di antaranya:

 

  1. Lengan depan
  2. Lengan belakang
  3. System magnetic
  4. Penggeser anak timbangan
  5. Venier
  6. Kait
  7. Skala
  8. Lekuk
  9. Wadah
  10. Alas

 

2).      Neraca Ohaus tiga lengan

Adalah nilai skalanya dari yang besar sampai ketelitian 0.01 g yang di geser.

Neraca ini memiliki tiga lengan, yakni sebagai berikut:

  • Lengan depan memiliki anting logam yang dapat digeser dengan skala 0, 1, 2, 3, 4,….., 10gr. Di mana masing-masing terdiri 10 skala tiap skala 1 gr.jadi skala terkecil 0,1 gram
  • Lengan tengah, dengan anting lengan dapat digeser, tiap skala 100 gr, dengan skala dari 0,100, 200, ………, 500gr.
  • Lengan belakang, anting lengan dapat digeser dengan tiap skala 10 gram, dari skala 0, 10, 20, …, 100 gr.

 

3). Neraca Pasar,

 

yaitu neraca yang biasa digunakan di pasar-pasar tradisional, bentuknya seperti pada gambar di samping. Cara pemakaian neraca ini yaitu dengan meletakkan benda yang akan ditimbang di bagian yang berbentuk mirip baskom, lalu di bagian sebelahnya yang datar diletakkan bandul neraca yang hampir seimbang dengan bobot benda, selanjutnya lengan neraca akan bergerak dan hasil pengukuran dapat diketahui

 

  1. Cara Pengukuran Massa Benda Dengan Neraca Ohaus

 

Dalam mengukur massa benda dengan neraca Ohaus dua lengan atau tiga lengan sama. Ada beberapa langkah di dalam melakukan pengukuran dengan menggunakan neraca ohaus, antara lain:

  • Meletakkan benda yang akan diukur massanya
  • Menggeser skalanya dimulai dari yang skala besar baru gunakan skala yang kecil. Jika panahnya sudah berada di titik setimbang 0 dan
  • Jika dua garis sejajar sudah seimbang maka baru memulai membaca hasil pengukurannya.
  1. Bagian-bagian Neraca Ohaus

 

Lengan neraca untuk neraca 3 lengan berarti terdapat tiga lengan dan untuk neraca ohauss 4  lengan terdapat empat lengan.

Pemberat (anting) yang diletakkan pada masing-masing lengan yang dapat digeser-geser dan sebagai penunjuk hasil pengukuran.

Titik 0 atau garis kesetimbangan, yang digunakan untuk menentukan titik kesetimbangan.

 

  1. Pembacaan dan penulisan hasil pengukuran dari neraca Ohaus

 

Untuk membaca hasil pengukuran menggunakan Neraca dapat dilakukan dengan langkah sebagai berikut :

 

  • Bacalah Skala yang ditunjukkan oleh anting (pemberat) pada masing-masing lengan neraca.
  • Hasil Pengukuran (xo) = Penjumlahan dari masing-masing Lengan Misalnya pada neraca Ohauss III lengan berarti hasilnya= LenganI + Lengan II +Lengan III.

 

  1. Alat Ukur Waktu

Alat ukur waktu yang biasa digunakan sebagai berikut: stopwatch.

 

  1. Stopwatch

 

  1. Tingkat ketelitiannya

 

Stopwatch mekanis memiliki ketelitian 0,1 sekon, stopwatch elektronik memiliki ketelitian 0,001 sekon

 

  1. Cara menggunakan atau membacanya

 

Cara menggunakan jam sukat dengan memulai menekan tombol di atas dan berhenti sehingga suatu waktu detik ditampilkan sebagai waktu yang berlalu. Kemudian dengan menekan tombol yang kedua pengguna dapat menyetel ulang jam sukat kembali ke nol. Tombol yang kedua juga digunakan sebagai perekam waktu.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

PENUTUP

 

DAFTAR PUSTAKA :

 

 

http://wiidayanti.blogspot.com/

http://ahmsthechanger.mywapblog.com/makalah-alat-ukur-lengkap.xhtml

http://amaliah9.blogspot.com/2013/12/makalah-alat-ukur.html

http://nanokomara.blogspot.com/2014/03/makalah-fisika-tentang-alat-ukur.html

 

 

 

 

 

 

Categories Fisika

2 komentar:

 

Poskan Komentar

 

 

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

Number..

42342

About Me

Foto saya

regina jibran

 

Dont let your dream just be dream

Lihat profil lengkapku

Labels

10 Besar Lomba Penulisan Karya Ilmiah Remaja Tingkat Nasional (1)

10 Besar Lomba Penulisan Karya Ilmiah Remaja Tingkat Nasional oleh Kementerian Agama Tahun 2015 (1)

Agama Islam (2)

Bahasa Indonesia (1)

Biologi (2)

BTCLS (1)

Fisika (1)

GAME (2)

Kebudayaan Sasak (1)

Kimia (3)

Penjas (2)

Proses Penulisan Karya Ilmiah Remaja (1)

Puisi (2)

Sejarah (7)

Seni Budaya (1)

TIK (7)

 

Let’s Study !!! Copyright © 2010 Design by Ipietoon Blogger Template Graphic from Enakei

 

 

MEDICAL RECORD

Medrec07.com adalah sebuah website tentang pendidikan dimana semua pelajaran dari SD, SMP, SMA maupun Perguruan Tinggi Lainnya.

HOME

DAFTAR ISI

ANALIS KESEHATAN

FARMASI

REKAM MEDIS

RONTGEN

KIRIM ARTIKEL

Home » Fisika » Pengertian Pengukuran dan Alat Ukur

Pengertian Pengukuran dan Alat Ukur

 

1:52 PM

 

 

Pengertian Pengukuran dan Alat Ukur. Pengukuran selalu berhubungan dengan besaran dan satuan. Sebagai contoh, saat mengukur panjang buku dan pensil, ini berarti membandingkan panjang buku dengan panjang pensil. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa Pengetian Pengukuran adalah membandingkan sejenis yang ditetapkan sebagai satuan.

Kegiatan mengukur memerlukan alat yang digunakan sebagai pembanding dalam pengukuran. Alat yang digunakan untuk mengukur disebeut alat ukur.

 

Alat Ukur

 

Agar hasil pengukuran yang dilakukan dianggap sebagai satuan standar, maka alat ukur harus memperhatikan syarat-syarat sebagai berikut:

  1. Tidak berubah (tetap) dalam keadaan apapun
  2. Dapat digunakan secara Internasional
  3. Mudah diproduksi (mudah ditiru)

 

Beberapa alat ukur yang digunakan sebagai satuan standar antara lain sebagai berikut:

  1. Alat Ukur Panjang

 

Standar ukuran panjang adalah meter. Standar panjang Internasional yang pertama adalah sebuah batang yang terbuat dari campuran platina-iridium, yang disebut meter standar.

Satuan Meter didefinisikan sama dengan jarak antara dua goresan pada meter standar pada suhu 0 Celcius.

Pada tahun 1960, satuan didefinisikan sama dengan 1.650.763,73 kali panjang gelombang sinar jingga ruang hampa pada peristiwa lucutan listrik.

Pada tahun 1983, definisi tersebut diperbaharui lagi. Satu meter didefinisikan sebagai jarak yang ditempuh cahaya dalam ruang hampa selama selang waktu 1/299.792.458 sekon.

 

Jenis-Jenis Alat Ukur

 

Pengertian Pengukuran dan Alat Ukur

 

  1. Mistar

Mistar terdiri dari dua macam, yaitu mistar metrik dan stik meter metrik.

  1. Mistar Metrik (Penggaris)

Mistar metrik yang sering anda gunakan adalah mistar yang panjangnya 10 cm atau 30 cm. Mistar ini biasanya memiliki dua skala, yaitu cm dan mm.

  1. Stik Meter Metrik

Stik meter metrik memiliki panjang satu meter. Stik meter metrik memiliki tiga skala, yaitu sentimeter (m), desinmeter (dm) dan miimeter (mm). Stik meter metrik memiliki ketelitian 0,1 cm atau 1 mm.

 

  1. Jangka Sorong

Alat ukur yang lebih teliti dari pada mistar adalah jangka sorong. Jangka sorong digunakan untuk mengukur diameter dalam dan diameter luar jenis jenis alat ukur dari cincin, tabung, atau pipa. Jangka sorong memiiki dua dua skala yaitu, skala utama dan skala nonius atau vernier.

 

  1. Mikrometer Sekrup

Alat ukur yang paling teliti adalah mikro meter sekrup. Mikro meter sekrup dapat digunakan untuk mengukur benda-benda yang sangat pendek, misalnya diameter kawat, ketebalan lempeng aluminium atau diameter kawat.. Mikro sekrup memiliki ketelitian samapi 0,01 mm.

 

Baca juga >>  Faktor Penyebab Perubahan Pada Benda

 

Demikianlah Medrec07 menjelaskan tentang Pengertian Pengukuran dan Alat Ukur. Semoga bermanfaat!

 

Referensi:

Ilmu Pengetahuan Alam SMP Jilid 1A

Drs. Sumarwan, Dkk. 2006

 

Sumber gambar:

Pixabay: Ruler

 

 

Share ke:FacebookGoogle+Twitter

Artikel Terkait Pengertian Pengukuran dan Alat Ukur :

Definisi Dan Sifat-Sifat Cahaya

Definisi Dan Sifat-Sifat Cahaya.Semua cahaya berasal dari sumber cahaya. Semua benda yang dapat memancarkan cahaya disebut sumber …

Perubahan Pada Benda

Faktor Penyebab Perubahan Pada BendaAda 3 faktor perubahan benda yaitu pelapukan, perkaratan dan pembusukan1. PelapukanPelapukan …

Bahan Kimia Pada Makanan

Bahan Kimia Pada Makanan saat ini sudah banyak beredar dan tanpa kita sadari kita sudah termasuk mengkonsumsi makanan tersebut. B …

Zat Adiktif dan Psikotropika

Zat adiktif dan psikotropika sekarang sudah merajalela apalagi di kalangan remaja, perlu bimbingan yang dilakukan orang tua terha …

Tata Surya

Pengertian Tata SuryaTata surya adalah matahari beserta susunan benda-benda langit yang secara langsung dan tidak langsung bereda …

1 komentar:

 

 

Sell Tiket

aTiket Pesawat Murah Online, dapatkan segera di SELL TIKET Klik disini:

selltiket.com

Booking di SELLTIKET.COM aja!!!

CEPAT,….TEPAT,….DAN HARGA TERJANGKAU!!!

 

Ingin usaha menjadi agen tiket pesawat??

Yang memiliki potensi penghasilan tanpa batas.

Bergabung segera di agen.selltiket.com

 

INFO LEBIH LANJUT HUBUNGI :

No handphone : 085365566333

PIN : 5A298D36

 

Segera Mendaftar Sebelum Terlambat. !!!

 

Reply

 

Budayakan lah berterima kasih, Harap tinggalkan komentar yang relevan.

 

Newer Post Older Post Home

PROMOTED CONTENT

by Mgid

 

Pria gelandangan mengubah 10 ribu terakhirnya menjadi 10 milyar

 

Cara menghasilkan Rp 38 juta per hari dari internet

 

Muda dan kaya . Dia menjadi seorang jutawan dari website ini !

 

Anak Kecil Berpenghasilan Puluhan Juta Sebulan, Ini Caranya!

jadiberhasil.com

 

 

LABELS

Agama Islam

Amandel

Analis Kesehatan

  1. Indonesia

Biologi

Cara Mengobati

Ekonomi

Farmasi

Fisika

Gejala Penyakit

Geografi

Ilmu Kesehatan Masyarakat

Kewarganegaraan

Komputer

medical record

Pengertian Dan Definisi

Rontgen

Sejarah

Seni Budaya

Sosiologi

Powered by Blogger.

POPULAR POSTS

Pengertian Anamnesa, Pemeriksaan Fisik, Pemeriksaan Penunjang, Diagnosis, Prognosis, Terapi dan Tindakan Medis

  1. Anamnesa / Anamnesis Anamnesa / Anamnesis adalah suatu kegiatan wawancara antara pasien/keluarga pasien dan   dokter atau tenaga kes…

 

Makna Proklamasi Kemerdekaan

Makna Proklamasi Kemerdekaan. Bagi bangsa Indonesia, Proklamasi Kemerdekaan bukan semata-mata sebagai tujuan, tetapi “jembatan emas&qu…

 

Ciri-Ciri Lengkap Negara Maju Dan Negara Berkembang

Ciri-Ciri Negara Maju Sebagian besar penduduknya bekerja pada sektor industri dan jasa yang sebagian hasilnya untuk diekspor. Mengusaha…

 

Proses dan Faktor-Faktor Pembentukan Tanah

Proses pembentukan tanah yaitu perubahan dari bahan induk / dasar menjadi lapisan tanah. Perkembangan tanah dari bahan induk yang padat men…

 

Pengertian DNA dan RNA Beserta Struktur dan Fungsinya

Pengertian DNA (Asam Deoksiribonukleat) merupakan asam nukelat yang didalamnya terdapat sel makhluk hidup. DNA ialah biomolekul primer sem…

 

Pengertian Totipotensi Beserta Manfaatnya

Totipotensi adalah kemampuan suatu sel untuk membelah dan menghasilkan individu baru. Totipotensi pada tumbuhan pertama kali diamati oleh F…

Pengertian Morfologi

Morfologi adalah cabang linguistik yang mengidentifikasi satuan-satuan dasar bahasa sebagai satuan gramatikal. Morfologi mempelajari seluk-…

 

Kronologi Terjadinya Perang Dunia II

Pada saat Perang Dunia II, sikap Amerika Serikat memihak Sekutu blok demokrasi yang meliputi negara Inggris, Prancis, Belanda, dan Belgia….

Retensi / Penyusutan & Pemusnahan Berkas Rekam Medis

Latar Belakang 1. Terbatasnya ruang penyimpanan berkas RM 2. Terbatasnya rak penyimpanan berkas RM 3. Pertambahan berkas RM pasien baru …

 

Definisi Analis Kesehatan

Definisi Analis Kesehatan. Analis Kesehatan adalah profesi yang bekerja pada sarana kesehatan yang melaksanakan pelayanan pemeriksaan, pen…

 

About | Contact Us | Disclaimer | Privacy Policy | Copyright © 2013 Medrec07.com Template SEO elite jenis jenis alat ukur

 

 

DISTRIBUTOR HERBALIFE
TERMURAH & ORIGINAL
-------------------------------------------------
Untuk order :
HP/SMS/WA : 0813 2011 2028
BBM : 54F4CE77 | Line : ProgramLangsing


PAKET HERBALIFE

Pilihan paket Herbalife yang bisa Anda pilih sesuai kebutuhan


PRODUK HERBALIFE

Produk-produk Herbalife ini sudah bersertifikat FDA, TGA, GMP dari USA & BPOM dari Indonesia. Dan pastinya tidak mudah untuk produk-produk yang bisa mendapatkan sertifikat ini.