berat badan ideal bayi perempuan

DISTRIBUTOR HERBALIFE
TERMURAH & ORIGINAL
-------------------------------------------------
Untuk order :
HP/SMS/WA : 0813 2011 2028
BBM : 54F4CE77 | Line : ProgramLangsing


PAKET HERBALIFE

Pilihan paket Herbalife yang bisa Anda pilih sesuai kebutuhan


PRODUK HERBALIFE

Produk-produk Herbalife ini sudah bersertifikat FDA, TGA, GMP dari USA & BPOM dari Indonesia. Dan pastinya tidak mudah untuk produk-produk yang bisa mendapatkan sertifikat ini.


TINGGI DAN BERAT berat badan ideal bayi perempuan BADAN IDEAL BAYI

 MARET 9TH, 2012  JOKO UTOMO

Untuk mengetahui berat badan dan ukuran tinggi bayi yang ideal, masing-masing wilayah punya standar yang berbeda-beda. Bayi yang berasal wilayah Asia pada umumnya punya bentuk badan yang lebih kecil jika dibandingkan dengan bayi yang berasal dari Eropa, maka standarnya juga tidak seberat dan setinggi bayi yang berasal dari wilayah itu.

 

Sesuai dengan ukuran standar dari Departemen Kesehatan Indonesia, berat badan untuk usia berat badan ideal bayi perempuan bayi yang masih dibawah tiga bulan adalah antara 3,4 hingga 5,7 kilogram. Sedangkan untuk tinggi badan bayi yang ideal adalah sekitar 40,5 hingga 60 sentimeter. Kemudian ketika usia bayi menginjak umur empat sampai enam bulan, maka berat badan bayi yang ideal adalah 5 sampai 7,4 kilogram. Untuk ukuran ideal tinggi badannya sekitar 62,5 sampai 66 sentimeter.

 

Setelah usia bayi masuk pada umur tujuh sampai sembilan bulan, berat badan bayi naik menjadi sekitar 8 sampai 8,9 kilogram. Demikian pula dengan tinggi badan bayi yang juga mengalami pertambahan menjadi 67,5 sampai 70, 5 sentimeter. Sedangkan bayi yang usianya antara sepuluh bulan sampai berat badan ideal bayi perempuan dengan satu tahun berat idealnya adalah antara 9,3 dan 9,9 kilogram. Adapun tinggi badannya mencapai ukuran antara 72 sampai 74,5 sentimeter. Dan semakin bertambah usia bayi, maka berat badan dan ukuran tinggi badannya juga terus bertambah.

 

Namun demikian, ukuran ideal berat badan bayi dan tinggi badan bayi tersebut tidak bersifat mutlak, karena ada beberapa faktor yang ikut mempengaruhi pertumbuhan ukuran berat dan tinggi badan bayi. Salah satu faktor tersebut adalah kondisi dari kedua orang tua bayi. Jika mereka berat badan ideal bayi perempuan punya ukuran badan yang lebih besar dan tinggi, maka ada kemungkinan berat badan bayi juga lebih banyak dibanding dengan bayi yang orang tuannya lebih kurus. Demikian pula jika bapak dan ibu bayi punya badan yang lebih jangkung, maka tinggi badan bayi juga bisa lebih panjang dibanding dengan bayi yang lain.

 

Selain itu faktor gizi dan makanan yang sehat juga punya pengaruh terhadap pertumbuhan berat badan bayi dan ukuran ketinggiannya. Makin bagus pasokan gizi yang masuk, maka berat dan tinggi badan bayi juga bisa makin bagus dan ideal.

 

 

 

Jika bayi Anda terlihat sangat mungil dan lebih kurus dibanding bayi lain yang seusia dengannya, waspadalah! Itu bisa saja indikasi kalau ia mengalami kekurangan berat badan.

 

 

 

Menurut dr. Rasmita U. Ginting, Sp.A dari Eka Hospital BSD, kondisi tersebut disebabkan oleh berbagai hal, di antaranya berat badan bayi rendah saat lahir, bayi lahir prematur, adanya penyakit yang mengakibatkan kurangnya peningkatan berat badan, dan manajemen laktasi yang berat badan ideal bayi perempuan belum memadai. Berat badan bayi di bawah normal juga bisa terjadi karena telatnya pemberian makanan pendamping ASI (MPASI), asupan nutrisi yang tidak terpenuhi dengan baik, gangguan oromotor, dan gangguan kesehatan pada ibu.

 

 

 

“Untuk mengetahui apakah bayi memiliki berat normal sesuai tahapan usianya, ibu bisa menilai melalui grafik pertumbuhan yang diterbitkan oleh CDC 2000 atau Z-Score (WHO 2006). Grafik tersebut biasanya terdapat pada buku imunisasi Si Bayi. Misalnya, menurut Z-scores, berat badan ideal bayi laki-laki umur 4 bulan adalah 7 kg dengan panjang 64 cm. Sementara untuk bayi perempuan, berat idealnya 6,5 kg dengan panjang 62 cm,” jelas dr. Rasmita.

 

 

 

Seandainya, berat Si Bayi pada tahapan usia tertentu kurang dari yang tertera pada grafik dan dalam 2 periode pengukuran, tidak mengalami peningkatan signifikan, ia harus segera mendapatkan penanganan khusus. Dokter pun akan mencari tahu apa penyebabnya dan menanganinya secara tepat. (Dina/DC/Dok. M&B)

 

 

 

Kurus memang tak selalu berarti tak berat badan ideal bayi perempuan sehat, kok. Hanya saja, kita harus tahu

penyebab mengapa ia tampak kurus.Orang tua mana, sih, yang bisa anteng-anteng

saja kalau anaknya tampak kurus. Bisa dipastikan berbagai upaya dilakukan orang tua agar si anak berat badan ideal bayi perempuan bisa gemuk. Sebab, dianggapnya anak gemuk, kan, pertanda sehat. Memang, diakui Aryono Hendarto, MD, dokter spesialis anak dari Subbagian Gizi dan Metabolik Bagian Ilmu Kesehatan Anak, RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta, sering terdapat kekeliruan persepsi dari para orang tua. “Anak sehat yang ideal itu identik dengan badan yang gemuk.” Padahal, tentu saja tidak. “Karena sesuatu yang berlebihan atau kekurangan pasti tak baik. Normalnya, berat badan yang

sesuai usia dan tinggi badannya.”

ISTILAH ANAK KURUS

Secara fisik, menurut Aryono, anak dikatakan kurus tak hanya berdasarkan berat

badan saja tapi juga tinggi badan. Ada dua hal penting yang menyebabkan anak

disebut kurus;

1)Kurus karena berat badannya kurang menurut umur, sementara tinggi badannya

sesuai umur atau kurang menurut umur.

2)Kurus karena tinggi badannya yang lebih menurut umur sementara beratnya cukup

menurut umur.

Nah, kriteria sehat menurut WHO mencakup sehat fisik dan jiwa. “Anak kurus yang

kedua bisa dikatakan sehat, kalau kriteria sehatnya itu jarang sakit. Sedangkan

anak kurus yang pertama dikatakan tak sehat karena berat badannya dan bahkan

tingginya pun kurang atau tak sesuai menurut umur,” papar Aryono, yang juga

berpraktek di RSIA Hermina Jatinegara.

Pada prinsipnya, lanjut Aryono, kendati kurus, berat badan anak harus naik

setiap bulannya sesuai dengan umur. “Nah, yang jadi masalah kalau anak kurus

beratnya tak naik-naik. Ini harus dicari penyebabnya. Bisa karena asupan

nutrisinya kurang, aktivitas anak yang berlebih meski asupannya cukup dan bisa

juga karena ada penyakit yang melatarinya sehingga asupan makanannya kurang.”

PARAMETER KURUS TIDAKNYA

Berat badan merupakan salah satu parameter pertumbuhan seorang anak, di samping

faktor tinggi badan. Karena itu terdapat istilah tumbuh kembang pada anak.

Tumbuh berarti bertambah besar sel-selnya dan kembang berarti

bertambah matang fungsi sel-selnya. “Nah, bila anak kurus beratnya tak sesuai

dengan berat badan ideal menurut umur, maka dikatakan pertumbuhannya kurang

baik,” terang Aryono.

Yang jelas, berat badan ideal seorang anak memiliki range. Standarnya bagi anak

laki-laki dan perempuan juga berbeda. Biasanya anak perempuan mempunyai berat

badan lebih rendah dibandingkan anak laki-laki. Untuk ukuran berat badan ini

umumnya di Indonesia menggunakan parameter yang diadaptasi dari Amerika yaitu

NCHS (National Centre for Health Statistic). Ada juga yang menggunakan hitungan

Departemen Kesehatan untuk konsumsi nasional, yaitu KMS (Kartu Menuju Sehat).

Nah, pada parameter ini bisa dilihat berat badan ideal seorang anak menurut

umurnya dan juga jenis kelaminnya. “Bila berat badan anak lewat dari standar 100

persen maka dikatakan overweight dan di atas 120 persen disebut obesitas,

sedangkan kalau beratnya di bawah 80 persen berat badan ideal dikatakan kurang

gizi dan manifestasinya anak tersebut tampak kurus,” jelas Aryono.

Namun, Aryono mengingatkan, bahwa berat badan harus dikaitkan dengan umur dan

DISTRIBUTOR HERBALIFE
TERMURAH & ORIGINAL
-------------------------------------------------
Untuk order :
HP/SMS/WA : 0813 2011 2028
BBM : 54F4CE77 | Line : ProgramLangsing


PAKET HERBALIFE

Pilihan paket Herbalife yang bisa Anda pilih sesuai kebutuhan


PRODUK HERBALIFE

Produk-produk Herbalife ini sudah bersertifikat FDA, TGA, GMP dari USA & BPOM dari Indonesia. Dan pastinya tidak mudah untuk produk-produk yang bisa mendapatkan sertifikat ini.


tinggi badan. Misal, anak perempuan 12 bulan dengan berat badan 7,2 kg dan

tinggi badan 72 cm. Sedangkan berat badan rata-rata anak perempuan umur 12 bulan

sekitar 9,6 kg. Jadi berat badan anak tersebut 75 persen dari berat badan

rata-rata seusianya. Ini berarti anak tersebut termasuk gizi kurang. Tapi, kalau

dilihat dari tinggi badannya maka ; 72 cm (tinggi badan anak) : 74 cm (tinggi

badan seharusnya) x 100 persen, maka tinggi badannya adalah 98 persen dari

tinggi badan ideal. Ini berarti bila dilihat dari tingginya yang baik maka anak

tersebut termasuk gizi baik. “Interpretasinya adalah anak tersebut mengalami

kekurangan gizi akut, karena berat badan kurang untuk berat badan rata-rata

seusianya, tetapi tinggi badannya masih bagus. Tapi andaikata tinggi badannya

sudah ikut terhambat maka dikatakan gizi kronik yang biasanya mencerminkan gizi

buruk, artinya kekurangan gizi sudah berlangsung dalam waktu lama,” terang

Aryono.

FAKTOR NUTRISI

Bila yang terjadi adalah anak kurus dengan berat badan yang tak naik-naik, tentu

saja bisa dikatakan sehat dan bisa juga tidak. Karena itu harus dicari

penyebabnya; karena faktor nutrisi atau non nutrisi. Faktor nutrisi, misal,sang

ibu merasa sudah cukup memberi asupan makanan yang bergizi. Kuantitas dan

kualitasnya baik sesuai dengan menu gizi seimbang yang mengandung; karbohidrat,

protein, lemak, vitamin dan mineral. Setelah dianalisis asupan

dietnya ternyata yang diberikan kuantitasnya masih kurang dari kebutuhan.

Padahal setiap bulan seorang anak beratnya harus selalu ada kenaikan. Secara

kasar dapat dipakai patokan sebagai berikut; anak umur setahun beratnya tiga

kali berat badan lahir. Umur 2 tahun kira-kira 4 kali berat badan lahir. Jadi,

kalau bayi lahir dengan berat badan 3 kg maka pada usia 1 tahun beratnya 9 kg

dan pada usia 2 tahun jadi 12 kg. Lebih spesifik lagi, bayi 3

bulan pertama kenaikan beratnya antara 600 gr-1000 gr. Jadi per minggunya naik

150-250 gr. Kemudian 3 bulan kedua naik sekitar 600-700 gram per bulan. Tiga

bulan ketiga sekitar 400-500 gr. Tiga bulan keempat 300-400 gram. Di atas satu

tahun, 1-3 tahun kira-kira kenaikannya sekitar 250 gram atau seperempat kilogram

per bulan.

Nah, kalau ternyata setiap bulan berat badannya tak naik atau naik tapi tak

memuaskan maka harus dievaluasi kembali masukan nutrisinya dengan

memperhitungkan pula aktivitas fisiknya. Apakah sudah cukup untuk mengantisipasi

kelebihan aktivitasnya. “Namun dengan catatan anaknya sehat atau tak ada

penyakit. Karena kalau aktivitasnya berlebih sementara masukan kalorinya cukup

atau pas-pasan, maka kalorinya tak cukup disimpan untuk

menaikkan berat badannya.”

Memang ada periode-periode tertentu di mana anak sedang aktif, seperti usia satu

tahun, anak mau bisa jalan. Pada anak-anak ini harus diberi tambahan kalori.

Jadi kalau anak kurus tapi aktif dan tak ada penyakit yang mendasarinya maka

asupan makanannya itu yang harus dianalisis.

Untuk anak sehat yang kurus dalam hal makan pun tak ada yang khusus. Makanannya

tetap dengan gizi seimbang sesuai dengan kelompok umurnya hanya jumlah kalorinya

disesuaikan dengan kebutuhan menurut umur. Kecuali untuk anak sakit. Misalnya,

anak sakit panas maka diberi yang lunak. Kalau diare diberi yang mudah

diserap/dicerna.

FAKTOR berat badan ideal bayi perempuan PENYAKIT

Sementara itu ada juga anak kurus yang tak sehat. Menurut Aryono, biasanya

karena terdapat penyakit yang mendasarinya. Akibatnya anak tak mau

makan/anoreksia. Di Indonesia beberapa penyakit yang dapat menyebabkan anak

kurus akibat tak mau makan antara lain adalah infeksi seperti infeksi paru-paru

(TBC), infeksi saluran kemih, infeksi parasit dan lain-lain. “Selama penyakitnya

tak disembuhkan maka tetap akan kurus, sebab asupan makannya kurang karena anak

tak nafsu makan. Dengan begitu berat badannya pun tak naik-naik.”

Biasanya anak kurus yang tak sehat karena ada penyakit yang melatarinya akan

tampak seperti pucat, lesu, demam, tak nafsu makan dan berat badan pun tak mau

naik-naik. Tapi bila penyakitnya disembuhkan, otomatis nafsu makan anak pun jadi

membaik. Dengan demikian berat badan pun akan bertambah.

BUKAN TURUNAN

Yang jelas, anak kurus bukan faktor turunan, lo. Berbeda dengan anak gemuk;

menurut hasil penelitian, kalau kedua orang tuanya gemuk maka 70 persen anaknya

berisiko gemuk. Bila hanya salah satu orang tua yang gemuk maka 40

persen anak berisiko gemuk. Sedangkan bila kedua orang tuanya tak gemuk maka

anak berisiko 7-10 persen gemuk.

Hal itu tak berlaku pada anak kurus. Kecuali masalah tinggi badan yang

dipengaruhi kedua orang tuanya. Tinggi badan ini bisa membuat penampilan anak

tersebut tampak kurus atau tidak. Bila kedua orang tuanya tinggi dan anaknya pun

tinggi sehingga tampak kurus. Tapi, bisa juga, lo, kedua orang tuanya tinggi

tapi anaknya pendek. Nah, kalau kemudian anaknya sering sakit, ya, jadi tampak

kurus.”

Begitupun dengan berat badan lahir. Bukan berarti bila berat lahirnya rendah

lalu akan membuat kelak anak jadi kurus. Berat badan lahir normal biasanya

sekitar 2,5 ­ 4 kg. Kecepatan tumbuh kembangnya sama sesuai kurva tumbuh

kembang. Sedangkan, pada berat badan lahir rendah dibedakan dalam dua hal, yaitu

karena umur kehamilannya kurang/prematur dan karena umur kehamilan cukup,

semisal 39 minggu tapi berat badan janin rendah, misal 2 kg, maka dikatakan

dismatur atau mengalami retardasi pertumbuhan intra uterin dalam rahim.

Nah, bayi yang dismatur biasanya perkembangan berat badannya akan mengejar

ketinggalannya. Karena sebetulnya dia normal tapi mengalami hambatan pertumbuhan

dalam rahim. Justru setelah lahir bayi-bayi dismatur ini rakus

dan bisa mencapai berat badan seperti berat badan bayi normal. Sedangkan yang

lahir prematur, dengan berat badan lahir sangat rendah, misal 1 ­ 1,5 kg tentu

memakai kurva perkembangan yang berbeda. Bisa jadi kenaikan berat badan

selanjutnya pun mungkin tak seperti berat badan anak normal. Nah, Bu-Pak,

setelah kita tahu rumusan berat badan anak jangan lagi membandingkan-bandingkan

berat badan anak dengan anak tetangga, ya.

(Nakita),

sumber website parenting.co.id/forum

:: Parenting.co.id :: Forum ::

Parenting Indonesia. Membahas seputar kehamilan, bayi, balita, usia sekolah, dan segala hal yang berkaitan dengan dunia mama.

PARENTING.CO.ID|OLEH FEMINA INDONESIA

116 Suka164 Komentar80 Kali Dibagikan berat badan ideal bayi perempuan

 

 

DISTRIBUTOR HERBALIFE
TERMURAH & ORIGINAL
-------------------------------------------------
Untuk order :
HP/SMS/WA : 0813 2011 2028
BBM : 54F4CE77 | Line : ProgramLangsing


PAKET HERBALIFE

Pilihan paket Herbalife yang bisa Anda pilih sesuai kebutuhan


PRODUK HERBALIFE

Produk-produk Herbalife ini sudah bersertifikat FDA, TGA, GMP dari USA & BPOM dari Indonesia. Dan pastinya tidak mudah untuk produk-produk yang bisa mendapatkan sertifikat ini.