cara mendapatkan tubuh ideal pria

DISTRIBUTOR HERBALIFE
TERMURAH & ORIGINAL
-------------------------------------------------
Untuk order :
HP/SMS/WA : 0813 2011 2028
BBM : 54F4CE77 | Line : ProgramLangsing


PAKET HERBALIFE

Pilihan paket Herbalife yang bisa Anda pilih sesuai kebutuhan


PRODUK HERBALIFE

Produk-produk Herbalife ini sudah bersertifikat FDA, TGA, GMP dari USA & BPOM dari Indonesia. Dan pastinya tidak mudah untuk produk-produk yang bisa mendapatkan sertifikat ini.


KURANG ENERGI cara mendapatkan tubuh ideal pria KRONIS (KEK) PADA IBU HAMIL

Dr. Suparyanto, M.Kes

 

KURANG ENERGI KRONIS (KEK) PADA IBU HAMIL

 

PENGERTIAN

Menurut Depkes RI (1994) pengukuran LILA pada kelompok wanita usia subur adalah salah satu cara untuk mendeteksi dini yang mudah dan dapat dilaksanakan oleh masyarakat awam, untuk mengetahui kelompok berisiko Kekurangan Energi Kronis (KEK). Kurang Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil adalah kekurangan gizi pada ibu hamil yang berlangsung lama (beberapa bulan atau tahun) (DepKes RI, 1999). cara mendapatkan tubuh ideal pria Risiko Kekurangan Energi Kronis (KEK) adalah keadaan dimana remaja putri/wanita mempunyai kecenderungan menderita KEK ( Arismas,2009).

Ibu KEK adalah ibu yang ukuran LILAnya < 23,5 cm dan dengan salah satu atau beberapa kriteria sebagai berikut : a.Berat badan ibu sebelum hamil < 42 kg. b.Tinggi badan ibu < 145 cm. c.Berat badan ibu pada kehamilan trimester III < 45 kg. d.Indeks masa tubuh (IMT) sebelum hamil < 17,00 e.Ibu menderita anemia (Hb < 11 gr %) (Weni, 2010).

PENGUKURAN STATUS GIZI

 

1.Pengukuran LILA

Ada beberapa cara untuk dapat digunakan untuk mengetahui status gizi ibu hamil antara lain memantau pertambahan berat badan selama hamil, mengukur LILA, mengukur kadar Hb. Bentuk adan ukuran masa jaringan adala masa tubuh. Contoh ukuran masa jaringan adala LILA, berat cara mendapatkan tubuh ideal pria badan, dan tebal lemak. Apabila ukuran ini rendah atau kecil, menunjukan keadaan gizi kurang akibat kekurangan energi dan protein yang diderita pada waktu pengukuran dilakukan. Pertambahan otot dan lemak di lengan berlangsung cepat selama tahun pertama kehidupan (Arisman,2009).

Lingkaran Lengan Atas (LILA) mencerminkan tumbuh kembang jaringan lemak dan otot yang tidak berpengaruh banyak oleh cairan tubuh. Pengukuran ini berguna untuk skrining malnutrisi protein yang biasanya digunakan oleh DepKes untuk mendeteksi ibu hamil dengan resiko cara mendapatkan tubuh ideal pria melahirkan BBLR bila LILA < 23,5 cm (Wirjatmadi B, 2007). Pengukuran LILA dimaksudkan untuk mengetahui apakah seseorang menderita Kurang Energi Kronis. Ambang batas LILA WUS dengan risiko KEK di Indonesia adalah 23.5 cm. Apabila ukuran kurang dari 23.5 cm atau dibagian merah pita LILA, artinya wanita tersebut mempunyai risiko KEK, dan diperkirakan akan melahirkan berat bayi lahir rendah ( Arisman, 2007)

a.Hal-hal yang perlu diperhatikan dalan pengukuran LILA

Pengukuran dilakukan dibagian tengah antara bahu dan siku lengan kiri.

Lengan harus dalam posisi bebas.

Lengan baju dan otot lengan dalam keadaan tidak tegang atau kencang.

Alat pengukur dalam keadaan baik dalam arti tidak kusut atau sudah dilipat-lipat sehingga permukaannya tidak rata (Arisman, 2007).

b.Cara Mengukur LILA

Tetapkan posisi bahu dan siku

Letakkan pita antara bahu dan siku.

Tentukan titik tengah lengan.

Lingkaran pita LILA pada tengah lengan.

Pita jangan telalu ketat.

Pita jangan terlalu longgar.

Cara pembacaan skala yang benar. (Arisman, 2007)

2.Pengukuran cara mendapatkan tubuh ideal pria Berat Badan

Berat badan merupakan ukuran antropometris yang paling banyak digunakan karena parameter ini mudah dimengerti sekalipun oleh mereka yang buta huruf ( Arisma, 2009).

Berat badan adalah satu parameter yang memberikan gambaran masa tubuh. Masa tubuh sangat sensitive terhadap perubahan-perubahan yang mendadak, misalnya karena terserang penyakit infeksi, menurunya nafsu makan atau menurunnya jumlah makan yang dikonsumsi. cara mendapatkan tubuh ideal pria Pada prinsipnya ada dua macam timbangan yaitu beam (lever)balance scales dan spring scale. Contoh beam balance ialah dancing, dan spring scale adalah timbangan pegas. Karena pegas mudah melar timbangan jenis spring scsle tidak dianjurkan untuk digunakan berulang kali, apalagi pada lingkungan yang bersuhu panas.

Berat badan ideal ibu hamil sebenarnya tidak ada rumusnya, tetapi rumusannya bisa dibuat yaitu dengan dasar penambahan berat ibu hamil tiap minggunya yang dikemukakan oleh para ahli berkisar antara 350-400 gram, kemudian berat badan yang ideal untuk seseorang agar dapat menopang beraktifitas normal yaitu dengan melihat berat badan yang sesuai dengan tinggi badan sebelum hamil, serta umur kehamilan sehingga rumusnya dapat dibuat.

Dengan berbekal beberapa rumus ideal tentang berat badan, saya (penulis) dapat kembangkan menjadi rumus berat badan ideal untuk ibu hamil yaitu sebagai berikut : Dimana penjelasannya adalah BBIH adalah Berat Badan Ideal Ibu Hamil yang akan dicari. BBI = ( TB – 110) jika TB diatas 160 cm (TB – 105 ) jika TB dibawah 160 cm. Berat badan ideal ini merupakan pengembangan dari (TB-100) oleh Broca untuk orang Eropa dan disesuaikan oleh Katsura untuk orang Indonesia. UH adalah Umur cara mendapatkan tubuh ideal pria kehamilan dalam minggu. Diambil perminggu agar kontrol faktor resiko penambahan berat badan dapat dengan dini diketahui. 0.35 adalah Tambahan berat badan kg per minggunya 350-400 gram diambil nilai terendah 350 gram atau 0.35 kg . Dasarnya diambil nilai terendah adalah penambahan berat badan lebih ditekankan pada kualitas (mutu) bukan pada kuantitas (banyaknya) (Supriasa, 2002).

3.Pengukuran cara mendapatkan tubuh ideal pria  Tinggi Badan

Tinggi badan merupakan parameter yang penting bagi keadaan yang telah lalu dan keadaan sekarang, jika umur tidak diketahui dengan tepat. Disamping itu tinggi badan merupakan ukuran kedua yang penting, karena dengan menghubungkan berat badan terhadap tinggi badan , factor umur dapat dikesampingkan. Ibu hamil pertama sangat membutuhkan perhatian khusus.

Pengukuran tinggi badan bermaksud untuk menjadikanya sebagai bahan menentukan status gizi. Status gizi yang ditentukan dengan tinggi badan tergolong untuk mengukur pertumbuhan linier. Pertumbuhan linier adalah pertumbuhan tulang rangka, terutama rangka extrimitas (tungai dan lengan). Untuk tinggi badan peranan tungkai yang dominan.

Pengukuran tinggu badan orang dewasa, atau yang sudah bisa berdiri digunakan alat microtoise (baca: mikrotoa) dengan skala maksimal 2 meter dengan ketelitian 0,1 cm. Apabila tidak tersedia mikrotoise dapat digunakan pita fibreglas (pita tukang jahit pakaian) dengan bantuan papan cara mendapatkan tubuh ideal pria data dan tegak lurus dengan lantai. Pengukuran dengan pita fibreglass seperti ini harus menggukan alat bantu siku-siku. Persyaratan tempat pemasangan alat adalah didinding harus datar dan rata dan tegak lurus dengan lantai. Dinding yang memiliki banduk di bagian bawah (bisanya pada lantai keramik) tidak bisa digunakan. Hal yang harus diperhatikan saat pemasangan mikrotoise adalah saat sudah terpasang dan direntang maksimal ke lantai harus terbaca pada skala 0 cm.

A.Cara Pengukuran Berdiri membelakangi dinding dimana microtoie terpasang dengan posisi siap santai (bukan siap militer), tangan disamping badan terkulai lemas, tumit, betis, pantat, tulang belikat dan kepala menempel di dinding. Pandangan lurus ke depan. Sebagai pegukur harus diperiksa ketentuan ini sebelum membaca hasil pengukuran. Tarik microtiose ke bawah sampai menempel ke kepala. Bagi terukur yang berjilbab agak sedikit ditekan agar pengaruh jilbab bisa diminimalisir. Untuk terukur yang memakai sanggul harus ditanggalkan lebih dahulu atau digeser ke bagia kiri kepala. Saat pengkuran, sandal, dan topi harus dilepas. Baca hasil ukur pada posisi tegak lurus dengan mata (sudut pandang mata dan skala microtoise harus sudut 90 derajat). Pada gambar di atas, apabila terukur lebuh tinggi dai Pengukur, maka pengukur harus menggunakan alat peningi agar posisi baca tegak lurus. Bacaan pada ketelitian 0,1 cm, artinya apabila tinggi terukur 160 cm, harus ditulis 160,0 cm (koma nol harus ditulis). Tinggi badan kurang dari 145 cm atau kurang merupakan salah satu risti pada ibu hamil. Luas panggul ibu dan besar kepala janin mungkin tidak proporsional, dalam hal ini ada dua kemungkinan yang terjadi: a.Panggul ibu sebagai jalan lahir ternyata sempit dengan janin/kepala tidak besar. b.Panggul ukuran normal tetapi anaknya besar/kepala besar. Pada kedua kemungkinan itu, bayi tidak dapat lahir melalui jalan lahir biasa, dan membutuhkan operasi Sesar.

4.Indeks Masa Tumbuh

Masalah kekurangan dan kelebihan gizi pada orang dewasa (usia 18 tahun keatas) merupakan masalah penting, karena selain mempunyai resiko penyakit-penyakit tertentu, juga dapat mempengarui produktif kerja. Laporan FAO /WHO/UNU tahun 1985 menyatakan bahwa batasan berat badan normal orang dewasa ditentukan oleh Body Mass Index (BMI).

Di Indonesia istila Body Mass Index diterjemahkan menjadi Indekx Masa Tubuh (IMT) merupakan alat yang sederhana untu memantau status gizi orang dewasa khusunya yang berkaitan dengan kekurangan dan kelebihan berat badan, maka mempertahankan berat badan normal memungkinkan cara mendapatkan tubuh ideal pria seseorang dapat mencapai usia harapan hidup lebih panjang. Berat badan dilihat dari Quatelet atau body mass Index (IMT).

DISTRIBUTOR HERBALIFE
TERMURAH & ORIGINAL
-------------------------------------------------
Untuk order :
HP/SMS/WA : 0813 2011 2028
BBM : 54F4CE77 | Line : ProgramLangsing


PAKET HERBALIFE

Pilihan paket Herbalife yang bisa Anda pilih sesuai kebutuhan


PRODUK HERBALIFE

Produk-produk Herbalife ini sudah bersertifikat FDA, TGA, GMP dari USA & BPOM dari Indonesia. Dan pastinya tidak mudah untuk produk-produk yang bisa mendapatkan sertifikat ini.


Ibu hamil dengan berat badan dibawah normal sering dihubungkan dengan abnormalitas kehamilan, berat badan lahir rendah. Sedangkan berat badan overweight meningkatkan resiko atau terjadi kesulitan dalam persalinan. Indeks massa tubuh (IMT) merupakan rumus matematis yang berkaitan dengan lemak tubuh orang dewasa (Arisman, 2009).

Penilaian Indeks Masa Tumbuh diperoleh dengan memperhitungkan berat badan sebelum hamil dalam kilogram dibagi tinggi badan dalam meter kuadrat (Yuni, 2009).

Rumus ini hanya cocok diterapkan pada mereka yang berusia antara 19-70 tahun, berstruktur tulang belakang normal, bukan atlet atau binaragawan.

Tabel 2.2 Klasifikasi Status Gizi Berdasarkan IMT

Status Gizi

IMT KKP I < 16

KKP II 16,0 -16,9

KKP III 17,0 – 18,4

Normal ≤18,5 – < 25

Obesitas I 25 – 29,9

Obesitas II 30 – 40

Obesitas III >40

Sumber: Arisman, 2009

 

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KURANG ENERGI KRONIS PADA IBU HAMIL

 

  1. Faktor Sosial Ekonomi

Faktor yang berperan dalam menentukan status kesehatan seseorang adalah tingkat sosial ekonomi (FKM UI, 2007). Ekonomi sese

 

Penilaian BMI (Body masa index/masa index tubuh)

 

Index Massa Tubuh (IMT) atau Body Mass Index (BMI) adalah suatu alat bantu untuk mengetahui status gizi seseorang. Index Massa Tubuh tersedia dalam kriteria Asia Pasifik dan WHO. Terdapat perbedaan kategori dalam kriteria Asia Pasifik dan WHO. Kriteria Asia Pasifik diperuntukkan untuk orang-orang yang berdomisili di daerah Asia, karena Index Massa Tubuhnya lebih kecil sekitar 2-3 kg/m2 dibanding orang Afrika, orang Eropa, orang Amerika, ataupun orang Australia.

 

Rumus Index Massa Tubuh adalah : Berat Badan (dalam kg) / Tinggi Badan (dalam m2)

 

Majalah Kedokteran FK UKI 2010 Vol XXVII No.1

Januari – Maret

Artikel Asli

Hubungan Indeks Massa Tubuh dengan Sindroma Prementruasi

Rendi Retissu, Sjafril Sanusi, Amalia Muhaimin, Lantip Rujito

Fakultas Kedokteran dan Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto

Abstrak

Sindrom premenstruasi adalah kumpulan gejala fisik dan psikologi yang terjadi sebelum masa menstruasi. Wanita

lazim mengalami sindrom premenstruasi dengan prevalensi sebanyak 90%, dan 3-5% di antaranya mendapatkan

gejala yang mengganggu kehidupan sehari-hari. Salah satu faktor risiko sindrom premenstruasi adalah indeks

massa tubuh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara indeks massa tubuh dan sindrom

premenstruasi pada mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian ini adalah

penelitian analitik observasional dengan desain cross sectional. Teknik sampling yang digunakan adalah

proporsional random sampling, dengan jumlah subjek sebanyak 75 orang. Hasil analisis univariat menunjukkan,

terdapat 53,3% wanita yang memiliki sindrom premenstruasi, sedangkan 46,7% lainnya tidak memiliki sindrom

premenstruasi. Analisis bivariat menggunakan uji chi-kuadrat untuk menemukan hubungan antara indeks massa

tubuh dengan sindrom premenstruasi. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa terdapat hubungan antara indeks

massa tubuh dengan sindrom premenstruasi (p = 0,026).

Kata Kunci: sindrom pramenstruasi, indeks massa tubuh

The Relationship between the Body Mass Index and the Premenstrual Syndrome

Abstract

Premenstrual syndrome is a group of physical and psychological symptoms which occurs before the time of

menstruation. In general, the female premenstrual syndrome prevalence is about 90%, whereas 3-5% of them

experienced disturbance symptoms in the daily life. One of the premenstrual syndrome’s risk factors is the

body mass index. The purpose of this study was to know the relationship between the body mass index and the

premenstrual syndrome among female students of the Jenderal Soedirman University, School of Medicine. This

study was an observational analytic research with cross sectional design. The sampling technique was

proportional random sampling, enrolling 75 of subjects. The univariate analysis showed that there was 53,3%

female who experienced the premenstrual syndrome, whereas 46,7% female didn’t experience it. The bivariate

analysis chi-square test was used to find out the relationship between the body mass index and the premenstrual

syndrome. The result showed that there was a relationship between the body mass index and the premenstrual

syndrome (p=0,026).

Key Words: premenstrual syndrome, body mass index

L R. penulis koresponden

FK Unsoed, jl Gumbreg no 1, Purwokerto

[email protected]

2

Pendahuluan

Sindroma premenstruasi atau

premenstrual syndrome (PMS) adalah

keadaan abnormal yang berhubungan

dengan siklus menstruasi.1 Diperkirakan

85-97% perempuan mengalami gejala

psikologis dan gejala fisik akibat sindroma

premenstruasi.2

Tujuh puluh lima persen

remaja perempuan mengeluh tentang

perubahan kondisi tubuhnya sebelum

datangnya menstruasi.1 Menurut penelitian

yang sama didapatkan 3-10% perempuan

mengalami PMS yang mengganggu

kehidupan sehari-hari. Data lain

menunjukan bahwa 90% perempuan yang

dengan PMS, didapatkan 3-5% mengalami

keluhan yang cukup berat.3

Salah satu faktor risiko sindroma

premenstruasi adalah indeks massa tubuh

(IMT). Perempuan yang memiliki skor

indeks massa tubuh >30, memiliki risiko

tiga kali lipat mengalami sindroma

premenstruasi dibandingkan perempuan

dengan indeks massa tubuh < 30.3

Permasalahan tinggi dan rendahnya skor

indeks massa tubuh pada usia remaja

merupakan masalah penting, karena dapat

menyebabkan risiko terjadinya berbagai

penyakit dan mempengaruhi produktifitas

kerja.4 Menurut Kirtz et al.,

5

tidak terdapat

hubungan antara obesitas dengan sindroma

premenstruasi.

Indeks massa tubuh merupakan salah

satu ukuran untuk memprediksi presentase

lemak di dalam tubuh manusia. Lemak

merupakan salah satu senyawa di dalam

tubuh yang mempengaruhi proses

pembentukan hormon estrogen, dan faktor

dominan penyebab sindroma

premenstruasi adalah hormon estrogen.4

Cross et al.,6

telah menjelaskan mengenai

faktor yang berhubungan dengan sindroma

premenstruasi, namun masih sedikit data

yang ada mengenai hubungan indeks massa

tubuh dengan sindroma premenstruasi.

Berdasarkan permasalahan tersebut,

peneliti ingin melakuk cara mendapatkan tubuh ideal pria

DISTRIBUTOR HERBALIFE
TERMURAH & ORIGINAL
-------------------------------------------------
Untuk order :
HP/SMS/WA : 0813 2011 2028
BBM : 54F4CE77 | Line : ProgramLangsing


PAKET HERBALIFE

Pilihan paket Herbalife yang bisa Anda pilih sesuai kebutuhan


PRODUK HERBALIFE

Produk-produk Herbalife ini sudah bersertifikat FDA, TGA, GMP dari USA & BPOM dari Indonesia. Dan pastinya tidak mudah untuk produk-produk yang bisa mendapatkan sertifikat ini.