diet ketat 3 hari

DISTRIBUTOR HERBALIFE
TERMURAH & ORIGINAL
-------------------------------------------------
Untuk order :
HP/SMS/WA : 0813 2011 2028
BBM : 54F4CE77 | Line : ProgramLangsing


PAKET HERBALIFE

Pilihan paket Herbalife yang bisa Anda pilih sesuai kebutuhan


PRODUK HERBALIFE

Produk-produk Herbalife ini sudah bersertifikat FDA, TGA, GMP dari USA & BPOM dari Indonesia. Dan pastinya tidak mudah untuk produk-produk yang bisa mendapatkan sertifikat ini.


 

Dicari Distributor Susu diet ketat 3 hari Soya Melilea di seluruh Indonesia

 Dicari Distributor Susu Soya Melilea di seluruh Indonesia

Hub : Suwanto, Hp : 081361548560, email : [email protected]

Produk Organik Melilea

Produk Melilea

Company Profil

Peluang Bisnis

Melilea Pematang Siantar

Melilea soya Organik Drink

Green Field Organik (GFO)

Cara Mengkonsumsi GFO

Juice Apel Organik

Produk Kecantikan Melilea

Melilea Botanical Skin Care Series

Melilea Skin Transfomer

Melilea Advence Toning System

Daftar Harga Produk Melilea

Kesaksian Pengguna Organik Melilea

Testimonial Pengguna Produk Melilea

Gaya Hidup Organik Bersama Melilea

Cara Menjadi Distributor Melilea

Keuntungan Menjadi Distributor Melilea

Keuntungan Menjadi Distributor Melilea Bagian II

Keuntungan Menjadi Distributor Melilea Bagian III

Potensi Penghasilan Menjadi Distributor Melilea

Contoh Perhitungan Bonus & Marketing Plan

 

Alexa Certified Traffic Ranking for http://mlm-marketings.blogspot.com

YAHOO MESSENGER

 My  Yahoo id:suwantophan

 My  Yahoo id:suwanto_sukses888

 My  Yahoo id:candradiesel

 My  Yahoo id:lisatan_888

 My  Yahoo id:lisa_chen1977

SENIN, 03 AGUSTUS 2009

Penyebab dan bahaya Toksin Bagi Tubuh ManusiA

Dari kebiasaan cara makan, tubuh manusia akan memperaktif suatu proses yang diketahui sebagai metabolisme untuk menyediakan darah baru dan sel-sel baru. Apabila kita menelan makanan melalui kerongkongan, makanan tersebut akan dicerna dan diasimilasikan oleh perut dan usus kecil. Sehingga bagian yang mengandung zat akan tetap berada dalam tubuh sementara sisa-sisanya dibuang. Sebagian sisa-sisa makanan tidak dapat melalui dinding-dinding perut dan usus sehingga hal tersebut diet ketat 3 hari menjadikan keadaan sama dengan endapan kotoran di bagian dalam pipa air. Maka sisa-sisa makanan tersebut akan tetap berada dalam tubuh kita yang ditambah lagi dengan adanya lipatan yang berlainan ukuran pada dinding usus. Jika sisa-sisa makanan tersebut tidak bergerak, sisa-sisa tersebut akan menjadi kotoran yang tersumbat dalam usus. Jika kotoran dibiarkan disitu terlalu lama, maka akan terjadi proses fermentasi yang berlebihan sehingga bakteri kompleks akan menjadi berlipat ganda di dalam usus tersebut dan akan mengeluarkan unsur-unsur bertoksin, yang menyebabkan pergerakan bakteri yang berguna di dalam usus menjadi lebih terbatas.

 

Hal tersebut menjadikan jumlah bakteri kompleks berlipat ganda dan bekerja lebih giat lagi tanpa kita sadari. Akibatnya, tubuh kita akan menderita berbagai penyakit dan rasa tidak nyaman yang tidak diketahui penyebabnya.

 

Pencemaran udara dan air juga menyebabkan berbagai masalah. Seperti asap cerobong dari pabrik atau asap knalpot dari kendaraan bermotor, gas masak serta air pipa berklorin akan menambah kandungan toksin di tubuh kita. Kebiasaan merokok dan minum-minuman keras juga tidak kurang bahayanya.

 

Apalagi bila ditambah lagi dengan rasa khawatir (terutama emosi negatif seperti terkejut, benci dan sebagainya), kelenjar kita akan menghasilkan hormon-hormon dan fermentasi yang menjadikan tubuh kita lebih tegang. Menurut statistik, 70% dari penyakit kanker disebabkan oleh ketegangan.

 

Sebagian sisa-sisa makanan bertoksin ini akan dibuang melalui ginjal, usus, dan rahim atau dikeluarkan sebagai keringat. Namun masih terdapat banyak unsur bertoksin yang tertinggal serta melekat kuat pada sel, organ tubuh, kelenjar, urat nadi, pembuluh vena dan beredar di dalam darah. Unsur-unsur bertoksin tersebut tidak mudah untuk dibuang.

Para dokter berpendapat bahwa penyebab utama timbulnya penyakit adalah unsur bertoksin yang menumpuk, bukan kuman asing asing yang berbahaya. Bakteri dan patogen hanya akan mempengaruhi kita apabila terlalu banyak kotoran di dalam tubuh kita yang menyebabkan kita lemah dan tidak berdaya untuk melawannya.

 

Henry B. Bieler mengatakan bahwa, “Toksin pada tubuh merupakan penyebab penyakit pada manusia. Jenis-jenis penyakit yang dialami ditentukan oleh kerusakan yang disebabkan oleh toksin tersebut.”

 

Faktor utama rasa sakit pada badan adalah TOKSIN

Alam menciptakan manusia sebagai suatu mesin yang sempurna. Walaupun bagaimanapun, hal tersebut telah dipengaruhi dan dimusnahkan oleh sikap naif, penyalahgunaan dan sifat rakus. Pada mulanya, manusia hidup dalam lingkungan hidup yang alami tanpa diet ketat 3 hari pencemaran tanah, udara dan air. Namun kemajuan teknologi dan penggunaan produk-produk kimia yang meluas (misal pestisida, bahan pengawet, pewarna, bahan tambahan dan lain-lain) telah mengakibatkan pencemaran lingkungan, udara dan air. Hal tersebut menyebabkan setiap bagian tubuh kita menderita berbagai penyakit seperti kanker, tumor dan sebagainya.

 

Pencemaran Pertanian

Walaupun revolusi pertanian telah membawa hasil yang lebih baik, namun sisa-sisa bahan kimia pada sayur-sayuran dan buah-buahan telah berpengaruh buruk terhadap kesehatan manusia. Rata-rata setiap orang memakan 0.1 kg sayuran dan buah yang mengandung pestisida.

 

Pencemaran Peternakan Hewan

Dalam perkembangannya, cukup banyak antibiotik telah digunakan untuk mencegah penyakit, sementara berbagai hormon digunakan untuk mempercepat pertumbuhan. Antibiotik yang tertinggal dalam daging akan berpengaruh buruk terhadap fungsi kekebalan tubuh kita dengan serius dan membinasakan tisu-tisu sel. Sementara itu, hormon-hormon juga mengganggu jalannya kelenjar endokrin.

 

Pencemaran Makanan Yang Diawetkan

Makanan-makanan yang diproses seluruhnya menggunakan pewarna, bahan pengawet, pemanis tiruan, ragi tiruan dan berbagai pewarna tiruan.

 

Pencemaran Sumber Air

Untuk mencegah penyakit agar tidak menular, air pipa telah ditambah dengan klorin yang berlebihan dengan tujuan untuk memusnahkan penularan. Klorin mengandung unsur-unsur karsinogenik.

 

Sebab-sebab Penumpukan Toksin

Pada jaman dulu, kita biasa dengan anggapan “makan-minum merupakan rahmat”, tanpa menyadari bahwa sebagian dari masalah tubuh kita sebenarnya berasal dari kebiasaan makan. Tidak ada kehidupan di bumi ini selain manusia yang dikatakan tidak “beradap” sanggup memakan makanan yang mengandung sifat asam yang berlebihan (seperti daging, makanan yang dihaluskan seperti nasi putih, roti, gula, manisan, makanan yang digoreng dan berminyak, protein berlebihan diet ketat 3 hari dan lain-lain) disebabkan terlalu banyak makan. Hal tersebut menyebabkan tubuh kita terlalu banyak mengandung asam serta dipenuhi dengan makanan yang tidak dapat dicerna, difermentasi, busuk dan tidak asli. Makanan yang kita makan setiap hari mengandung bahan-bahan kimia seperti pengawet, pewarna, antibiotik, perasa tiruan, pestisida. Seluruh makanan tersebut meningkatkan kandungan racun di dalam tubuh kita.

 

Hal tersebut menunjukkan toksin yang menumpuk dan apabila toksin tersebut terus berada di hati akan mengakibatkan penyakit hari dan pengerasan hati. Jika toksin terus berada dalam darah, toksin tersebut akan dapat mengeraskan saluran darah dan menyebabkan penyakit jantung. Jika terus berada di dalam paru-paru, toksin tersebut akan menimbulkan lendir dan tanda-tanda penyakit asma. Bilamana sistem penyaringan kita tidak dapat membersihkan toksin-toksin tersebut, toksin tersebut akan dikeluarkan melalui kulit sehingga menyebabkan berbago penyakit kulit. Hal tersebut yanga menyebakkan penderita penyakit kencing mans terpaksa diet ketat 3 hari diamputasi kakinya karena kulit dibagian tersebut bernanah. Sebagaian toksin berubah menjadi batu sementara yang lainnya akan terus berada di dalam ginjal. Apabila ginjal kita tidak berdaya menangani masalah tersebut akan terjadi perubahan patologi. Jika penumpukan toksin menyebabkan sistem endokrin kita gagal berfungsi, hormon kita akan terpengaruh dalam waktu singkat. Hal tersebut mengakibatkan penyakit kencing manis, masalah haid dan menopause.

 

Toksin Berbahaya Bagi diet ketat 3 hari Tubuh Manusia

Dalam keadaan biasa, hati kita akan mengeluarkan sisa-sisa pembuangan melalui saluran usus dan kulit, sementara ginjal mengeluarkan sisa-sisa pembuangan melalui saluran kencing atau kantong kencing. Apabila hati dan ginjal kita terluka atau terbebani maka fungsi pembersihan toksin yang biasa tidak dapat dilakukan, toksin di dalam tubuh akan menyebar ke dalam darah. Darah bertoksin tersebut jika tidak dapat dihilangkan atau dinetralisir, akan dapat menyebabkan kematian. Oleh karena itu, naluri daya tahan manusia telah menyesuaikan diri dengan cara-cara lain yang mengagumkan.

 

Daya tahan endokrin akan membawa toksin supaya toksin tersebut dapat dibersihkan melalui organ-organ pengeluaran lain seperti kelenjar gondok yang akan memaksa pembersihan toksin melalui sel-sel membrane mucus yang berasal dari endothetial dan menyebabkan mukositis.

 

Kelenjar adrenal akan memaksa ginjal memperkuat fungsi penyaringan sehingga dapat merusak ginjal itu sendiri. Tekanan darah juga meningkat dan menyebabkan serangan jantung atau berpengaruh buruk terhadap sistem penyebaran lainnya.

 

Toksin empedu yang dibersihkan oleh hati kita akan dihilangkan melalui kulit sebagai pengganti sehingga menyebabkan berbagai penyakit kulit seperti jerawat, bintik-bintik dan tahi lalat.

 

Tanda-tanda permulaan yang menunjukkan badan kurang bersih termasuk lendir di dalam hidung dan kerongkongan pada waktu bangun pagi, hidung tersumbat atau berair, lidah kotor, nafas bau, noda darah pada mata, selera makan menurun, perut kembung, masuk angin, sakit kepala, ketombe yang berlebihan, keringat yang berlebihan, bau badan, kulit berwarna kekuningan, cepat marah dan lain-lain.

 

Perkataan “Organik” sebenarnya berarti “berasal dari tanah”. Singkatnya, membawa arti “asli”, “alami”, “tidak tercemar”. Bapak teori organik, Dr.Henry Chang, menyatakan bahwa makanan organik berarti seluruh produk pertanian yang bebas dari pupuk kimia, bahan kimia atau bahan tambahan sejak permulaan, sehingga seluruhnya alami. Beberapa contoh cara-cara bertani tersebut termasuk membajak tanah secara tradisional, menggunakan pupuk alami atau tanah yang memang subur atau diet ketat 3 hari memasukkan cacing ke dalam tanah untuk menggemburkan tanah melalui kegiatan penggalian lubang yang alami. Hal ini menyebabkan tanah dioksidasikan, sehingga meminimalkan pencemaran tanah, udara dan air di kawasan tanah tersebut. Walaupun pupuk-pupuk kimia dapat membantu pertumbuhan, meningkatkan produktivitas tanah dan selanjutnya memberikan hasil yang lebih baik, namun hasil tersebut hanya indah dipandang tanpa banyak manfaat. Produk-produk hasil tani tersebut, mungkin banyak mengandung air yang mempengaruhi rasa asli sayur-sayuran atau kualitas makanan tumbuh-tumbuhan itu.

 

Peternakan hewan secara organik juga dimulai dengan pemberian makanan organik. Makanan-makanan tersebut bebas dari hormon pertumbuhan dan hewan ternak juga tidak perlu disuntik dengan hormon tambahan lain. Misal jika sapi penghasil susu diternak di padang rumput organik, maka susu dan daging yang dihasilkan juga dikategorikan sebagai produk organik. Siapa saja yang pernah memakan daging ayam “kampung” tentu saja berpendapat bahwa daging ayam tersebut lebih sedap dibandingkan dengan daging ayam yang berasal dari peternakan komersil.

 

Dr. Henry Chang yakin bahwa umur manusia dapat mencapai 100 tahun, tetapi sebagian besar manusia tidak dapat berumur panjang karena makanan mereka mengandung terlalu banyak bahan kimia. Hal ini mempengaruhi fungsi-fungsi sistem kekebalan tubuh mereka, sehingga mengakibatkan tekanan darah tinggi, kanker darah (leukimia) serta penyakit-penyakit masa kini lainnya.

 

Pada dasarnya, banyak negara di dunia telah setuju untuk menuju ke arah penciptaan sebuah “bumi organik”. Jika makanan organik menjadi popular di seluruh dunia, sehingga dapat mengubah kebiasaan makan dan minum kita, maka tujuan ideal “hidup sehat”, panjang umur memang bukan hanya impian. Marilah kira merubah kebiasaan dengan mengkonsumsi makanan organik. Untuk keterangan mengenai makanan organik Klik disini.

 

Mencoba Lebih Baik daripada Diam, karena Mencoba mungkin SUKSES kalo Diam pasti Gagal…!

 

 

 

 

 

Membuang Toksin dari dalam Tubuh

Jenis Penyakit karena Penumpukan Toksin

Apa itu Detoks ?

Detoksifikasi Melalui Puasa

Makanan Paling Berbahaya

Green Filed Organik (GFO) menyembuhkan Komplikasi

Rahasia Sukses

Sukses Dengan Multi Level Marketing

Bisakah Kita Menjadi Milyuner MLM

Menuju Kebebasan Finansial

Tanyakan Pada Dirimu Dan Hidupmu akan berubah

Cerita Renungan : Ayah Kembalikan Tangan Dita

Perangkap Tikus

Tiga Pohon

Jangan Dipendam

Belajar Mencintai Dari Cicak

 

 

Posted by Rahasia sukses dan hidup sehat at 14.27 

Labels: Kesehatan

 

AddThis Social Bookmark Button

0 comments:

 

Poskan Komentar

Links to this post

 

Buat sebuah Link

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

Langganan: Poskan Komentar (Atom)

Tentang Kesehatan

artikel kesehatan

Tinggalkan pesan anda di bawah ini

 

Produk Organik

 

 

Kanal Artikel

Kesehatan & Info Blogging

 

Home

Staedtler Pensil Terbaik

Copyright © 2016 Kanal Artikel

 

 

Apa Itu Botulisme ? Baca Disini

Botulisme merupakan suatu bentuk keracunan spesifik sebagai akibat penyerapan toksin yang dikeluarkan oleh Clostridium botulinum, yang terdiri dari 6 strain imunologik, yaitu strain A,B,C,D,E  dan F. Toksin botulinum adalah toksin yang kuat. Spora C.botulinum dapat bertahan pada suhu 100 C sampai beberapa jam, tetapi pada suhu 120 C spora dapat rusak dalam waktu kurang lebih 30 menit. Semua jenis toksinnya dapat hancur pada suhu 100 C selama 10 menit, atau 80 C selama 30 menit.

 

Infeksi pada manusia biasanya melalui makanan yang tercemar oleh toksin botulinum yang telah terbentuk sebelumnya. Sangat jarang melalui luka yang terinfeksi oleh C.botulinum. Tidak ada bukti bahwa kuman botulinum membentuk toksin di dalam saluran pencernaan.

 

Botulisme terjadi bila terdapat diet ketat 3 hari hal-hal seperti di bawah ini :

 

Makanan tercemar oleh kuman C.botulinum atau sporanya.

Kondisi yang memungkinkan pertumbuhan spora.

Kondisi dan keadaan yang memungkinkan terbentuknya toksin sebelum makanan  tersebut dimakan.

bahan yang mengandung toksin tersebut tidak atau kurang sempurna dipanaskan.

Bahan makanan yang tercemar toksin dimakan oleh penjamu yang peka.

DISTRIBUTOR HERBALIFE
TERMURAH & ORIGINAL
-------------------------------------------------
Untuk order :
HP/SMS/WA : 0813 2011 2028
BBM : 54F4CE77 | Line : ProgramLangsing


PAKET HERBALIFE

Pilihan paket Herbalife yang bisa Anda pilih sesuai kebutuhan


PRODUK HERBALIFE

Produk-produk Herbalife ini sudah bersertifikat FDA, TGA, GMP dari USA & BPOM dari Indonesia. Dan pastinya tidak mudah untuk produk-produk yang bisa mendapatkan sertifikat ini.


Toksin botulinum diserap terutama di lambung dan bagian atas usus halus. Toksin yang mencapai bagian bawah usus halus dan usus besar mungkin dapat diserap secara perlahan-lahan dan menyebabkan gejala dengan mula kerja lambat maupun lama pada beberapa penderita.

 

Toksin botulinum mempunyai efek farmakologis yang sangat spesifik, yaitu menghambat hantaran pada serabut saraf kolinergik dan mengadakan sparring dengan serabut adrenergik. pada penyelidikan diperlihatkan bahwa sejumlah kecil toksin mengganggu hantaran  saraf di dekat diet ketat 3 hari percabanagan akhir dan diujung serabut saraf. sebelum motor end plate, dan menghambat pelepasan asetikolin. Reaktivitas  serabut otot terhadap asetilkolin tidak mengalami gangguan. hal ini berbeda dengan kerja kurare yang menghambat respons serabut otot terhadap asetilkolin.

 

Manifestasi Klinis

Akibat botulisme bervariasi sebagai penyakit yang ringan sampai dengan penyakit yang berat dan dapat meninbulkan kematian dalam waktu 24 jam. Gejala-gejala klinis biasanya dimulai 12-36 jam setelah toksin termakan, walaupun pernah pula dilaporkan setelah 3-14 hari. Pada umumnya bila gejala timbul lebih cepat, maka keadaannya lebih serius dan berat. Gambaran klinisnya sangat khas, yaitu dilatasi pupil yang menetap, kekeringan selaput lendir, dan kelumpuhan otot yang progresif dengan angka kematian yang tinggi.

 

Gejala lain dapat berupa mual dan muntah, rasa lemah, pusing, dan vertigo, rasa kering pada mulut dan tenggorok, kadang-kadang disertai rasa nyeri di tenggorok, dan gejala neurologis dapat timbul segera dan bersamaan atau sesudah 12-72 jam, berupa  gangguan penglihatan ( kabur ), diplopia, disfonia, disfagia,, kelelahan, dan diikuti dengan gangguan otot-otot pernapasan.

 

Pasien biasanya tetap sadar, berorientasi baik, dan afebris, tapi pada yang berat kadang-kadang kesadaran dapat samnolen, kesulitan berbicara, dan menelan. Selaput lendir mulut dan lidah kering dan kasar. Kelemahan serabut otot terutama pada leher, ektremitas proksimal, dan otot-otot pernapasan timbul sesuai dengan perjalanan penyakit. Refleks tendo biasanya tetap baik. Bisa didapatkan distensi abdomen dengan bising usus melemah atau menghilang, serta retensi urin.

 

Gejala terakhir, berupa kelumpuhan otot pernapasan ( paralisis respirasi ), kegagalan pernapasan, obstruksi jalan napas, dan infeksi sekunder pada paru-paru, dapat menjadi penyebab-penyebab kematian. Henti jantung yang mendadak sering terjadi pada beberapa pasien dengan gangguan pernapsan yang berat, tetapi apakah hal ini terjadi sekunder oleh karena anoksia atau kerja primer dan toksin botulinum masih belum jelas.

 

Pada pasien yang sembuh, kembalinya fungsi otot-otot pernapasan, menelan, dan berbicara dapat berlangsung cepat, dan perbaikan tersebut sering terjadi dalam waktu 1 minggu. Kelemahan umum, konstipasi, gangguan okular dapat menetap untuk beberapa minggu, bahkan kadang-kadang beberapa bulan.

 

Penatalaksanaan

 

Pasien dengan botulisme dapat meninggal karena kegagalan pernapasan. Trakeostomi segera atau penggunaan respirator mekanis dapat mempertahankan hidup. Enema pembersih diberikan untuk mengeluarkan toksin yang tidak diserap dalam usus besar. Segera setelah diet ketat 3 hari diagnosis klinis dibuat, dilakukan uji klinis terhadap anti toksin. Bila negatif segera diberikan 100.000 unit antitoksin tipe A dan tipe B serta antitoksin tipe E 10.000 u secara iv. Karena setiap antitoksin tersebut adalah antigen spesifik, maka tidak ada proteksi silang diantara antitoksin-antitoksin tersebut.

 

Karena antitoksin botulisme tetap berada dalam sirkulasi darah selama 30 hari, maka dianjurkan dosis terapeutik total harus segera diberikan daripada pemberian dosis kecil secara multipel dalam waktu yang lebih lama. Antitoksin dengan dosis, 1/3-1/2 dosis terapeutik harus diberikan sebagai profilaksis pada orang-orang yang diketahui makan bahan makanan yang tercemar namun belum memperlihatkan gejala-gejala klinis.

 

Ada dugaan bahwa C.botulinum dapat berkembang biak di dalam saluran cerna manusia, maka sebaiknya diberikan pula antibiotik untuk mencegah komplikasi infeksi yang spesifik.

Share:   Facebook Twitter Google+ Stumble Digg

 POST META

Related Posts:

 

Kenali Tanda dan Gejala Syok Septik

Kenali Tanda dan Gejala Syok Septik – Seringkali septikemia disebabkan oleh bakteri gram negatif, meskipun sesekali dapat disebabkan oleh bakteri gram… Read More

Penanganan Korban Sengatan Listrik ( Trauma Listrik )

Tidak diragukan listrik sudah merupakan kebutuhan pada setiap keluarga, mengapa demikian ? karena hampir 70% kegiatan rumah tangga tergantung pada lis… Read More

Beberapa Pertanyaan Tentang Penyakit Hepatitis B

Hepatitis B merupakan salah satu jenis penyakit infeksi pada hati yang mempunyai angka prevalensi cukup tinggi, keberhasilan pengobatan penyakit Hep… Read More

Tahukah Anda Bahaya Gigitan Manusia ?

Mungkin selama ini Anda berpikir bahwa gigitan manusia tidaklah berbahaya dan menyebabkan berbagai gangguan  yang bisa berakibat fatal, benarkah demik… Read More

Hindari Thalassaemia – Cek Darah Sebelum Menikah

INFO PENYAKIT – Thalassaemia adalah penyakit kelainan sel darah merah yang disebabkan berkurang atau tidak dibentuknya bahan pembentuk Hemoglobin, yan… Read More

Newer Post Older Post Home

 

 

 

ALODOKTER  |  INFORMASI KESEHATAN TERLENGKAP DAN TERPERCAYA

LOGIN | DAFTAR

 Alodokter

 

 Go

Penyakit A-Z Virus Kanker Jantung Otak Psikologi Defisiensi Infeksi Mata Pencernaan Semua Penyakit  Obat A-Z Hidup Sehat Keluarga Tanya Dokter

DIFTERI

Pengertian Difteri

 

  

Difteri menyerang selaput lendir pada hidung serta tenggorokan dan terkadang dapat memengaruhi kulit. Penyakit ini sangat menular dan termasuk infeksi serius yang dapat mengancam jiwa jika tidak segera ditangani.

 

 

 

Difteri disebabkan oleh dua jenis bakteri, yaitu Corynebacterium diphtheriae dan Corynebacterium ulcerans. Masa inkubasi (saat bakteri masuk ke tubuh sampai gejala muncul) penyakit ini umumnya dua hingga lima hari. Gejala-gejala yang mengindikasikan penyakit ini meliputi:

 

Terbentuknya membran abu-abu yang menutupi tenggorokan dan amandel.

Demam dan menggigil.

Sakit tenggorokan dan suara serak.

Sulit bernapas atau napas yang cepat.

Pembengkakan kelenjar limfa pada leher.

Lemas dan lelah.

Hidung beringus. Awalnya cair, tapi lama-kelamaan menjadi kental dan terkadang berdarah.

Difteri juga terkadang dapat menyerang kulit dan menyebabkan bisul. Bisul-bisul tersebut akan sembuh dalam beberapa bulan, tapi biasanya akan meninggalkan bekas pada kulit.

Segera periksakan diri ke dokter jika Anda atau anak Anda menunjukkan gejala-gejala di atas. Penyakit ini harus diobati secepatnya untuk mencegah komplikasi.

 

Penularan Difteri

Penyebaran bakteri difteri dapat terjadi dengan mudah dan yang utama adalah melalui udara saat seorang penderita bersin atau batuk. Selain itu, ada beberapa metode penularan lain yang perlu diwaspadai. Antara lain melalui:

Barang-barang yang sudah terkontaminasi oleh bakteri, misalnya mainan atau handuk.

Sentuhan langsung pada bisul akibat difteri di kulit penderita. Penularan ini umumnya terjadi pada penderita yang tinggal di lingkungan yang padat penduduk dan kebersihannya tidak terjaga.

Kontak langsung dengan hewan-hewan yang sudah terinfeksi, misalnya sapi.

Meminum susu yang belum melalui proses pasteurisasi atau sterilisasi.

Makanan yang terbuat dari susu yang belum melalui proses pasteurisasi atau sterilisasi.

Bakteri difteri akan memproduksi toksin yang akan membunuh sel-sel dalam tenggorokan. Sel-sel yang mati tersebutlah yang akan membentuk membran abu-abu pada tenggorokan. Di samping itu, toksin juga dapat menyebar lewat darah dan menyerang jantung serta sistem saraf.

Orang yang sudah menerima vaksinasi masih bisa terinfeksi penyakit ini. Namun mereka biasanya tidak menunjukkan gejala saat sedang terinfeksi. Tetapi Anda harus tetap waspada karena mereka juga dapat menularkan difteri.

 

Diagnosis dan Langkah Pengobatan Difteri

Diagnosis awal difteri biasanya terlihat dari gejalanya, misalnya sakit tenggorokan yang disertai pembentukan membran abu-abu. Dokter juga dapat mengambil sampel dari lendir di tenggorokan, hidung, atau bisul untuk diperiksa di laboratorium.

Jika seseorang diduga tertular difteri, dokter akan segera memulai penanganan, bahkan sebelum ada hasil laboratorium. Dokter akan menganjurkannya untuk menjalani perawatan dalam ruang isolasi di rumah sakit. Lalu langkah pengobatan akan dilakukan dengan dua jenis obat, yaitu antibiotik dan antitoksin.

 

Antibiotik akan membantu tubuh untuk membunuh bakteri dan menyembuhkan infeksi. Dosis penggunaan antibiotik tergantung pada tingkat keparahan gejala dan lama pasien menderita difteri.

 

Sebagian besar penderita tidak akan menularkan bakteri difteri lagi setelah meminum antibiotik selama dua hari. Tetapi sangat penting bagi mereka untuk tetap menyelesaikan proses pengobatan antibiotik sesuai anjuran dokter, yaitu selama dua minggu. Penderita kemudian akan menjalani pemeriksaan laboratorium. Jika bakteri difteri masih ditemukan dalam tubuh pasien, dokter akan melanjutkan penggunaan antibiotik selama 10 hari.

 

Sementara antitoksin berfungsi untuk menetralisasi toksin atau racun difteri yang menyebar dalam tubuh. Sebelum memberikan antitoksin, dokter biasanya akan mengecek apakah pasien memiliki alergi terhadap obat tersebut atau tidak. Jika terjadi reaksi alergi, dokter akan memberikan antitoksin dengan dosis rendah dan perlahan-lahan meningkatkannya sambil melihat perkembangan kondisi pasien.

 

Bagi penderita yang mengalami kesulitan bernapas karena hambatan membran abu-abu dalam tenggorokan, dokter akan menganjurkan proses pengangkatan membran. Sedangkan penderita difteri dengan gejala bisul pada kulit dianjurkan untuk membersihkan bisul dengan sabun dan air secara seksama.

 

Selain penderita, orang-orang yang berada di dekatnya juga disarankan untuk memeriksakan diri ke dokter karena penyakit ini sangat mudah menular. Misalnya, keluarga yang tinggal serumah atau petugas medis yang menangani pasien difteri.

 

Dokter akan menyarankan mereka untuk menjalani tes dan memberikan antibiotik. Terkadang vaksin difteri juga kembali diberikan jika dibutuhkan. Hal ini dilakukan guna meningkatkan proteksi terhadap penyakit ini.

 

Komplikasi Difteri

Pengobatan difteri harus segera dilakukan untuk mencegah penyebaran sekaligus komplikasi yang serius, terutama pada penderita anak-anak. Diperkirakan hampir satu dari lima penderita difteri balita dan berusia di atas 40 tahun yang meninggal dunia diakibatkan oleh komplikasi.

Jika tidak diobati dengan cepat dan tepat, toksin dari bakteri difteri dapat memicu beberapa komplikasi yang berpotensi mengancam jiwa. Beberapa di antaranya meliputi:

 

Masalah pernapasan. Sel-sel yang mati akibat toksin yang diproduksi bakteri difteri akan membentuk membran abu-abu yang dapat menghambat pernapasan. Partikel-partikel membran juga dapat luruh dan masuk ke paru-paru. Hal ini berpotensi memicu inflamasi pada paru-paru sehingga fungsinya akan menurun secara drastis dan menyebabkan gagal napas.

Kerusakan jantung. Selain paru-paru, toksin difteri berpotensi masuk ke jantung dan menyebabkan inflamasi otot jantung atau miokarditis. Komplikasi ini dapat menyebabkan masalah, seperti detak jantung yang tidak teratur, gagal jantung dan kematian mendadak.

Kerusakan saraf. Toksin dapat menyebabkan penderita mengalami masalah sulit menelan, masalah saluran kemih, paralisis atau kelumpuhan pada diafragma, serta pembengkakan saraf tangan dan kaki. Masalah saluran kemih dapat menjadi indikasi awal dari kelumpuhan saraf yang akan memengaruhi diagfragma. Paralisis ini akan membuat pasien tidak bisa bernapas sehingga membutuhkan alat bantu pernapasan atau respirator. Paralisis diagfragma dapat terjadi secara tiba-tiba pada awal muncul gejala atau berminggu-minggu setelah infeksi sembuh. Karena itu, penderita difteri anak-anak yang mengalami komplikasi apa pun umumnya dianjurkan untuk tetap di rumah sakit hingga 1,5 bulan.

Difteri hipertoksik. Komplikasi ini adalah bentuk difteria yang sangat parah. Selain gejala yang sama dengan difteri biasa, difteri hipertoksik akan memicu pendarahan yang parah dan gagal ginjal. Sebagian besar komplikasi ini disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diphtheriae.

Pencegahan Difteri dengan Vaksinasi

Langkah pencegahan paling efektif untuk penyakit ini adalah dengan vaksin. Pencegahan diet ketat 3 hari difteri tergabung dalam vaksin DPT. Vaksin ini meliputi difteri, tetanus, dan pertusis atau batuk rejan.

Vaksin DPT adalah salah satu dari lima imunisasi wajib bagi anak-anak di Indonesia. Pemberian vaksin ini dilakukan lima kali pada saat anak berusia dua bulan, empat bulan, enam bulan, 1,5-2 tahun, dan lima tahun.

 

Perlindungan tersebut umumnya dapat melindungi anak terhadap difteri seumur hidupnya. Tetapi vaksinasi ini dapat diberikan kembali pada saat anak memasuki masa remaja atau tepatnya saat berusia 11-18 tahun untuk memaksimalisasi keefektifannya.

 

Penderita difteri yang sudah sembuh juga disarankan untuk menerima vaksin karena tetap memiliki risiko untuk kembali tertular penyakit yang sama.

 

 

ARTIKEL TERKAIT

Orang Dewasa Masih Perlu Vaksinasi Kesehatan Orang Dewasa Masih Perlu Vaksinasi

Imunisasi DPT: Manfaat dan Efek Sampingnya Kesehatan Imunisasi DPT: Manfaat dan Efek Sampingnya

Ingin bertanya kepada dokter?

 

Atau ingin berbagi pengalamanmu?

 

Tanya

DISKUSI TERKAIT

Ingin bertanya kepada dokter? Atau ingin berbagi pengalamanmu?

 

Tanya Dokter

 

 

penyebab luka pada tenggorokan

By Novensi

Dok, saya mau tanya.. Knapa tenggorokan saya da luka? Setiap saya muntah kalau mabok mobil pasti berdarah. Dan kalo lagi batuk pasti

 1 Balasan

 5 bulan yang lalu

 Dijawab oleh Dokter

 

Cara penularan penyakit difteri

By Setyanta Atika

maaf dok. Apakah bisa ketularan jika berhubungan dengan orang positif difteri.. cara agar tetap dekat tetapi tidak ketularan difteri bagaimana dok. Terimakasih

 2 Balasan

 7 bulan yang lalu

 Dijawab oleh Dokter

 

nyeri di bekas luka suntik disteri

By Kholif Azizah

Dok, kemarin kan saya habis suntik difteri, nah bekas lukanya itu ngilu banget digerakkin sakit. Kalo habis suntik emang kaya gitu ya

 1 Balasan

 8 bulan yang lalu

 Dijawab oleh Dokter

Lebih Lanjut

Kesehatan

 

Hidup Sehat

 

Keluarga

 

 

 

 

Tentang Kami   Apakah anda seorang dokter?   Advertise with us   Syarat dan Ketentuan  Privasi  Kontak Kami

© 2016 Alodokter.com All Rights Reserved… diet ketat 3 hari

 

 

DISTRIBUTOR HERBALIFE
TERMURAH & ORIGINAL
-------------------------------------------------
Untuk order :
HP/SMS/WA : 0813 2011 2028
BBM : 54F4CE77 | Line : ProgramLangsing


PAKET HERBALIFE

Pilihan paket Herbalife yang bisa Anda pilih sesuai kebutuhan


PRODUK HERBALIFE

Produk-produk Herbalife ini sudah bersertifikat FDA, TGA, GMP dari USA & BPOM dari Indonesia. Dan pastinya tidak mudah untuk produk-produk yang bisa mendapatkan sertifikat ini.