cara menghitung indeks masa tubuh

DISTRIBUTOR HERBALIFE
TERMURAH & ORIGINAL
-------------------------------------------------
Untuk order :
HP/SMS/WA : 0813 2011 2028
BBM : 54F4CE77 | Line : ProgramLangsing


PAKET HERBALIFE

Pilihan paket Herbalife yang bisa Anda pilih sesuai kebutuhan


PRODUK HERBALIFE

Produk-produk Herbalife ini sudah bersertifikat FDA, TGA, GMP dari USA & BPOM dari Indonesia. Dan pastinya tidak mudah untuk produk-produk yang bisa mendapatkan sertifikat ini.


Cara menghitung indeks cara menghitung indeks masa tubuh massa tubuh

 

LEADERSHIP

TECHNOLOGY

EDUCATION

MARKETING

DESIGN

MORE TOPICS

SEARCH

DISCOVER. SHARE. PRESENT

Share what you know and love through presentations, infographics, documents and more

 

HomeSearch: Cara menghitung indeks massa tubuh

CATEGORIES

Art & Photos

Automotive

Business

Career

Data & Analytics

Design

Devices & Hardware

Economy & Finance

Education

Engineering

Entertainment & Humor

Environment

Food

Government & Nonprofit

Health & Medicine

Healthcare

Internet

Investor Relations

Law

Leadership & Management

Lifestyle

Marketing

Mobile

News & Politics

Presentations & Public Speaking

Real Estate

Recruiting & HR

Retail

Sales

Science

Self Improvement

Services

Small Business & Entrepreneurship

Social Media

Software

Spiritual

Sports

Technology

Documents

Travel

Others

 

 

 

Cara menghitung indeks massa tubuh

Search

Google

Custom Search

 

 

Cara menghitung indeks massa tubuh

  1. CARA MENGHITUNG INDEKS MASSA TUBUH Oleh : Lutfi Bahtiyar WHO memberikan suatu cara untuk menentukan berat badan ideal berdasarkan cara menghitung indeks masa tubuh Body Mass Index (BMI) atau Indeks Massa Cara menghitung indeks massa tubu CARA MENGHITUNG INDEKS MASSA TUBUH Oleh : Lutfi Bahtiyar WHO memberikan suatu cara untuk menentukan berat badan ideal berdasarkan Body Mass Index (BMI) atau Indeks Massa… Cara menghitung indeks massa tubuh CARA MENGHITUNG INDEKS MASSA TUBUH Oleh : Lutfi Bahtiyar WHO memberikan suatu cara untuk menentukan berat badan ideal berdasarkan Body Mass Index (BMI) atau Indeks Massa… Indeks Massa Tubuh Bodymass, diabetesandsmoking, andendometrial cancerrisk: afollow-upstudy KLindemann * ,1 ,LJVatten 2,3 ,MEllstrøm-Engh 1 andAEskild 1,4 1 Department of Obstetrics and Gynaecology,…

 

 

Hubungan Indeks Massa Tubuh Dengan Kadar Asam Urat

Klinik

AaSEMANGAT Hubungan Indeks Massa Tubuh Dengan Hernia Inguinalis

lain

Hubungan Antara Indeks Massa Tubuh Dengan Kadar Gula Darah

hubungan antara indeks massa tubuh dengan KGD

Hubungan Antara Indeks Massa Tubuh Ibu Selama Kehamilan

obstetri ginekologi, fetomaternal, sosial

Indeks Massa Tubuh Imt Tinggi Berbahayakah- Intisari Online

artikel ilmiah populer

Menghitung Massa Jenis

MENGHITUNG MASSA JENIS 1. Judul Pengamatan: Menghitung Massa Jenis 2. Tujuan: Menentukan Massa Jenis Zat Padat yang Bentuknya Beraturan 3. Alat/Bahan: – 5 Buah Sample (Bahan)…

Cara menghitung tetesan infus

Cara Menghitung Zakat Maal

Zakat Maal

Cara menghitung dosis

  1. CARA MENGHITUNG DOSIS Asep Edi Sukmayadi.,S.Farm.Apt 2. Pertimbangan Menghitung Dosis  Individu pemakai obat  Jenis dan berat ringanya penyakit …

Cara Menghitung KKM

perhitungan KKM

Cara Menghitung Persen

Cara Menghitung Persen

Cara Menghitung Tetesan Infus

menghitung tetesan infus yang baik dan benar

Cara Menghitung Diet Kalori

diet

Cara Menghitung Tetesan

l

Cara Menghitung Obat

menghitung obat

Cara Menghitung Perkalian SUPER

cara menghitung cepat

1 2 3 4 5 > >>

Subscribe to our Newsletter for latest news.

 

Your email

NEWLETTER

About Terms DMCA Contact

STARTUP – Share & Download Unlimited

Fly UP

 

 

Indeks massa tubuh

 

Selasa, 29 April 2014

welcome ^_^

 

 

ando lg

 

 

 

KARYA TULIS ILMIAH

 

 

MENGOBSERVASI INDEKS MASSA TUBUH(IMT)

 

 

DIAJUKAN UNTUK MEMENUHI TUGAS DAN MELENGKAPI PERYARATAN LULUS MATA KULIAH GIZI OLAHRAGA

 

 

OLEH:

DEDI BAHARI SIREGAR

VERNANDO LUMBAN GAOL

REZA RACHMAN

M.SAFI’I SIREGAR

MARIONO

ROBERT IDYARTO

 

 

 

 

 

 

PROGRAM STUDI GIZI OLAHRAGA

FAKUTAS ILMU KEOLAHRAGAAN

UNIMED

2014

 

KATA PENGANTAR

 

 

Dengan memanjatkan  puji dan  syukur Kehadirat Tuhan yang Maha  Esa.Dimana atas segala  rahmat karunia dan petunjuknya sehingga penulis dapat menyelesikan cara menghitung indeks masa tubuh penyusunan karya tulis ini tepat pada waktunya. Penyusun  menyampaikan  rasa  terima  kasih  yang  besar  kepada berbagai pihak yang telah membantu menyelesaikan karya tulis  ini  sehingga  hambatan –hambatan  dapat  teratasi.Karya tulis ini memuat  tentang  indeks massa tubuh , serta yang lebih khususnya yang diangkat sebagai tema karya tulis ini yaitu  “observasi indeks massa tubuh(IMT)’’. Penulis menyadari dalam penyusunan karya tulis ini masih jauh dari kesenpurnaan. Oleh karena itu, dengan segala kerendahan hati penulis sangat mengharapkan saran dan kritik yang sifatnya membangun dari semua pihak dan rekan-rekan pembaca. Dan mudah-mudahan karya tulis yang sederhana ini dapat memberikan manfaat dan dapat menjadi sumber referensi bagi pembaca.

 

Terimakasih

 

Medan,17 maret 2014

 

 

 

 

ABSTRAK

Penulisan karya tulis ini dilator belakangi oleh kuranganya kesadaran manusia yang benar-benar teliti dan memperhatikan indeks massa tubuhnya yang sangat bermanfaat untuk kebugaran tubuh.oleh karena itu,pentingnya kita mengetahui apa itu ‘IMT’ yang baik untuk tubuh agar jasmaniah dapat terawat baik. Untuk itu dalam karya tulis ini diangkat masalah mengenai

“observasi indeks massa tubuh“,dimana bertujuan untuk memberikan referensi atau pengetahuan kepada para pembaca dalam mengetahui sangat pentingnya memahami indeks massa tubuh’’.

Pembahasan dalam karya tulis ini lebih menegaskan atau menganjurkan kepada pembaca dimana seharusnya memberikan apa yang terbaik bagi kesehatan mereka, dalam hal ini khusus pada IMT yang mau tidak mau adalah sesuatu yang tidak dapat lepas dari kesehatan,Oleh karena itu, terlebih dahulu kita harus mengetahui tentang apa ituindek massa tubuh.

Adapun kesimpulan yang dapat ditarik lebih merelevansi pada tema karya tulis ini dimana dalam mengetatahui  observasi indeks massa tubuh .

 

Kata kunci: observasi indeks massa tubuh (IMT).

 

 

 

 

 

 

 

 

Daftar Isi

KATA PENGANTAR……………………………………………………………………………

ABSTRAK………………………………………………………………………………………….

DAFTAR ISI………………………………………………………………………………………

BAB I PENDAHULUAN……………………………………………………………………….

1.1 LATAR BELAKANG……………………………………………………………..

1.2 RUMUSAN MASALAH…………………………………………………………

1.3 TUJUAN DAN MANFAAT…………………………………………………….

BAB II PEMBAHASAN………………………………………………………………………… ……..

2.1 PENGERTIAN INDEKS MASSA TUBUH…………………………………..

2.2 INDEKS MASSA TUBUH………………………………………………………

2.3 HASIL  PENELITIAN INDEKS MASSA TUBUH……………………

BAB III PENUTUP……………………………………………………………………………….

3.1 KESIMPULAN……………………………………………………………………..

3.2 SARAN………………………………………………………………………………

DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………………………………..

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

1.1   LATAR cara menghitung indeks masa tubuh BELAKANG

 

Masa remaja merupakan p eriode dari pertumbuhan dan proses kematangan manusia, pada masa ini terjadi perubahan yang sangat unik dan berkelanjutan. Perubahan fisik karena pertumbuhan yang terjadi akan mempengaruhi status kesehatan dan gizinya. Ketidakseimbangan antara asupan kebutuhan atau kecukupan akan menimbulkan masalah gizi, baik itu berupa masalah gizi lebih maupun gizi kurang.

 

Status gizi dapat ditentukan melalui pemeriksaan laboratorium maupun secara antropometri. Kekurangan kadar hemoglobin atau anemi ditentukan dengan pemeriksaan darah. Antropometri merupakan cara penentuan status gizi yang paling mudah dan murah. Indeks Massa Tubuh (IMT) direkomendasikan sebagai indikator yang baik untuk menentukan status gizi remaja.Masalah gizi pada remaja akan berdampak negatif cara menghitung indeks masa tubuh pada tingkat kesehatan masyarakat, misalnya penurunan konsentrasi belajar, risiko melahirkan bayi dengan BBLR, penurunan kesegaran jasmani. Banyak penelitian telah menunjukkan kelompok remaja mengalami banyak masalah gizi. Masalah gizi tersebut antara lain Anemi dan IMT kurang dari batas normal atau kurus. Prevalensi anemi berkisar antara 40%, sedangkan prevalensi remaja dengan IMT kurus berkisar antara 30%. Banyak faktor yang menyebabkan masalah ini. Dengan mengetahui faktor-faktor penyebab yang mempengaruhi masalah gizi tersebut membantu upaya penanggulangannya dan lebih terpengaruh dan terfokus.

 

1.2  RUMUSAN MASALAH

  1. Apa yang dimaksud dengan IMT?
  2. Mengapa diadakan observasi IMT pada kelas PJKR REGULER-B 2013?
  3. Bagaimana status IMT kelas PJKR REGULER-B 2013?

 

1.3  TUJUAN DAN MANFAAT

  1. TUJUAN

Supaya mengetahui dan memahami gerakan handspring serta proses melakukan handspring hingga mencapai maksimal.

  1. MANFAAT

Memberikan masukan dan referensi kepada para pembaca tentang sesuatu yang harus dilakukan untuk menambahkan,mengembangkan,memajukan pengetahuan bersama tentang indeks massa tubuh(IMT).

BAB II

PEMBAHASAN

 

2.1 PENGERTIAN INDEKS MASSA TUBUH(IMT)

 

IMT atau sering juga disebut indeks Quatelet pertama kali ditemukan oleh seorang ahli matematika Lambert Adolphe Jacques Quatelet adalah alat pengukuran komposisi tubuh yang paling umum dan sering digunakan. Beberapa studi telah mengungkapkan bahwa IMT adalah alat pengukuran yang berguna untuk mengukur obesitas, dan telah direkomendasikan untuk evaluasi klinik pada obesitas anak (Daniels et al, 1997).

 

IMT merupakan petunjuk untuk menentukan kelebihan berat badan berdasarkan indeks quatelet (berat badan dalam kilogram dibagi dengan kuadrat tinggi badan dalam meter (kg/m2)). Interprestasi IMT tergantung pada umur dan jenis kelamin anak karena anak lelaki dan perempuan memiliki kadar lemak tubuh yang berbeda. IMT adalah cara termudah untuk memperkirakan obesitas serta berkolerasi tinggi dengan massa lemak tubuh, selain itu juga penting untuk mengidentifikasi pasien obesitas yang mempunyai risiko komplikasi medis (Pudjiadi et al, 2010).

 

Indeks massa tubuh (IMT) adalah nilai yang diambil dari perhitungan antara berat badan (BB) dan tinggi badan (TB) seseorang. IMT dipercayai dapat menjadi indikator atau mengambarkan kadar adipositas dalam tubuh seseorang. IMT tidak mengukur lemak tubuh secara langsung, tetapi penelitian menunjukkan bahwa IMT berkorelasi dengan pengukuran secara langsung lemak tubuh seperti underwater weighing dan dual energy x-ray absorbtiometry (Grummer-Strawn LM et al.,2002).

 

IMT merupakan altenatif untuk tindakan pengukuran lemak tubuh karena murah serta metode skrining kategori berat badan yang mudah dilakukan. Untuk mengetahui nilai IMT ini, dapat dihitung dengan rumus berikut:

Menurut rumus metrik:

IMT =    Berat Badan (Kg)

[Tinggi Badan (m)]2

Atau menurut rumus Inggris:

IMT = Berat badan (lb) / [Tinggi badan (in)]2 x 703.

 

2.2 INDEKS MASSA TUBUH

  1. Kategori Indeks Massa Tubuh

Untuk orang dewasa yang berusia 20 tahun keatas, IMT diinterpretasi menggunakan kategori status berat badan standard yang sama untuk semua umur bagi pria dan wanita. Untuk anak-anak dan remaja, intrepretasi IMT adalah spesifik mengikut usia dan jenis kelamin (CDC, 2009).

Secara umum, IMT 25 ke atas membawa arti pada obesitas. Standar baru untuk IMT telah dipublikasikan pada tahun 1998 mengklasifikasikan BMI di bawah 18,5 sebagai sangat kurus atauunderweight, IMT melebihi 23 sebagai berat badan lebih atau overweight, dan IMT melebihi 25 sebagai obesitas. IMT yang ideal bagi orang dewasa adalah diantara 18,5 sehingga 22,9. Obesitas dikategorikan pada tiga tingkat: tingkat I (25-29,9), tingkat II (30-40), dan tingkat III (>40) (CDC, 2002).

Tabel 1: Klasifikasi Indeks Massa Tubuh (WHO, 2004).

Classificasion

BMI (kg/m2)

Principal cut-off points

Underweight

Severe thinness

Moderate thinness

Mild thinness

< 18,50

< 16,00

16,00 – 16,99

17,00 – 18,49

Normal Range

18,50 – 25,99

Pre Obese

25,00 – 29,99

Obese

Obese class I

Obese class II

Obese class III

>30,00

30,00 – 34,99

35,00 – 39,99

>40,00

Untuk kepentingan Indonesia, batas ambang dimodifikasi lagi berdasarkan pengalaman klinis dan hasil penelitian di beberapa negara berkembang. Pada akhirnya diambil kesimpulan, batas ambang IMT untuk Indonesia adalah sebagai berikut:

Tabel 2.3 Batas Ambang IMT Indonesia (Depkes, 2003)

Gender

Kategori IMT (Kg/m2)

Kurus

Normal

Kegemukan

Tingkat

ringan

Tingkat berat

Pria

<18 kg/m2

18 – 25

kg/m2

>25 – 27

kg/m2

>27 kg/m2

Wanita

<17 kg/m2

17 – 23

kg/m2

>23 – 27

kg/m2

Keterangan :

–      IMT < 17,0: keadaan orang tersebut disebut kurus dengan kekurangan berat badan tingkat berat atau Kurang Energi Kronis (KEK) berat.

–      IMT 17,0 – 18,4: keadaan orang tersebut disebut kurus dengan kekurangan berat badan tingkat ringan atau KEK ringan.

–      IMT 18,5 – 25,0: keadaan orang tersebut termasuk kategori normal.

–      IMT 25,1 – 27,0: keadaan orang tersebut disebut gemuk dengan kelebihan berat badan tingkat ringan.

–      IMT > 27,0: keadaan orang tersebut disebut gemuk dengan kelebihan berat badan tingkat berat (Direktorat Gizi Masyarakat RI, 2000)

  1. Indeks Massa Tubuh (IMT) cara menghitung indeks masa tubuh kategori kurus

Indeks massa tubuh di kategorikan kurus jika pembagian berat per kuadrat tingginya kurang dari 18 kg/m2. Penyebabnya rata-rata dikarenakan konsumsi energi lebih rendah dari kebutuhan yang mengakibatkan sebagian cadangan energi tubuh dalam bentuk lemak akan digunakan. Kerugiannya jika seseorang masuk dalam kategori ini antara lain :

  1. Penampilan cenderung kurang menarik
  2. Mudah letih
  3. Resiko sakit tinggi, beberapa resiko sakit yang dihadapi antara lain: penyakit infeksi, depresi, anemia dan diare
  4. Wanita kurus kalau hamil mempunyai resiko tinggi melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah
  5. Kurang mampu bekerja keras.
  6. Indeks Massa Tubuh (IMT) kategori normal

Indeks massa tubuh masuk ketegori normal jika pembagian berat per kuadrat tingginya antara 18 sampai 25 kg/m2. Kategori ini bisa diwujudkan dengan mengkonsumsi energi sesuai dengan jumlah yang dibutuhkan tubuh. Sehingga tidak terjadi penimbunan energi dalam bentuk lemak, maupun penggunaan lemak sebagai sumber energi. Keuntungan dari IMT yang normal ini antara lain:

  1. Penampilan menarik, proporsional, dan lincah
  2. Resiko penyakit bisa di minimalisir menjadi lebih rendah.

Adapun cara untuk mempertahankan IMT dalam grid yang normal ini adalah:

  1. Mempertahankan kebiasaan makan sehari-hari dengan susunan menu gizi seimbang.
  2. Perlu kebiasaan olah raga yang teratur.
  3. Tetap melakukan kebiasaan fisik sehari-hari.
  4. Indeks Massa Tubuh (IMT) kategori berlebihan (kegemukan)

Menurut Direktorat Gizi Masyarakat RI tahun 2002, kegemukan atau obesitas digolongkan menjadi dua kategori, yaitu:

  1. Kelebihan berat badan tingkat ringan
  2. Kelebihan berat badan tingkat berat.

Obesitas berpotensi menjadi faktor primer kasus degeneratif dan metabolik sindrom. Beberapa studi menunjukkan bahwa obesitas adalah risiko yang paling tinggi untuk penyakit jantung, DM, dan beberapa jenis kanker. Adapun kerugian atau resiko dari kategori ini adalah:

  1. Penampilan kurang menarik
  2. Gerakan tidak gesit dan lambat
  3. Merupakan faktor resiko penyakit: Jantung dan pembuluh darah, Kencing manis (diabetes mellitus), Tekanan darah tinggi, Gangguan sendi dan tulang (degeneratif), Gangguan fungsi ginjal, Kanker, Pada wanita dapat mengakibatkan gangguan haid (haid tidak teratur), faktor penyulit pada saat persalinan (Charlotte, 2000).

 

  1. KEKURANGAN DAN KELEBIHAN INDEKS MASSA TUBUH.

Indeks massa tubuh (IMT) merupakan salah satu indikator yang dapat dipercayai untuk mengukur lemak tubuh. Walaubagaimanapun, terdapat beberapa kekurangan dan kelebihan dalam mnggunakan IMT sebagai indikator pengukuran lemak tubuh. Kekurangan indeks massa tubuh adalah:

  1. Pada olahragawan

Tidak akurat pada olahragawan (terutama atlet bina) yang cenderung berada pada kategori obesitas dalam IMT disebabkan mereka mempunyai massa otot yang berlebihan walaupun presentase lemak tubuh mereka dalam kadar yang rendah. Sedangkan dalam pengukuran berdasarkan berat badan dan tinggi badan, kenaikan nilai IMT adalah disebabkan oleh lemak tubuh.

  1. Pada anak-anak

Tidak akurat karena jumlah lemak tubuh akan berubah seiringan dengan pertumbuhan dan perkembangan tubuh badan cara menghitung indeks masa tubuh seseorang. Jumlah lemak tubuh pada lelaki dan perempuan juga berbeda selama pertumbuhan. Oleh itu, pada anak-anak dianjurkan untuk mengukur berat badan berdasarkan nilai persentil yang dibedakan atas jenis kelamin dan usia.

  1. Pada kelompok bangsa

Tidak akurat pada kelompok bangsa tertentu karena harus dimodifikasi mengikut kelompok bangsa tertentu. Sebagai contoh IMT yang melebihi 23,0 adalah berada dalam kategori kelebihan berat badan dan IMT yang melebihi 27,5 berada dalam kategori obesitas pada kelompok bangsa seperti Cina, India, dan Melayu. (CORE, 2007).

Kelebihan menggunakan indeks massa tubuh adalah:

  1. Biaya yang diperlukan tidak mahal.
  2. Untuk mendapat nilai pengukuran, hanya diperlukan data berat badan dan tinggi badan seseorang.
  3. Mudah dikerjakan dan hasil bacaan adalah sesuai nilai standar yang telah dinyatakan pada table IMT.

 

2.3 HASIL PENELITIAN INDEKS MASSA TUBUH (IMT).

DISTRIBUTOR HERBALIFE
TERMURAH & ORIGINAL
-------------------------------------------------
Untuk order :
HP/SMS/WA : 0813 2011 2028
BBM : 54F4CE77 | Line : ProgramLangsing


PAKET HERBALIFE

Pilihan paket Herbalife yang bisa Anda pilih sesuai kebutuhan


PRODUK HERBALIFE

Produk-produk Herbalife ini sudah bersertifikat FDA, TGA, GMP dari USA & BPOM dari Indonesia. Dan pastinya tidak mudah untuk produk-produk yang bisa mendapatkan sertifikat ini.


Penelitian dilakukan di kelas fakultas ilmu keolahragaan(Universitas Negeri Medan). Dan penelitian tersebut terlaksana atas kerjasama kelas PJKR reguler-B yang bersedia di observasi indeks massa tubuh mereka masing-masing dan atas tanggung jawab rekan-rekan pengobservasi.

Ø  Observasi dilaksanakan pada :

Hari/Tanggal           : Jum’at,14 maret 2014

Pukul                        : 12.00 wib s/d selesai

Tempat di                : Fakultas ilmu keolahragaan(Universitas Negeri Medan).

Ø  Bahan dan alat observasi yang digunakan,yaitu :

  • Timbangan tinggi badan,
  • Kertas,
  • Pulpen/pen,dan
  • Kamera.

 

Ø  Cara melaksanakan ITM.

ü  Timbangan berat badan dalam keadaan bagus dan dapat digunakan dengan baik.

ü  Peserta berdiri di atas timbangan,tetapi membelakangi alat ukur tinggi.cara tersebut dilakukan supaya peserta rileks serta supay mendapat hasil yang lebih akurat.

ü  Sementara itu rekan yang lain(rekan 2) membantu rekan 1 yang sedang mengatur posisi yang baik dalam pengukuran. Rekan 2 menilai berat dan tinggi peserta yang diobservasi.

ü  Rekan 3 bertugas mendokumentasikan hasil observasi dengan memphoto berbagai objek yang layak didokumentasikan.

ü  Rekan yang lain bertugas menanyakan nama dan usia peserta sebagai data penting dalam observasi tersebut.

 

 

 

BERIKUT HASIL OBSERVASI INDEKS MASSA TUBUH PJKR REGULER-B 2013

NO

NAMA MAHASISWA

USIA

BB(KG)

TB(CM)

IMT

1

ILHAM MAULANA

18 thn

55,2 KG

175 CM

IMT=55,2/1,75X1,75=18,02 KG/M2

2

JEFRI AGUSTINUS M.SIRUMAPEA

18 thn

58,4 KG

167 CM

IMT=58,4/1,67×1,67=20,94 KG/M2

3

KANADO WARUWU

19 thn

64 KG

175 CM

IMT=64 /1,75X1,75= 20,89 KG/M2

4

KRISTOPEL HAMONANGAN SIHITE

18 thn

56,3 KG

164 CM

IMT=56,3/1,64X1,64=20,93 KG/M2

5

M.CARLOS SINAMBELA

19 thn

67 KG

163 CM

IMT=67/1,63X1,63=25,21 KG/M2

6

M.JUHRI PADANG

18 thn

53,4 KG

164 CM

IMT=53,4/1,64X1,64=19,85 KG/M2

7

MUHAMMAD AGUS KURNIAWAN

18 thn

68,3 KG

177 CM

IMT=68,3/1,77X1,77=21,80 KG/M2

8

MUHAMMAD DEDI YUSUF

19 thn

53 KG

160 CM

IMT=53/1,60X1,60=20,70 KG/M2

9

MUHAMMAD IKSHANUL F.AMRI

19 thn

55,4 KG

160 CM

IMT=55,4/1,60X1,60=21,64 KG/M2

10

MUHAMMAD REZA EFENDI

18 thn

55 KG

170 CM

IMT=55/1,70X1,70=19,03 KG/M2

11

MUHAMMAD SISWAHYUDI CHANDRA

18 thn

57 KG

162 CM

IMT=57/1,62X1,62=21,71 KG/M2

12

MUTIA ARDHANI

19 thn

53 KG

167 CM

IMT=53/1,67X1,67=19,00 KG/M2

13

NURAINUN ARITONANG

18 thn

52 KG

158 CM

IMT=52/1,58X1,58=20,82 KG/M2

14

OKY RINALDI PUTRA RITONGA

19 thn

58,8 KG

161 CM

IMT=58,8/1,61X1,61=22,68 KG/M2

15

OVIENILA WIKA SARAGIH

18 thn

61 KG

159 CM

IMT=6/1,59X1,59=24,12 KG/M2

16

POLTAK PARULIAN SIBARANI

18 thn

58,3 KG

161 CM

IMT=58,3/1,61X1,61=22,49 KG/M2

17

PRETTY SIHITE

19 thn

53 KG

158 CM

IMT=53/1,58X1,58=21,23 KG/M2

18

RADIN PRATAMA HASIBUAN

 

 

 

 

19

RAFID MANJAY LUBIS

18 thn

62 KG

165 CM

IMT=62/1,65X1,65=22,77 KG/M2

20

RAJU SYAHPUTRA

 

 

 

 

21

RATIH PUSPA HASIBUAN

18 thn

62 KG

163 CM

IMT=62/1,63X1,63=23,33 KG/M2

22

RESI JULIANDRI SAMOSIR

18 thn

61,5 KG

167 CM

IMT=61,5/1,67X1,67=20,05 KG/M2

23

RICKY PIO MANDALA GINTING

19 thn

57 KG

166 CM

IMT=57/1,66X1,66=20,68 KG/M2

24

RITA SARI

19 thn

54 KG

162 CM

IMT=54/1,62X1,62=20,57 KG/M2

25

RIZKY ARDIAN SAMOSIR

18 thn

55,7 KG

160 CM

IMT=55,7/1,60X1,60=21,75 KG/M2

26

RIZKY PRATIWI

18 thn

53 KG

161 CM

IMT=53/1,61X1,61=20,44 KG/M2

27

RUDI IRWANTO

19 thn

55 KG

160 CM

IMT=55/1,60X1,60=21,58 KG/M2

28

SAIPUL HARI BAHARUDDIN

19 thn

55,4 KG

165 CM

IMT=55,4/1,65X1,65=20,34 KG/M2

29

SANDY DWI PUTRA

19 thn

68 KG

172 CM

IMT=68/1,72X1,72=22,98 KG/M2

30

SIGIT NUGRAHA PURBA

18 thn

58 KG

160 CM

IMT=58/160X1,60=22,65 KG/M2

31

SILVIRA AULIA

18 thn

54,3 KG

161 CM

IMT=54,3/1,61X1,61=20,94 KG/M2

32

SUHARIONO GUNAWAN

18 thn

71 KG

166 CM

IMT=71/1,66X1,66=25.76 KG/M2

33

SUHENDI YAHYA

18 thn

57,4 KG

166 CM

IMT=57,4/1,66X1,66=20,68 KG/M2

34

SURYA HENRI KUSUMA

19 thn

55 KG

166 CM

IMT=55/1,66X1,66=19,95 KG/M2

35

SURYANI HUSEIN LUBIS

19 thn

58 KG

166 CM

IMT=58/1,66X1,66=21,04 KG/M2

36

TASYA ZULAIKA HASIBUAN

18 thn

45,2 KG

156 CM

IMT=45,2/156X1,56=18,57 KG/M2

37

TEUKU REZKY KHARISMA

 

 

 

 

38

ULFI DAMAYANTI

18 thn

55 KG

163 CM

IMT=55/1,63X1,63=20,70 KG/M2

39

VICKY RIZKY

 

 

 

 

40

WESLI TONDI HAPUSAN

18 thn

59 KG

175 CM

IMT=59/1,75X1,75=19,26 KG/M2

41

YUDI GINTING

 

 

 

 

42

YULI DWI PERMATASARI.S

18 thn

58 KG

164 CM

IMT=58/1,64X1,64=21,56 KG/M2

43

YUSDIMAH HASIBUAN

 

 

 

 

44

YUSRONI SAMBAS

 

 

 

 

45

ZULFIKAR SIREGAR

19 thn

65 KG

175 CM

IMT=65/1,75X1,75=21,22 KG/M2

 

Jumlah total kelas PJKR reguler – b adalah 45 orang. 7 orang diantara kelas PJKR reguler-b tidak ikut serta pada pelaksanaan observasi tersebut.

 

Jumlah peserta yang di observasi indeks massa tubuh adalah 38 orang,diantaranya:

  • LAKI-LAKI : 29 Orang
  • PEREMPUAN : 9 Orang

 

KATAGORI AMBANG BATAS ‘IMT’ UNTUK INDONESIA

 

Kategori

IMT

Kurus

 

Kekurangan berat badan tingkat berat

<17,0

Kekurangan berat badan tingkat ringan

17,0 – 18,5

Normal

 

>18,5 – 25,0

Gemuk

kelebihan berat badab tingkat ringan

>25,0 – 27,0

Kelebihan berat badan tingkat berat

>27

 

Dari hasil observasi pada kelas PJKR reguler-b,terdapat:

1 orang kelebihan berat badan tingkat ringan.

1 orang kekurangan berat badan tingkat ringan.

36 orang berat badan normal.

 

 

 

BAB III

PENUTUP

 

3.1 KESIMPULAN

 

Berdasarkan manfaat dan tujuan yang dibahas dalam beberapa bab sebelumnya, maka dapat disimpulkan bahwa kelebihan dan kekurangan berat badan mengakibatkan dampak yang buruk bagi kesehatan dan juga pada penampilan,karena itu perlu memperhatikan pola makan serta pola aktivitas yang setiap harinya dilakukan,supaya masalah gizi dapat teratasi dengan baik.

 

3.2 SARAN

  1. sebaiknya kita tetap sadar akan kebutuhan gizi walupun cara menghitung indeks masa tubuh mempunyai aktivitas yang padat.
  2. Sadar bahwa kesehatan itu mahal harganya, lebih baik menjegah daripada mengatasi.
  3. Dengan pemenuhan kebutuhan gizi diharapkan semakin banyak prestasi yang dihasilkan di Negara ini. Karena dengan zat gizi yang baik kita akan gizinya semakin aktif dan konsentrasi dalam belajar,bekerja, dan berkreasi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Sunita A, SusiragS, Moesijanti S, 2002. Gizi Seimbang Dalam Daur Kehidupan. PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

Irianto, Kus dan Waluyo,Kusno.2010. Gizi dan Pola Hidup Sehat. Bandung : Ymara Widya

Departemen Gizi dan Kesehatan Masyarakat. 2011. Gizi dan Kesehatan Masyarakat. Jakarta : Rajawali Pers

 

Diposkan oleh ando lumban gaol di 18.59 Tidak ada komentar:

Kirimkan Ini lewat Email

BlogThis!

Berbagi ke Twitter

Berbagi ke Facebook

Bagikan ke Pinterest

 

Label: nose

Beranda

Langganan: Entri (Atom)

Mengenai Saya

Foto saya

ando lumban gaol

 

Lihat profil lengkapku

Arsip Blog

▼  2014 (1)

▼  April (1)

welcome ^_^

Template Kelembutan. Diberdayakan oleh Blogger.

 

 

 

Search here …

Beranda

About

Contact

Privacy Policy

Disclaimer

Sitemap

Cara Agar Cepat Hamil, Tips Ibu Hamil, Panduan Selama Kehamilan, Cara Merawat Bayi

Beranda

Pra Kehamilan

Masa Kehamilan

Ibu Menyusui

Perawatan Bayi

Cara Agar Cepat Hamil, Tips Ibu Hamil, Panduan Selama Kehamilan, Cara Merawat Bayi Pra Hamil Menghitung Berat Badan Ideal (BBI) dan Indeks Massa Tubuh (IMT) Sebelum Hamil

Menghitung Berat Badan Ideal (BBI) dan Indeks Massa Tubuh (IMT) Sebelum Hamil

 

zyvox labrador   6:38 AM Pra Hamil

Menghitung Berat Badan Ideal (BBI) dan Indeks Massa Tubuh (IMT) Sebelum Hamil – Sebelum kehamilan, ada baiknya calon bumil menghitung berat badan ideal (BBI) dan Indeks Masa Tubuh. Sebab berat badan ada pengaruhnya bagi kesehatan ibu hamil. Harusnya calon ibu hamil memiliki berat badan yang ideal. Tidak terlalu kurus, juga tidak terlalu gemuk.

 

Menghitung Berat Badan Ideal (BBI) dan Indeks Massa Tubuh (IMT) Sebelum Hamil

 

 

Setiap calon ibu hamil memiliki postur tubuh yang berbeda. Ada yang ideal, gemuk, terlalu gemuk, kurus, dan sangat kurus. Tentu postur dan berat badan tubuh harus diperhatikan agar bisa menjalani kehamilan yang sehat. Selain itu ibu hamil juga bisa mempersiapkan dan merencanakan strategi perawatan kesehatan, pola makan dan suplementasi.

Rumus Menghitung Berat Badan Ideal (BBI) dan Indeks Masa Tubuh (IMT) Sebelum Kehamilan

 

Berat badan sebelum hamil dan kenaikan berat badan selama kehamilan punya pengaruh terhadap kesehatan. Selain itu bisa menjadi indikator (alat ukur) untuk cara menghitung indeks masa tubuh mengetahui kondisi kesehatan ibu hamil. Juga dapat memprediksi apakah nanti bayi yang dilahirkan punya bobot normal atau malah kurang.

 

Daftar Singkatan dan Istilah :

 

BBI = Berat Badan Ideal

TB = Tinggi Badan

BB = Berat Badan

IMT = Indeks Massa Tubuh

x2 = Pangkat 2

 

Rumus Menghitung Berat Badan Ideal (BBI)

 

BBI = 90% x (TB – 100)

Contoh :

Jika tinggi badan Anda 160 cm.

 

Perhitungan  :

90 % (160cm – 100) = 54 kg

 

Maka berat badan ideal Anda adalah 54 kg.

Jika kurang dari 54 kg maka Anda kurus. Jika lebih dari 54 kg maka Anda kegemukan

 

Selain dengan rumus di atas, Anda juga bisa menghitung BB Ideal dengan menggunakan rumus Indeks Masa Tubuh.

Rumus Menghitung Indeks Massa Tubuh

 

IMT = BB : (TB /1002)

Contoh :

BB = 62 kg dan TB = 160 cm

 

Perhitungan

62 kg : (160 cm / 1002)

62 kg : 1,62

62 kg : 2,56

IMT = 24,22

 

Kategori Berat Badan Menurut IMT

 

< 17 : Sangat kurus

17 – 18,5 ; Kurus

18,5 – 25 ; Normal

25 – 29,9 ; Gemuk (overwight)

30 – 34,9 ; Kegemukan (obesitas 1)

35 < ; Sangat gemuk (obesitas 2)

 

 

Jika berat badan atau IMT Anda terlalu kurus atau terlalu gemuk, ada baiknya Anda melakukan upaya tertentu. Tujuannya agar Anda bisa memiliki berat badan yang ideal

 

SHARE THIS

 

Share on FacebookTweet on TwitterPlus on Google+

Cara Cepat Hamil

RELATED POSTS

 

 

Menghitung Berat Badan Ideal (BBI) dan Indeks Massa Tubuh (IMT) Sebelum Hamil

 

Imunisasi Ibu Hamil, Perlukah? Ini Jenis Imunisasi Untuk Ibu Hamil Yang Disarankan

 

Cara Punya Anak, Kenali Dulu Kondisi Kesehatan Dan Penyebab Kemandulan Pada Pria

 

Tes Kesehatan Pra Kehamilan Pada Calon Ibu Sebelum Hamil

 

Pemeriksaan Kesuburan Pria, Harus Dilakukan Sebelum Menikah Dan Persiapan Kehamilan

 

Kapan Harus Berhenti Menggunakan Alat Kontrasepsi Jika Ingin Hamil Lagi?

« Prev Post

Next Post »

Tinggalkan Komentar Anda di Sini

Untuk menyisipkan kode pendek, gunakan <i rel=”code”> … KODE … </i>

Untuk menyisipkan kode panjang, gunakan <i rel=”pre”> … KODE … </i>

Untuk menyisipkan gambar, gunakan <i rel=”image”> … URL GAMBAR … </i>

Emoticon

 

 

POPULAR

Makanan Yang Mengandung DHA Tinggi Untuk Ibu Hamil dan Janin Serta Manfaatnya

Makanan Yang Mengandung DHA Tinggi Untuk Ibu Hamil dan Janin Serta Manfaatnya

Menghitung Berat Badan Ideal (BBI) dan Indeks Massa Tubuh (IMT) Sebelum Hamil

Menghitung Berat Badan Ideal (BBI) dan Indeks Massa Tubuh (IMT) Sebelum Hamil

9 Tips Agar Ibu Menyusui Tetap Sehat dan Bugar

9 Tips Agar Ibu Menyusui Tetap Sehat dan Bugar

Makanan Kesuburan Wanita

Makanan Kesuburan Wanita

Mencegah Bakteri dan Zat Berbahaya Pada Makanan Ibu Hamil

Mencegah Bakteri dan Zat Berbahaya Pada Makanan Ibu Hamil

KOMEN

TaraTara

Masih banyak cara untuk menyiasati agar …

Iwan ShopIwan Shop

Obat mandul pria alami semenax original …

KELORIVA MORINGAKELORIVA MORINGA

silahkan coba konsumsi serbuk daun morin…

ARSIP

September (7)

August (9)

July (2)

PESAN YUK!

 

 

TERBARU

TAGS

Bayi Ibu Menyusui Masa Kehamilan Pra Hamil Tips Kehamilan

BACA JUGA

 

Istilah Dalam Jual Beli Online dan Toko Online

Cara Makan Bawang Putih untuk Darah Tinggi

Prestasi dan Kehebatan Kopassus di Mata Dunia

Cara Menghilangkan Goresan Baret Pada Body Mobil

Slime Itu Apa Ya, Ini Artinya

GOOGLE +

 

 

PROFIL

 

Blog Kehamilan Ibu Hamil ini merupakan blog berbagi informasi bermanfaat seputar kesehatan dan kehamilan untuk ibu hamil dan ibu menyusui.  DMCA.com Protection Status cara menghitung indeks masa tubuh

 

 

DISTRIBUTOR HERBALIFE
TERMURAH & ORIGINAL
-------------------------------------------------
Untuk order :
HP/SMS/WA : 0813 2011 2028
BBM : 54F4CE77 | Line : ProgramLangsing


PAKET HERBALIFE

Pilihan paket Herbalife yang bisa Anda pilih sesuai kebutuhan


PRODUK HERBALIFE

Produk-produk Herbalife ini sudah bersertifikat FDA, TGA, GMP dari USA & BPOM dari Indonesia. Dan pastinya tidak mudah untuk produk-produk yang bisa mendapatkan sertifikat ini.