cara menghitung obesitas

DISTRIBUTOR HERBALIFE
TERMURAH & ORIGINAL
-------------------------------------------------
Untuk order :
HP/SMS/WA : 0813 2011 2028
BBM : 54F4CE77 | Line : ProgramLangsing


PAKET HERBALIFE

Pilihan paket Herbalife yang bisa Anda pilih sesuai kebutuhan


PRODUK HERBALIFE

Produk-produk Herbalife ini sudah bersertifikat FDA, TGA, GMP dari USA & BPOM dari Indonesia. Dan pastinya tidak mudah untuk produk-produk yang bisa mendapatkan sertifikat ini.


cara menghitung obesitas satu dari 10 kasus gangguan pola makan terjadi pada pria.

 

Peneliti di Amerika Serikat mengungkapkan masalah yang muncul dapat berupa gangguan makan klasik, atau melibatkan penggunaan obat-obatan dan suplemen, juga cenderung berkaitan dengan depresi, minuman keras, dan narkoba. cara menghitung obesitas “Studi yang kami lakukan ini mengajak kita semua agar lebih luas memikirkan masalah gangguan pola makan, dan mulai mempertimbangkan kaum pria di dalamnya,” kata Alison Field, peneliti dan profesor pediatri di Boston Children’s Hospital.

 

Gangguan makan yang klasik di antaranya anorexia nervosa yakni kondisi seseorang menolak makan, dan bulimia nervosa yakni kondisi seseorang mengeluarkan makanan dengan muntah atau menggunakan pencahar.

 

Di studi terbarunya ini, Field dan koleganya melakukan survei antara 1999 dan 2011 untuk melihat apa yang menjadi perhatian remaja pria terhadap tubuh mereka. Tim peneliti juga ingin mengetahui apakah ada keterkaitan gangguan pola makan dengan pola hidup tidak sehat seperti konsumsi narkoba dan alkohol. cara menghitung obesitas Dalam survei ini, 5.527 remaja pria memberikan jawaban setiap satu hingga tiga tahun. Responden berusia antara 12-18 di awal studi pada 1999. Hasilnya, peneliti menemukan 31 persen remaja pria, pada satu titik kesulitan mengontrol nafsu makan dan kelebihan makan, atau mengeluarkan makanan dengan pencahar.

 

Sekitar sembilan persen memiliki perhatian tinggi terhadap otot tubuh mereka, dan dua persen memerhatikan bentuk otot juga mengonsumsi suplemen pertumbuhan hormon atau penggunaan suplemen anabolic steroid untuk membentuk otot. Penggunaan produk suplemen tersebut pada usia 16-22 meningkat menjadi delapan persen.

 

“Hasil studi ini menunjukkan pria sangat peduli dengan fisik mereka, dan menggunakan produk yang belum tentu sehat. Produknya beragam dan tersedia online, namun kita tidak tahu apakah sehat atau tidak. Kalau dilakukan tes pada produk tersebut, belum tentu khasiatnya seperti apa yang dipasarkan,” ungkap Field.

 

Para peneliti menemukan, lebih mungkin bagi remaja pria menggunakan produk suplemen untuk membentuk tubuh ketimbang kecanduan narkoba dan alkohol. Perilaku ini, kata Field, sama saja dengan masalah gangguan makan, karena mereka menggunakan produk tertentu untuk mengubah fisik mereka. cara menghitung obesitas Hasil survei juga menunjukkan enam persen remaja pria yang membentuk ototnya, mereka juga memedulikan ukuran tubuh. Meski secara umum, remaja pria lebih fokus pada pembentukan otot ketimbang melangsingkan tubuh, dan kecenderungan ini terus bertambah sejalan dengan pertambahan usia.

 

Sementara pada remaja pria yang lebih peduli ukuran tubuh, kurus atau tidak, sebanyak 2-3 persen, lebih mungkin mengalami gejala depresi di kemudian hari.

 

Perilaku ini tak sehat, kata Dr Evelyn Attia, profesor psikiatri di Columbia University Medical Center dan Weill Cornell Medical College New York.

 

“Banyak orang, terutama pria muda, yang berpikir butuh mengubah tubuh dengan penggunaan suplemen, perlu diketahui para orangtua dan menjadi kepedulian para dokter,” komentarnya.

 

Menurut Attia, perlu ada penelitian lanjutan mengenai perilaku dan penggunaan suplemen para remaja ini. Namun untuk saat ini, sulit mengatakan apakah perilaku ini adalah benar terkait masalah gangguan makan atau tidak.

 

Penelitian baru ini terbit di JAMA Pediatrics. Peneliti menerangkan, survei melibatkan responden yang kebanyakan kulit putih dan berasal dari kelas menengah. Keterangan mengenai responden ini menunjukkan adanya keterbatasan relevansi studi pada populasi lainnya.(nbcnews)

 

 DMCA.com

POSTING LEBIH cara menghitung obesitas BARU POSTING LAMA

0 KOMENTAR :

POSKAN KOMENTAR

Terima kasih atas partisipasi anda. Semoga hari ini menyenangkan.

 

 

UNGGAH HASIL SELEKSI CPNS 2013

CEK HASIL SELEKSI CPNS 2013

 

CARI DI SINI…

 

 INFO SEPUTAR CPNS

 KONVERTER MATA UANG

 KALKULATOR MASA SUBUR

BERGABUNG DENGAN SITUS INI

STATUS ANDA SAAT INI?

 

 

POPULER

 

 

PANTI PIJAT KIAN MENJAMUR DI SEKITAR TERMINAL BUNGURASIH

 

DOWNLOAD RPP KTSP SMA/SMK

 

AUTO TEXT BLACKBERRY

 

LAYANAN “FULL” RP 250 RIBU, THREESOME TAMBAH RP 150 RIBU

BERGABUNG DI KOMUNITAS

 

 

 

 

 

POPULAR ON TWITTER

 

 

Read more: http://artikelkeren27.blogspot.com/2013/11/tanpa-sadar-remaja-pria-alami-gangguan.html#ixzz4VimkmK5y

 

Obesitas atau kelebihan berat badan sebagai akibat dari akumulasi kalori dan lemak berlebih didalam tubuh, tentunya hal ini sangat berdampak terhadap kesehatan dan penampilan bukan? Berikut ini saya akan coba membahas tentang Penyebab Obesitas, Dampak Kesehatan, dan Cara Mengatasinya.

 

Dalam beberapa dekade tarakhir peningkatan yang mengkhawatirkan dalam tingkat obesitas tidak hanya orang dewasa bahkan anak-anak mengalami obesitas. Obesitas berisiko lebih besar terkena komplikasi kesehatan, seperti penyakit jantung dan diabetes mellitus cara menghitung obesitas tipe 2. Tetapi kabar baiknya adalah bahwa penurunan berat badan sederhana dapat meningkatkan kesehatan Anda secara keseluruhan. Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa kehilangan 5 sampai 10 persen berat dapat meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.

 

Cara Mengetahui cara menghitung obesitas Obesitas

 

Yang paling umum digunakan untuk menentukan apakah individu kelebihan berat badan atau tidak adalah indeks massa tubuh dan pinggang pengukuran, keduanya memperkirakan berapa lemak didistribusikan dalam tubuh. BMI adalah ukuran lemak tubuh cara menghitung obesitas berdasarkan tinggi dan berat badan seseorang, tetapi mungkin tidak akurat memperkirakan kadarlemak tubuh kandungan lemak pada atlet atau individu dengan massa otot. Untuk ukuran Normal IMT  antara 18,5 – 22,9.

 

Mengukur lingkar pinggang Kondisi Normal kurang dari 40 inci atau sebanding 101 centimeter untuk pria dan kurang dari 35 inci sebanding dengan 88 centimeter pada wanita.

 

Penyebab Obesitas

 

Secara ilmiah, obesitas terjadi akibat mengkonsumsi kalori lebih banyak dari yang diperlukan oleh tubuh. Terjadinya obesitas melibatkan beberapa faktor:

 

  1. Faktor genetik.

 

DISTRIBUTOR HERBALIFE
TERMURAH & ORIGINAL
-------------------------------------------------
Untuk order :
HP/SMS/WA : 0813 2011 2028
BBM : 54F4CE77 | Line : ProgramLangsing


PAKET HERBALIFE

Pilihan paket Herbalife yang bisa Anda pilih sesuai kebutuhan


PRODUK HERBALIFE

Produk-produk Herbalife ini sudah bersertifikat FDA, TGA, GMP dari USA & BPOM dari Indonesia. Dan pastinya tidak mudah untuk produk-produk yang bisa mendapatkan sertifikat ini.


Obesitas cenderung diturunkan, sehingga diduga memiliki penyebab genetik. Tetapi anggota keluarga tidak hanya berbagi gen, tetapi juga makanan dan kebiasaan gaya hidup, yang bisa mendorong terjadinya obesitas. Seringkali sulit untuk memisahkan faktor gaya hidup dengan faktor genetik.

 

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa rata-rata faktor genetik memberikan pengaruh sebesar 33% terhadap berat badan seseorang.

 

  1. Faktor lingkungan.

 

Gen merupakan faktor yang penting dalam berbagai kasus obesitas, tetapi lingkungan seseorang juga memegang peranan yang cukup berarti. Lingkungan ini termasuk perilaku atau pola gaya hidup ( misalnya apa yang dimakan dan berapa kali seseorang makan serta bagaimana aktivitasnya ).

 

Seseorang tentu saja tidak dapat mengubah pola genetiknya, tetapi dia dapat mengubah pola makan dan aktivitasnya.

 

  1. Faktor psikis.

 

Apa yang ada di dalam pikiran seseorang bisa mempengaruhi kebiasaan makannya. Banyak orang yang memberikan reaksi terhadap emosinya dengan makan. Salah satu bentuk gangguan emosi adalah persepsi diri yang negatif. Gangguan ini merupakan masalah yang serius pada banyak wanita muda yang menderita obesitas, dan bisa menimbulkan kesadaran yang berlebihan tentang kegemukannya serta rasa tidak nyaman dalam pergaulan sosial.

 

  1. Faktor kesehatan.

 

Beberapa penyakit bisa menyebabkan obesitas, diantaranya:  Hipotiroidisme, Sindroma Cushing, Sindroma Prader-Willi, Beberapa kelainan saraf yang bisa menyebabkan seseorang banyak makan.

 

  1. Obat-obatan.

 

Obat-obat tertentu misalnya steroid dan beberapa antidepresi bisa menyebabkan penambahan berat badan.

 

  1. Faktor perkembangan.

 

Penambahan ukuran atau jumlah sel-sel lemak (atau keduanya) menyebabkan bertambahnya jumlah lemak yang disimpan dalam tubuh.

 

Penderita obesitas, terutama yang menjadi gemuk pada masa kanak-kanak, bisa memiliki sel lemak sampak 5 kali lebih banyak dibandingkan dengan orang yang berat badannya normal.

 

Jumlah sel-sel lemak tidak dapat dikurangi, karena itu penurunan berat badan hanya dapat dilakukan dengan cara mengurangi jumlah lemak di dalam setiap sel.

 

  1. Aktivitas fisik.

 

Kurangnya aktivitas fisik kemungkinan merupakan salah satu penyebab utama dari meningkatnya angka kejadian obesitas di tengah masyarakat yang makmur.Orang-orang yang tidak aktif memerlukan lebih sedikit kalori.

 

Penambahan berat badan atau obesitas disebabkan oleh mengkonsumsi lebih banyak kalori daripada yang dibutuhkan tubuh, dan memiliki gaya hidup yang buruk dan kebiasaan diet . Selain itu, penelitian telah menghubungkan obesitas dengan genetika dan kondisi medis tertentu, seperti hypothyroidism, sindrom Cushing dan sindrom ovarium polikistik. Peningkatan berat badan juga bisa disebabkan oleh penggunaan obat-obatan tertentu (seperti kortikosteroid, obat anti kejang dan antidepresan), masalah hormonal, stres, berhenti merokok dan kurang tidur.

 

Dampak Terhadap Kesehatan

 

Kelebihan berat badan atau obesitas dapat meningkatkan resiko terkena komplikasi kesehatan tertentu. Sebagai berat badan meningkat, demikian juga risiko kesehatan. Komplikasi kesehatan yang berhubungan dengan berat badan antara lain: Penyakit arteri koroner, LDL yang meningkat ( kolesterol jahat) dan trigliserida, HDL rendah ( kolesterolbaik) kadar, kolesterol, hipertensi, Diabetes tipe 2, Kanker tertentu  (seperti payudara, usus besar dan kanker endometrium ), Masalah pernapasan, Infertilitas dan siklus haid tidak teratur, sindrom metabolik, Penyakit hati.

 

Cara Menghitung Laju Metabolisme Basal

2 Metode:Menghitung Laju Metabolisme Basal Pada PriaMenghitung Laju Metabolisme Basal Pada Wanita

Jika Anda sedang mencoba untuk mengurangi, menambah, atau hanya sekadar menjaga berat badan, menghitung Laju Metabolisme Basal, atau juga dikenal sebagai Basal Metabolic Rate (BMR) dalam bahasa Inggris, adalah sebuah ide yang bagus. Metabolisme basal adalah jumlah energi yang digunakan oleh badan Anda ketika sedang dalam kondisi beristirahat penuh – secara sederhana, energi yang digunakan oleh organ tubuh Anda dan mempertahankan hidup Anda setiap cara menghitung obesitas harinya tanpa memperhitungkan aktivitas fisik apa pun. Laju metabolisme basal Anda dipengaruhi oleh banyak variabel – jenis kelamin, usia, tinggi dan berat badan adalah yang paling penting, namun persentase lemak tubuh Anda, pola makan, dan olahraga teratur juga memainkan peranan penting. Silakan lanjutkan membaca untuk mengetahui cara mudah untuk menghitung laju metabolisme basal Anda untuk semua jenis kelamin.

 

 

Metode

1

Menghitung Laju Metabolisme Basal Pada Pria

Gambar berjudul Calculate Basal Metabolic Rate Step 11

Ukurlah tinggi badan Anda dalam satuan sentimeter. Secara umum, semakin besar badan Anda, semakin tinggi laju metabolisme basal Anda. Ketika aspek lainnya dalam tubuh dianggap sama, pria yang lebih tinggi akan memiliki lebih banyak jaringan tubuh di badannya dibandingkan dengan pria yang lebih pendek; hal ini cara menghitung obesitas mengakibatkan pria yang lebih tinggi membutuhkan energi lebih banyak setiap harinya hanya untuk hidup. Jika Anda tidak yakin dengan tinggi badan pasti Anda, mulailah dengan mengukurnya secara tepat. Gunakanlah satuan sentimeter – penghitungan laju metabolisme basal harus dilakukan dalam satuan metrik.

Berdirilah dengan punggung Anda menghadap pada tembok, tumit Anda menempel pada tembok dan badan Anda berada dalam posisi tegak. Mintalah bantuan seseorang untuk menandai posisi tinggi kepala Anda. Kemudian hitunglah tinggi tanda yang telah dibuat tadi dari lantai dengan posisi tegak lurus menggunakan pita ukur untuk mengetahui tinggi Anda.

Jika Anda mengetahui tinggi badan Anda dalam satuan inci, Anda dapat mengalikan tinggi badan Anda dengan faktor pengali 2,54 untuk mengetahui tinggi badan Anda dalam satuan sentimeter.

 

 

Gambar berjudul Calculate Basal Metabolic Rate Step 22

Timbanglah berat badan Anda dalam satuan kilogram. Jika Anda sudah lama tidak menimbang berat badan Anda, maka timbanglah lagi. Secara umum, jika berat Anda semakin tinggi, maka badan Anda akan memerlukan energi lebih banyak setiap harinya. Menimbang berat badan Anda juga adalah sebuah ide bagus jika Anda berniat untuk menambah atau mengurangi berat badan Anda karena Anda dapat mencatatnya sebagai titik awal dari usaha Anda.

Jika Anda mengetahui berat badan Anda dalam satuan pound, maka Anda dapat mengalikan berat badan Anda dengan faktor pengali 0,454 untuk mengetahui berat badan Anda dalam satuan kilogram.

Jika Anda berniat untuk menambah atau mengurangi berat badan, ingatlah bahwa berat badan dapat berubah-ubah sekitar 2 kg setiap harinya berdasarkan apa yang Anda makan atau minum, atau karena Anda buang air, dan lainnya. Jika Anda sedang berusaha untuk mengubah berat badan Anda, timbanglah berat badan Anda seminggu sekali pada hari dan waktu yang sama dengan mengenakan pakaian yang serupa.

Gambar berjudul Calculate Basal Metabolic Rate Step 3 cara menghitung obesitas

DISTRIBUTOR HERBALIFE
TERMURAH & ORIGINAL
-------------------------------------------------
Untuk order :
HP/SMS/WA : 0813 2011 2028
BBM : 54F4CE77 | Line : ProgramLangsing


PAKET HERBALIFE

Pilihan paket Herbalife yang bisa Anda pilih sesuai kebutuhan


PRODUK HERBALIFE

Produk-produk Herbalife ini sudah bersertifikat FDA, TGA, GMP dari USA & BPOM dari Indonesia. Dan pastinya tidak mudah untuk produk-produk yang bisa mendapatkan sertifikat ini.