berat badan proporsional

DISTRIBUTOR HERBALIFE
TERMURAH & ORIGINAL
-------------------------------------------------
Untuk order :
HP/SMS/WA : 0813 2011 2028
BBM : 54F4CE77 | Line : ProgramLangsing


PAKET HERBALIFE

Pilihan paket Herbalife yang bisa Anda pilih sesuai kebutuhan


PRODUK HERBALIFE

Produk-produk Herbalife ini sudah bersertifikat FDA, TGA, GMP dari USA & BPOM dari Indonesia. Dan pastinya tidak mudah untuk produk-produk yang bisa mendapatkan sertifikat ini.


Klikdokter.com – Berat badan sehat ialah berat badan tubuh yang memiliki proporsi seimbang dengan tinggi badan.

 

 

 

Tubuh sehat ideal secara fisik dapat terlihat dan ternilai dari penampilan luar. Berat tubuh yang sehat dan ideal dapat dikalkulasikan dengan menggunakan rumus: Body Mass Index / Indeks Massa Tubuh Berat Badan Tinggi Badan   x   Tinggi Badan Atau anda dapat menggunakan fitur aplikasi web berat badan proporsional penghitungan Body Mass Index / Indeks Massa Tubuh pada sebelah kanan tampilan website Klikdokter.com. Setelah mengetahui status berat badan, penting pula untuk mengetahui pembatasan kebutuhan kalori yang dapat diperkirakan sesuai dengan status hasil akhir penghitungan Body Mass Index , yakni sebagai berikut :

  Very obese

 :

  1000 kalori/hari

  Obese

 :

  1500 kalori/hari

  Overweight

 :

  1700 kalori/hari

  Normal

 :

  2000 kalori/hari

Namun sesungguhnya pengertian tubuh sehat ideal melalui aspek kesehatan ialah mencakup pembahasan yang lebih luas yang tidak cukup hanya melalui penilaian secara fisik postur tubuh.

Guna mencapai tubuh sehat ideal, sekiranya dimulai sedini untuk menyempurnakan asupan nutrisi. Bila perlu sejak janin dalam kandungan. Penting adanya dalam hal ini kondisi kesehatan ibu hamil harus cukup gizi serta menjaga kesehatannya guna melahirkan bayi yang sehat. berat badan proporsional Yang lebih penting adalah pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak selanjutnya sampai anak dewasa, agar mencapai tinggi badan dan berat badan ideal, sehat jasmani dan rohani, menuju sumber daya manusia yang berkualitas.

Pada masa dewasa dan perkembangan usia seterusnya merupakan masa kritis untuk terjadinya obesitas dengan berbagai komplikasi penyakit degeneratif. Hal ini biasanya terjadi karena perubahan gaya hidup menjadi lebih santai, kurangnya aktivitas dan kecenderungan pola makan yang berlebih yang mengandung kalori terlalu tinggi, protein dan lemak. Pun penting adanya upaya untuk mencegah meningkatnya prevalensi penyakit kardiovaskuler, dapat dimulai dengan mempraktekkan perilaku hidup bersih dan sehat.

Intinya adalah keseimbangan. Berat badan tidak berlebih dan tidak pula kekurangan nutrisi yang memicu berbagai macam penyakit.

Ancaman malnutrisi atau kekurangan asupan nutrisi untuk tubuh paling banyak terjadi akhir-akhir ini ditengah masyarakat perkotaan ialah disebabkan oleh pola makan berlebihan yang tidak seimbang dengan nutrisi yang dibutuhkan.

Sebagian besar makanan yang kita makan sehari-hari baik secara sengaja maupun tidak disengaja, kandungannya terlalu sedikit vitamin, protein nabati, garam mineral, lemak nabati, zat asam amino essensial, hingga zat berserat serta air

Pun yang paling membahayakan ialah konsumsi terlalu banyak bahan pengawet, gula, garam protein hewani, lemak hewani, kolesterol dan makanan olahan.

Keseimbangan asupan nutrisi seperti karbohidrat, mineral, protein, vitamin dan lain sebagainya penting adanya untuk diperhatikan. Adapun pola makan yang dianjurkan yang menjadi dasar pola makan gizi seimbang terdiri atas 3 golongan bahan makanan yakni zat tenaga (karbohidrat), zat pembangun (protein), dan zat pengatur dalam jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh.

Karbohidrat dapat diperoleh dari beras, jagung, roti, mie, makaroni, bihun, kentang, singkong, ubi, talas, tepung-tepungan, gula dan minyak.

Protein dapat diperoleh dari daging, ayam, kelinci, telur, ikan, udang susu, kacang-kacangan dan hasil olahannya seperti tahu dan tempe.

Zat pengatur banyak terdapat dalam sayur-sayuran yang berwarna kuning, jingga dan merah.

Seiring dengan ancaman malnutrisi yang secara tidak sengaja kita jalani, kerap kali para praktisi kesehatan menganjurkan keseimbangan pola makan yang sehat yang tercukupi diiringi dengan kegiatan olahraga.

Tidak perlu olahraga yang berat hingga mandi keringat, cukuplah berolahraga dengan intensitas sedang selama 30 menit, 5 hari seminggu asal rutin. Olahraga intensitas sedang bisa berupa jalan cepat atau joging dengan detak jantung sebesar 100-130. Dengan demikian, aktifitas tersebut telah memangkas 250 kalori per hari.

Bagi Anda yang ingin mengetahui lebih jauh mengenai topik ini, silakan ajukan pertanyaan Anda di fitur Tanya Dokter Klikdokter.com di laman website kami.[](DA)

 

Bagi Anda yang ingin mengetahui lebih jauh mengenai topik ini, silakan ajukan pertanyaan Anda di fitur Tanya Dokter Klikdokter.com di laman website kami.

 

Rumus Berat Badan Balita dan Bayi Ideal – Buat anda sorang ibu yang mempunyai balita atau bayi, sangat penting untuk memantau berat badan balita anda. Anda bisa rutin berkunjung ke posyandu terdekat untuk menimbang berat balita sekaligus berkonsultasi dengan petugas posyandu terkait berat badan proporsional berat badan balita anda. Disamping itu anda juga bisa menggunakan rumus berat badan balita  dan bayi untuk sekedar membantu memantau perkembangan balita anda, apakah mengalami kelainan atau gizi buruk. Berikut ini rumus berat badan balita. Rumus Berat badan balita ini cukup sederhana tapi bisa membantu.

 

 

 

  1. Rumus Berat Badan Bayi

Bayi di sini penulis definisikan sebagai anak yang berumur 1-12 bulan. Jika mengacu pada standar WHO, maka berat badan ideal usia 3 bualn sekitar 5,1 kg sampai 8,0 kg. Untuk lebih lengkapnya simak penjelasan berikut

 

Rumus Berat berat badan proporsional badan bayi

  1. Untuk Usia 1-6 Bulan

 

Berat Badan Lahir (dalam gram) + (usia x 600 gram)

 

  1. untuk usia 7-12 bulan

untuk berat badan bayi usia 7 sampai 12 bulan anda bisa menggunakan 2 alternatif rumus berat badan bayi berikut

 

1)  (USIA/2) + 3 (satuan hasil  dalam Kg)

2)  Berat Badan Lahir (dalam gram) + (usia x 500 gram) (satuan dalam gram)

 

Contoh :

Bayi Bu neneng usia 4 bulan dan mempunyai berat badan 6000 gram. Ketika lahir bayi Bu neneng mempunyai berat 3900 gram

Berat Badan Ideal = 3900 + (4×600 gram) = 3900 + 2400 = 6300 gram = 6,3 Kg

dengan demikian bayi bu neneng berat badanya masih kurang ideal sehingga perlu diperhatikan lagi konsumsi gizinya.

 

  1. Rumus Berat Badan Balita

Balita di sini penulis definisikan anak usia 1 sampai 5 tahun.

Rumus Menghitung Berat Badan Balita

 

Berat Balita Ideal = 2n +8

 

2n = usia tahun, usia bulan setelah dikali dua. Untuk lebih memudahkan kita pakai contoh berikut

 

Contoh Menghitung Berat Badan Ideal Balita I

Bu Samin punya Balita berumur 13 maka berat idealnya adalah

13 bulan = 1 tahun 1 bulan, sehinggga n = 1,1, dan 2n = 2,2 Kemudian kita masukkan dalam rumus diatas

Berat Badan ideal balita bu Samin = 2,2 + 8 = 4,2 + 8 = 12,2

 

Contoh Menghitung Berat Badan Ideal Balita II Bu Rahmat punya balita berumur 2 tahun 7 bulan, berat badan proporsional sehingga 2n = 4 tahun 14 bulan = 5 tahun 2 bulan = 5,2 Berat Badan Ideal bu Rahmat = 5,2 + 8 = 13,2 Kg Anda perlu hati-hati bila hasil perhitungan anda ternyata lebih banyak 20% atau lebih kecil 20% dariberat ideal bayi dan balita anda. Bisa jadi bayi atau balita anda mengalamigizi tak seimbang, kegemukan atau gizi buruk. Iitulah tadi Rumus Berat Badan Balita dan Bayi ideal. Manfaatkan Rumus Berat Badan Balita dan Bayi ideal ini untuk membantu anda mengamati pertumbuhan si kecil.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Yuk Bagikan

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppSambung

16 Responses to “Rumus Berat Badan Balita dan Bayi Ideal”

                Mia says:

August 5, 2016 at 15:50

Maaf mbak/mas numpang tanya .. ini rumus bb ideal nya menurut siapa ?

 

Reply

                eva says:

March 10, 2016 at 17:02

kalo anak saya sekarang usianya 33 bulan tapi BB hanya 11 kg…ideal ga seh???

 

Reply

Tabel Berat Badan dan Tinggi Ideal berat badan proporsional Anak 0-5 Tahun | UTAMI AGOESTINA says:

May 15, 2015 at 13:52

[…] Dari contoh di atas, tidak ada masalah dari kedua anak tersebut. Mereka normal. Cuma kadang orang berat badan proporsional tuanya yang berpikiran, anak kita seumuran tapi kok berat anak saya cuma 5,7 kg. Wah, berarti anak saya kurang gizi. Si ibu lupa,  meski usianya sama, panjangnya berbeda. Padahal, perbedaan panjang itu masih dalam batas normal. Selain menggunakan tabel, ibu juga bisa menggunakan perhitungan rumus berat ideal bayi/anak […]

 

Reply

                nila says:

April 4, 2015 at 15:37

anak sy lahir 4,1kg panjang 50cm dan usia 5bulan beratnya 8,5kg , apakah bb ank saya normal atau termasuk over weight? please infonya thx

 

Reply

                Noor Rochmah says:

February 25, 2015 at 07:33

Anak saya laki2 usia 21 bulan. Bb lahir 3,25 kg dan panjang 50 cm. Sekarang bb 15,3 kg dan tinggi 90 cm. Apakah anak saya tergolong kegemukan? Mksh

 

Reply

                rumus hitung says:

October 15, 2015 at 23:46

tergolong normal ibu noor.. 🙂 aman

 

Reply

                rohmanudin says:

February 1, 2015 at 19:56

Anak kedua saya laki laki sewaktu lahir bb 3.3kg dan panjang 50cm. sekarang usia 2 tahun 1 bulan, tinggi 85cm dan berat 10kg.

apakah anak saya pertumbuhannya di bawah normal?

 

Reply

                Roza says:

January 11, 2015 at 11:47

Sangat bermanfaat!

Terima kasih ya…

 

Reply

Aplikasi Kalkulator Berat Bayi Ideal | RumusHitung.Com says:

September 14, 2014 at 06:05

[…] World Health Organization, dan tips kesehatan. Ibu di rumah tidak perlu lagi menghitung dengan rumus berat bayi ideal cukup dengan aplikasi ini. Berikut detail […]

 

Reply

                Contoh Sobat says:

August 9, 2014 at 19:56

Terima kasih ya… Ini sangat sekali berguna….

 

Reply

 

KONSEP DASAR BERAT BADAN IDEAL IBU HAMIL

Dr. Suparyanto, M.Kes

 

KONSEP DASAR BERAT BADAN IDEAL IBU HAMIL

 

PENGERTIAN BERAT BADAN IDEAL IBU HAMIL

DISTRIBUTOR HERBALIFE
TERMURAH & ORIGINAL
-------------------------------------------------
Untuk order :
HP/SMS/WA : 0813 2011 2028
BBM : 54F4CE77 | Line : ProgramLangsing


PAKET HERBALIFE

Pilihan paket Herbalife yang bisa Anda pilih sesuai kebutuhan


PRODUK HERBALIFE

Produk-produk Herbalife ini sudah bersertifikat FDA, TGA, GMP dari USA & BPOM dari Indonesia. Dan pastinya tidak mudah untuk produk-produk yang bisa mendapatkan sertifikat ini.


Berat badan ideal ialah berat badan tubuh yang memiliki proporsi seimbang dengan tinggi badan. Tubuh ideal secara fisik dapat terlihat dan ternilai dari penampilan luar (Supariasa, 2007).

 

BERAT BADAN IDEAL IBU HAMIL

Menurut Pudjiadi (2007) seorang ibu yang sedang mengandung mengalami kenaikan berat badan proporsional berat badan sebanyak 10 – 12 kg. Pada trimester pertama kenaikan itu hanya kurang dari 1 kg, pada trimester kedua kurang lebih 3 kg, sedang pada trimester ketiga kira-kira 6 kg. Pada trimester kedua kira-kira 50 %, dan pada trimester ketiga kira-kira 90 % daripada kenaikan itu merupakan kenaikan komponen janin, seperti pertumbuhan janin, placenta, dan bertambahnya cairan amnion.

Elizabeth (2008) menyatakan bahwa, kenaikan berat badan selama kehamilan berkisar 11 kg – 12,5 kg atau 20 % dari berat badan sebelum hamil, penambahan berat badan sekitar 0,5 kg pada trimester pertama dan 0,5 kg setiap minggu pada trimester berikutnya.

Depkes RI (2006) menganjurkan kenaikan normal bagi ibu hamil sebesar 7-12 kg. Bertambahnya berat karena hasil konsepsi yaitu janin, plasenta, dan cairan omnii. Selain itu alat-alat reproduksi ibu seperti rahim dan payudara membesar, volume darah bertambah selain lemak tubuh yang meningkat.

Berat badan ideal ibu hamil yaitu dengan dasar penambahan berat ibu hamil tiap minggunya, kemudian berat badan yang ideal untuk seseorang agar dapat menopang beraktifitas normal yaitu dengan melihat berat badan yang sesuai dengan tinggi badan sebelum hamil, serta umur kehamilan sehingga rumusnya dapat dibuat, rumus berat badan ideal untuk ibu hamil yaitu sebagai berikut:

BBIH = BBI + (UHx0,35)

BBIH : Berat badan ideal ibu hamil (BBI=TB-110 jika TB> 160 cm dan

BBI=TB-105 jika TB<160 cm)

UH : Usia Kehamilan dalam minggu

0.35 : tambahan berat badan kg per minggunya (0,35) (Arisman, 2007)

Penambahan berat badan ini sangat besar karena berat badan ibu sebelumnya sudah sangat kurang dan ini sudah harus di intervensi (berat badan ideal) sejak pertama kali diketahui hamil atau pada trismester pertama kehamilan sampai benar-benar mencapai berat badan ideal sebelum hamil, apabila sudah masuk pada trismester ke dua kehamilan, perhatian pada penambahan berat badan ideal sebelum hamil sudah tidak akan berpengaruh, karena tubuh justru akan mengfasilitasi berat badan proporsional keberadaan janin, dengan persediaan berat badan yang kurang, tubuh ibu tidak akan mampu mengfasilitasi keberadaan janin. Disinilah sering terjadi keguguran, jika tidak terjadi keguguran dan kehamilan terus berlangsung faktor-faktor resiko kesakitan, kecacatan dan kematian ibu dan janinnya masih sering ditemukan (Arali, 2008).

 

Tabel 2.1 Penambahan Berat Badan Ibu Hamil

Nilai IMT Berat Badan (kg)

Penambahan Berat Badan

TM I (kg) TM II (kg) TM III (kg)

Rendah (19.8) 12.5-18 2.3 0.49 0.40

Normal (19.9-26.0) 11.5-16 1.6 0.44 0.50

Tinggi (26.1-29.0) 7-11.5 0.9 0.3 0.35

Obesitas 6

Sumber: Arisman, 2007

Keterangan:

TM I : dalam bulan

TM II : dalam minggu

TM III: dalam minggu

Penilaian IMT menggunakan rumus:

TB2

IMT = BB

Keterangan:

BB: berat badan (kg)

TB: tinggi badan (m)

Penambahan berat badan pada ibu hamil menurut ahli kesehatan kenaikan optimal berat badan wanita hamil adalah 11-16 kg (25 lb–35 lb) dengan berat dan tinggi badan rata-rata. Berat badan normal sebelum hamil terbilang rendah, atau ibu hamil berusia 19 tahun kebawah, maka berat badan perlu dinaikkan lagi, dan ibu hamil yang mengandung bayi kembar maka kenaikan berat badan akan lebih besar lagi.

Penambahan berat badan sebelum hamil termasuk besar, kenaikan berat badan tidak perlu terlalu banyak, upayakan mengkonsumsi makanan sehat dan bergizi, dan hindari berpantang makanan atau diet karena setiap kalori sangat berarti bagi pertumbuhan janin.

 

LINGKAR LENGAN ATAS (LILA)

Antropometri yang paling sering digunakan untuk menilai status gizi yaitu LILA (Lingkar Lengan Atas) pengukuran LILA adalah salah satu cara untuk mengetahui resiko Kekurangan Energi Kronis (KEK) Wanita Usia Subur (WUS).

Tujuan pengukuran LILA mencakup masalah WUS baik ibu hamil maupun calon ibu, masyarakat umum dan peran petugas lintas sektoral.

Adapun tujuan tersebut adalah :

Mengetahui resiko KEK WUS, baik ibu hamil maupun calon ibu, untuk menepis wanita yang mempunyai resiko melahirkan Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR).

Meningkatkan perhatian dan kesadaran masyarakat agar lebih berperan dalam pencegahan dan penanggulangan KEK.

Mengembangkan gagasan baru dikalangan masyarakat dengan tujuan peningkatan kesejahteraan ibu dan anak

Meningkatkan peran petugas lintas sektoral dalam upaya perbaikan gizi WUS yang menderita KEK

Mengarahkan pelayanan kesehatan pada kelompok sasaran WUS yang menderita KEK. Ambang batas LILA WUS dengan resiko KEK di Indonesia adalah 23,5 cm, apabila ukuran LILA kurang 23,5 cm atau dibagian pita LILA artinya wanita tersebut mempunyai resiko KEK dan diperkirakan akan melahirkan Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR). BBLR mempunyai resiko kematian, gizi kurang, gangguan pertumbuhan dan gangguan perkembangan anak (Supariasa, 2007).

 

MENJAGA BERAT BADAN IDEAL IBU HAMIL

Berat badan ibu hamil harus tetap dijaga, untuk itu menjaga berat badan ibu selama kehamilan (Arisman, 2007) sebagai berikut:

  1. Timbang berat badan setiap minggu

Setelah memasuki masa stabil, yaitu setelah hilangnya ngidam (setelah memasuki minggu ke 16), usahakan untuk menimbang berat badan secara teratur minimal satu minggu sekali. Jangan lupa catat berat badan setiap kali habis menimbang. Dengan mengetahui kecenderungan pertambahan berat badan yang kurang normal secara dini, akan mempermudah memulai tindakan pengontrolan. Selain itu ini akan sangat berguna kelak setelah persalinan untuk segera mengembalikan berat badan ke semula. Sebagai patokan umum, usahakan pertambahan berat tidak lebih dari 300 gr setiap minggu.

Terutama setelah memasuki minggu ke 20 pertambahan berat cenderung konstan setiap minggunya. Karena itu bila terjadi pertambahan yang lebih dari 500 gr sudah bisa dipastikan tidak normal. Untuk itu segera pelajari kembali pola makan atau kebiasaan yang mungkin bisa menyebabkan hal ini.

  1. Jaga pola makan yang teratur dan seimbang

Terutama setelah memasuki masa stabil, ada kecenderungan nafsu makan bertambah berat badan proporsional secara tiba-tiba. Sehingga diperlukan usaha ekstra untuk mengkontrol diri. Jangan biarkan diri terbiasa memakan camilan terus menerus. Serta perhatikan pola makan yang teratur, yaitu makan 3 kali sehari secara teratur di waktu yang sama setiap harinya. Juga perhatikan jenis makanan yang dikonsumsi, apakah cukup bervariasi dan tidak terlalu banyak jenis-jenis tertentu. Kalau perlu buat menu untuk satu minggu.

  1. Makan dengan tenang dan dikunyah dengan baik

Akibat nafsu makan yang besar ada kecenderungan makan dengan cepat dan tanpa dikunyah dengan baik. Ini mengakibatkan naiknya kadar gula darah, sehingga memperlambat pengiriman sinyal kenyang.

Akibatnya, rasa kenyang datang terlambat dan terlanjur makan berlebih. Lebih lanjut rasa puas setelah makan tidak diperoleh.

  1. Hindari makanan sejak 3 jam sebelum tidur

Makanan yang dikonsumsi beberapa saat sebelum tidur akan diserap dan disimpan di lemak bagian bawah kulit, sehingga menyebabkan kegemukan.

  1. Kurangi konsumsi gula, lemak dan garam

Penyebab utama berat badan berlebihan selama kehamilan adalah akibat konsumsi kalori berlebihan. Untuk itu aneka makanan yang berlemak atau manis-manis sebaiknya dikurangi. Juga perlu diperhatikan konsumsi garam, karena ini mendorong konsumsi nasi serta penyebab utama pembengkakan.

  1. Catat makanan yang dikonsumsi setiap hari

Kontrol berat badan dimulai dari pengetahuan akan apa dan jumlah makanan yang dikonsumsi setiap hari. Dengan berat badan proporsional memiliki catatan kecil akan makanan yang dikonsumsi minggu terakhir misalnya akan mempermudah anda untuk mengetahui penyebab berat yang tidak normal.

  1. Penyebab utama kegemukan

Aneka camilan maupun makanan luar umumnya mengandung kalori tinggi, gizi tidak berimbang dan kandungan garamnya tinggi. Semua ini merupakan hal-hal utama yang perlu dikurangi selama masa kehamilan. Tentu saja bukan berarti harus dihindari secara total, namun perlu dengan dikombinasikan dengan makanan di rumah agar diperoleh gizi yang seimbang.

  1. Gerakkan badan meski terasa berat

Lakukan pekerjaan rumah yang memungkinkan seperti biasa, seperti menyapu, mencuci piring dan sebagainya. Juga baik melakukan jalanjalan.

Meski badan terasa berat dengan semakin besarnya perut, bukan berarti hanya berbaring atau duduk-duduk saja. Selama tidak ada larangan dari dokter, lakukan gerakan dan kegiatan seperti biasa meski tetap dengan penuh kehati-hatian. Selain mencegah kegemukan, ini juga menyegarkan badan serta baik untuk berganti suasana.

i Hilangkan anggapan harus makan untuk 2 orang

Meski hamil dan mengandung bayi, bukan berarti harus makan jatah 2 orang. Ini malah cenderung potensial menyebabkan kegemukan, dan malah bisa menyulitkan proses persalinan. Lebih dari jumlah makanan, yang perlu diperhatikan adalah mutu makanan, terutama usahakan konsumsi makanan dengan kandungan protein, zat besi dan kalsium yang tinggi.

 

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI BERAT BADAN IBU HAMIL

Faktor yang mempengaruhi berat badan pada ibu hamil antara lain: pengetahuan tentang gizi, faktor sosial, kepadatan penduduk, dan kemiskinan (Arisman, 2010).

Status ekonomi, terlebih jika yang bersangkutan hidup dibawah garis kemiskinan, status ekonomi berguna untuk memastikan kemampuan ibu membeli dan memilih bahan makanan yang bernilai gizi tinggi.

Usia: Usia diperlukan untuk menentukan besaran kalori serta zat-zat gizi yang akan diberikan.

 

DAFTAR PUSTAKA

Almatsier, 2007, Prinsip Dasar Ilmu Gizi, Jakarta, Gramedia Pustaka Utama.

Arali, 2008, Buku Ajar Gizi, Jakarta, EGC

Arikunto Suharsimi, 2008, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, Jakarta, Rineka Cipta.

Arisman, 2007, Gizi Dalam Daur Kehidupan, Jakarta, EKG

Azwar Saifudin, 2007, Sikap Manusia Teori dan Pengukurannya, Jogyakarta, Pustaka Pelajar

Bhuono, 2005, Analisis Statistik Bisnis Dengan SPSS, Yogyakarta, Andi Offset.

Depkes RI, 2006, Pedoman Umum Gizi Seimbang (Panduan Untuk Petugas), Jakarta, Departemen Kesehatan

Dian, 2009, Diet Ibu Hamil Yang Mengalami Kelebihan Berat Badan, www///garuda.com. akses 15 Juni 2010, Jam 14.35 WIB.

Dinkes Jawa Timur, 2009, Rencana Strategis Departemen Kesehatan 2005-2009, Jakarta.

Elizabeth, 2008, Buku Pintar Kesehatan Kehamilan, Jakarta, Ladang Pustaka.

Hidayat Sedarmayanti, 2007, Metode Penelitian, Bandung, Mandar Maju.

Irmayanti, 2007, Kebutuhan Gizi Ibu Hamil, Yogyakarta, Khasanah Ilmu-ilmu Terapan.

LB Gizi Dinas Kesehatan Jombang, Pebruari 2010.

Machfoedz dkk, 2007, Metode Penelitian Kualitatif, Bandung, Rosda Karya.

Mansjoer Arif, 2006, Kapita Selekta Kedokteran Jilid I, Jakarta, Aesculapius.

Nazir Moh, 2009, Metode Penelitian, Jakarta, Ghalia Indonesia.

Notoatmodjo, 2005, Pendekatan Praktis Metodologi Riset Keperawatan, Jakarta,Seagung Seto.

Nursalam, 2008, Konsep dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan Pedoman Skripsi, Tesis, dan Instrumen Penelitian Keperawatan, Surabaya, PT Salemba Medika

Pudjiadi, 2007, Ilmu Gizi Klinis pada Anak, Jakarta, Balai Penerbit FKUI.

Riduwan Muhammad, 2008, Penyusunan Tesiss dan Skripsi, Bandung, Alfabeta.

Sarwono, 2007, Buku Acuan Nasional Kesehatan Maternal dan Neonatal, Jakarta,YBP-SP.

Sugiyono, 2006, Paramterik dan Non Parametrik, Bandung, Alfabeta berat badan proporsional

 

 

 

DISTRIBUTOR HERBALIFE
TERMURAH & ORIGINAL
-------------------------------------------------
Untuk order :
HP/SMS/WA : 0813 2011 2028
BBM : 54F4CE77 | Line : ProgramLangsing


PAKET HERBALIFE

Pilihan paket Herbalife yang bisa Anda pilih sesuai kebutuhan


PRODUK HERBALIFE

Produk-produk Herbalife ini sudah bersertifikat FDA, TGA, GMP dari USA & BPOM dari Indonesia. Dan pastinya tidak mudah untuk produk-produk yang bisa mendapatkan sertifikat ini.