berat badan dan tinggi ideal

DISTRIBUTOR HERBALIFE
TERMURAH & ORIGINAL
-------------------------------------------------
Untuk order :
HP/SMS/WA : 0813 2011 2028
BBM : 54F4CE77 | Line : ProgramLangsing


PAKET HERBALIFE

Pilihan paket Herbalife yang bisa Anda pilih sesuai kebutuhan


PRODUK HERBALIFE

Produk-produk Herbalife ini sudah bersertifikat FDA, TGA, GMP dari USA & BPOM dari Indonesia. Dan pastinya tidak mudah untuk produk-produk yang bisa mendapatkan sertifikat ini.


Cara Menghitung berat badan dan tinggi ideal Berat Badan Ideal

November 29, 2011 by Diet Huteri

 

Berat badan ideal

Sejarah cara menghitung berat badan ideal

Jika Anda ingin tahu cara menghitung berat badan ideal, caranya mudah sekali. dari jaman dahulu sampai jaman sekarang rumus yang paling banyak digunakan untuk menghitung berat badan ideal adalah menggunakan rumus broca, seorang yang pada jamannya ahli pada bidang antropometri berat badan dan tinggi ideal yaitu ilmu yang berkaitan dengan mengukur manusia, termasuk di dalamnya cara menghitung berat badan ideal. Rumus menghitung berat badan ideal Anda dapat menggunakan rumus dibawah ini untuk menghitung berat badan ideal: Rumus Berat Badan

Jika Anda ingin menurunkan berat badan, maka bisa mengikuti rekomendasi berikut ini karena sudah banyak yang berhasil dan biasanya membantu menurunkan 1 -3 kg/ minggu. Bagaimana caranya? Untuk mengetahui lebih lanjut silahkan klik disini Ideal = (Tinggi Badan – 100) X 90% berat badan dan tinggi ideal Contohnya : Jika Anda mempunyai tinggai badan 150 cm, maka berat badan ideal Anda adalah (150 – 100) X 90% = 45 kg. Dari nilai diatas, Anda dapat membandingkan hasilnya dengan acuan dibawah ini: * Kelebihan Berat Badan / Overweight = Hasilnya 10% s/d 20% lebih besar * Kegemukan / Obesitas / Obesity = Hasilnya lebih dari 20% dari yang seharusnya * Kurus = Hasilnya 10% kurang dari yang seharusnya Jadi yuk kita menghitung berat badan ideal kita, sudah idealkah kita? 🙂

 

 

Apakah artikel ini sudah bagus? 

 

 

 

 

Share to Facebook

Kami berbagi sambil

menemukan cara berat badan dan tinggi ideal menurunkan berat badan paling efektif

Kami sudah menemukan banyak hal yang sebaiknya anda tahu

 

Kita pasti sering mendengar istilah berat badan ideal yang harus dimiliki agar tubuh tetap sehat. Definisi ini nampaknya berbeda-beda bagi banyak orang karena jika disesuaikan dengan jenis kelamin, tinggi badan dan gaya hidup, pasti hasilnya akan bervariasi.

 

Cara menghitung berat badan ideal yang paling umum digunakan adalah dengan mengukur BMI (Body Mass Index) atau Indeks Masa Tubuh (IMT). Kalkulatornya pun banyak ditemukan online secara gratis dan mudah digunakan. Namun masih banyak yang ragu karena standar yang digunakan. berat badan dan tinggi ideal Menurut ahli kesehatan Cedric X. Bryant, Ph.D., BMI adalah sistem yang digunakan untuk menentukan ‘kegemukan’ seseorang bukan tingkat kesehatannya. Rasio antara berat dan tinggi badan akan menentukan apakah seseorang masuk ke dalam kategori kekurangan, kelebihan, normal atau obesitas. Obesitas pun bahkan dibagi lagi menjadi tiga kategori.

 

BMI digunakan para ahli kesehatan sebagai informasi untuk mengetahui risiko gangguan kesehatan. Banyak komplikasi kesehatan terkait berat badan seperti hipertensi, kolesterol tinggi hingga Diabetes tipe 2. Kelemahan lain dari perhitungan BMI adalah saat orang yang kelebihan berat badan namun memiliki metabolisme yang tinggi akibat dari aktivitas yang berat. Hal ini ia berarti dikategorikan tidak sehat sedangkan sebenarnya normal karena tingkat metabolisme tidak dihitung.

 

Cedric kembali menambahkan bahwa menghitung berat badan ideal sangatlah simpel dan tidak perlu hingga mendetail sampai kepada angka yang presisi. Cukup gunakan berat badan (dalam satuan kilogram) yang dibagi tinggi badan kuadrat (dalam satuan meter). Contohnya: Pria dengan berat badan 85 kg dengan tinggi 190 cm, maka menghitungnya adalah: 85 kg : (1,90 m x 1,90 m) = 23.5.

 

Setelah angka didapatkan, kemudian disesuaikan dengan standar BMI yang sudah ditetapkan bagi pria maupun wanita (keduanya berbeda). Untuk wanita, di bawah angka 18 tergolong kekurangan berat badan atau terlalu kurus sehingga perlu menambah berat badan. 18 hingga 25 tergolong normal atau ideal. 25 hingga 27 berarti kelebihan berat badan dan lebih dari 27 termasuk obesitas dan harus segera melakukan tindakan menguruskan.

 

Untuk pria, kekurangan berat badan atau terlalu kurus berada di angka di bawah 17. Untuk angka normal berada pada ukuran 17 hingga 23. 23 hingga 27 termasuk kelebihan berat badan dan perlu waspada. Sedangkan obesitas untuk pria berada di angka di atas 27.

 

Yang perlu diingat adalah, berat badan ideal bukanlah jaminan kesehatan karena BMI tidak menghitung jumlah lemak dalam tubuh namun sebagai acuan rata-rata. Tingkat lemak yang menumpuk di dalam tubuh pun tidak terdeteksi. Dal hal ini, seseorang yang aktif fitnes dan berolahraga tentu berat badan dan tinggi ideal memiliki kepadatan otot yang lebih besar ketimbang yang tidak sehingga beratnya terhitung pada otot dan bukan lemak. Begitupula saat seorang wanita yang rajin berolahraga namun beratnya kemudian turun, itu berarti kadar lemaknya yang mulai terkikis dan digantikan dengan masa otot yang mulai berkembang, seperti yang diungkapkan spesialis gizi klinik MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, DR dr Samuel Oetoro MS SpGK (K).

 

Untuk lebih akurat, dr. Phaidon L. Toruan dalam bukunya ‘Fat Loss Not Weight Loss’ menjelaskan, bahwa berat badan ideal juga harus mengukur komposisi tubuh, misalnya mengukur persentase lemak yang biasa ditemukan di klinik kesehatan atau pusat kebugaran bernama body fat monitor atau mesin bioelectric impedance.

 

 

 

Mencari sesuatu?

 Kirim

Artikel Terkait

 

Berat Badan Ideal Bukan Berati Sehat, Ini Yang Benar

Tahukah Ibu ternyata kurus ataupun langsing bukanlah menjadi jaminan kesehatan, justru […]

 

Selengkapnya

0 Likes 0 Shares

Terbaru

 

Tips Tepat Mencegah Kolesterol Saat Santap Menu Hari Raya

Menu hari raya memang lezat dan mengundang lidah untuk bergoyang, tapi makanan ini […]

 

Selengkapnya

0 Likes 0 Shares

 

Resep Masakan Daging Sapi Pilihan Sahabat Nestle

Mengolah daging sapi bukanlah hal yang sulit, karena bahan makanan ini mudah didapatkan […]

 

Selengkapnya

0 Likes 0 Shares

 

Pentingnya Pemeriksaan Kolesterol untuk Mencegah Penyakit Berbahaya

Penyakit-penyakit berbahaya seperti serangan jantung, stroke dan diabetes seringkali […]

 

Selengkapnya

0 Likes 0 Shares

 

Plank, Latihan Mengecilkan Perut Paling Ampuh

Senam mengecilkan perut yang paling ampuh salah satunya adalah plank. Plank sangat […]

 

Selengkapnya

0 Likes 0 Shares

Dapatkan resep masakan terbaik untuk keluarga tersayang di sini. Dengan bergabung dan menjadi Sahabat Nestlé!

Hanya dengan registrasi dan melengkapi data Anda, ada jutaan manfaat yang akan kami berikan untuk Anda!Kunjungi kami di media sosial

Kesehatan

 

Kesehatan Pria & Wanita

Kesehatan Ibu Hamil

Kesehatan Anak

Info Obat-Obatan

Menu Sehat

 

The ChefMenu DietResep Makanan SehatGizi Anak & BalitaRancang Menu

DISTRIBUTOR HERBALIFE
TERMURAH & ORIGINAL
-------------------------------------------------
Untuk order :
HP/SMS/WA : 0813 2011 2028
BBM : 54F4CE77 | Line : ProgramLangsing


PAKET HERBALIFE

Pilihan paket Herbalife yang bisa Anda pilih sesuai kebutuhan


PRODUK HERBALIFE

Produk-produk Herbalife ini sudah bersertifikat FDA, TGA, GMP dari USA & BPOM dari Indonesia. Dan pastinya tidak mudah untuk produk-produk yang bisa mendapatkan sertifikat ini.


Gaya Hidup Sehat

 

Olah RagaParentingLingkungan Sehat

Bantuan Website

 

FAQ

© 2017 Hak Cipta oleh PT Nestlé Indonesia dilindungi undang-undang. Tidak diperkenankan mengambil materi/isi website dan mempublikasikan dalam bentuk apapun tanpa izin tertulis dari PT Nestlé Indonesia. Saran, komentar, dan pertanyaan mengenai website ditujukan ke [email protected] atau kontak kami.

Nestlé Consumer Services

Senin – Minggu

Jam 08:00 – 24:00 WIB

+6280018-21028

Privacy Policy

 

 

Cara Menghitung Indeks berat badan dan tinggi ideal Massa Tubuh (Body Mass Index)

Oleh Ajeng Quamila 

Data medis direview oleh Thu Truong, PharmD.

Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru)Klik untuk berbagi pada Twitter(Membuka di jendela yang baru)Klik untuk berbagi pada Tumblr(Membuka di jendela yang baru)Klik untuk berbagi via Google+(Membuka di jendela yang baru)Klik untuk berbagi di Linkedln(Membuka berat badan dan tinggi ideal di jendela yang baru)Klik untuk berbagi di Line new(Membuka di jendela yang baru)

Cara Menghitung Indeks Massa Tubuh (Body Mass Index)

“Menjaga berat badan sehat akan menghindari Anda dari berbagai macam penyakit,” petuah emas ini sudah sering kali Anda dengar dari waktu ke waktu, seperti kaset rusak. Tapi, memelototi timbangan mungkin tidak akan cukup. Di sinilah Body Mass Index (BMI), alias indeks massa tubuh, memainkan perannya.

 

“Indeks massa tubuh adalah cara yang baik untuk menilai apakah berat badan Anda sehat atau tidak,” kata Jessica Crandall, RD, pendidik diabetes bersertifikat dan juru bicara nasional untuk Academy of Nutrition and Dietetics, dikutip dari Daily Burn.

 

Apa itu indeks massa tubuh?

 

Indeks massa tubuh adalah metrik standar yang digunakan untuk menentukan siapa saja yang masuk dalam golongan berat badan sehat dan tidak sehat. Indeks massa tubuh alias BMI membandingkan berat badan Anda dengan tinggi badan Anda, dihitung dengan membagi berat badan dalam kilogram dengan tinggi badan dalam meter kuadrat.

 

Ilustrasi BMI

Ilustrasi BMI (source: whathealth.com)

Misalnya, Anda ingin mencari tahu apakah Anda normal atau obesitas. Anda memiliki berat badan 80 kilogram dan tinggi 1,75 m (175 centimeter).

 

Pertama, kalikan tinggi badan dalam kuadrat: 1,75 x 1,75 = 3,06. Selanjutnya, bagi angkat berat badan dengan hasil kuadrat tinggi badan: 80/3,06 = 26,1. Terakhir, bandingkan angka BMI Anda (26,1) dengan kategori berat badan yang tercantum di bawah ini:

 

≤ 18,5 = Berat badan kurang

18,5 – 24,9 = Berat badan normal

24,9 – 29,9 = Berat badan berlebih

≥ 30 = obesitas

Dengan begitu, angka BMI alias indeks massa tubuh Anda menyatakan bahwa Anda memiliki kelebihan berat badan.

 

Meski BMI Anda tidak memberikan evaluasi menyeluruh dari kesehatan Anda, BMI unggul sebagai metode hitung-hitungan mudah yang dapat memberikan informasi dasar terhadap masalah berat badan Anda secara keseluruhan. Tapi, BMI mengangkat banyak perdebatan – inilah sebabnya.

 

Kenapa indeks massa tubuh tak bisa jadi tolak ukur berat badan ideal

 

Dilansir dari Live Science, BMI bukanlah metode pengukuran ideal dan akurat, serta tidak bisa menjelaskan penyebab dari masalah berat badan seseorang. Ketika mendefinisikan berat badan sehat, satu jenis pengukuran definitif tidak bisa diberlakukan untuk semua, tandas Dr. Rexford Ahima, profesor kedokteran dari University of Pennsylvania sekaligus co-peneliti dari jurnal terbitan Science tahun 2013.

 

  1. Tidak ada perhitungan lemak

Berdasarkan pedoman BMI, individu yang memiliki angka lebih dari 30 berada dalam peningkatan risiko kematian akibat penyakit jantung, diabetes, kanker, dan sejumlah gangguan kesehatan serius lainnya. Indeks massa tubuh yang rendah mungkin mengindikasikan Anda kekurangan gizi.

 

Yang jadi permasalahan, BMI tidak memasukkan lemak (tidak mengindikasikan berat badan dan tinggi ideal distribusi lemak tubuh) dalam perhitungannya. Lemak perut meningkatkan risiko diabetes, penyakit jantung, dan kematian, sementara lemak periferal (lemak di bawah kulit di berbagai bagian tubuh lainnya) mungkin lebih berbahaya, penelitian menunjukkan. Saat seseorang mengidap penyakit kronis, memiliki cadangan lemak dalam tubuh mungkin bisa memberikan cadangan energi tambahan.

 

  1. Tidak ada pertimbangan jenis kelamin, usia, ukurang pinggang, dll

BMI juga gagal untuk memperhitungkan perbedaan jenis kelamin (wanita cenderung memiliki massa lemak lebih banyak daripada pria), usia, tingkat aktivitas fisik, komposisi tubuh (berapa banyak perbandingan otot dan lemak tubuh), dan ukuran pinggang (lingkar pinggang di atas rata-rata adalah indikator lain dari obesitas dan risiko penyakit terkait). Jadi, misalnya, sebagai wanita, bahkan jika indeks massa tubuh Anda termasuk dalam kategori normal, Anda masih bisa memiliki persentase lemak tubuh yang tinggi.

 

Dan pada beberapa kasus, postur badan tinggi besar, seperti binaragawan (yang bisa terlihat seperti kelebihan berat badan berkat massa ototnya), tidak selalu berarti buruk; banyak orang yang memiliki berat badan di atas “normal” dinyatakan sehat. Selain itu, angka BMI yang rendah mungkin diakibatkan berat badan dan tinggi ideal oleh penyakit tertentu atau faktor usia lanjut. Artinya, BMI tidak sepenuhnya mencerminkan risiko kesehatan seseorang.

 

  1. Tidak mempertimbangkan faktor etnis

Perhitungan universal ini juga lalai memperhitungkan grup etnis. Ada banyak perbedaan dalam BMI dan risiko kesehatan antara kelompok etnis. Dikutip dari WebMD, misalnya, etnis Asia cenderung sudah menghadapi risiko kesehatan (termasuk diabetes) pada angka BMI yang lebih rendah daripada orang-orang ras kulit putih. Angka BMI yang sehat untuk orang Asia berkisar antara 18,5-23,9, satu tingkat lebih rendah daripada kisaran standar. Lebih lanjut, orang Asia umumnya dianggap obesitas jika mencapai angka BMI 27 atau lebih tinggi, dibandingkan dengan standar obesitas BMI orang kulit putih, yaitu 30 atau lebih.

 

Kalau sudah tahu berapa indeks massa tubuh kita, apa yang bisa dilakukan?

 

Lantas, mengapa metriks pengukuran ini sangat populer digunakan? Satu faktor utama adalah kemudahan. Untuk sebagian besar orang, BMI menyediakan “pengukuran yang wajar” untuk lemak tubuh, serta kemudahan menghitung berat dan tinggi badan. Selain itu, berdasarkan laporan beberapa studi terbaru, pada beberapa kasus tertentu di mana indeks massa tubuh tergolong tinggi, angka ini bisa berperan sebagai tanda peringatan bahaya dan melindungi seseorang dari kematian akibat penyakit kronis terkait obesitas.

 

Kesimpulannya, jangan hanya terpaku pada BMI dan angka di timbangan berat Anda. Perhatikan pula massa otot dan lingkar pinggang guna memberikan rangkuman yang lebih komprehensif tentang kesehatan general tubuh Anda sesungguhnya. Tubuh setiap orang berbeda, maka dari itu BMI tidaklah sempurna untuk perhitungan universal. BMI akan berguna sebagai titik acuan jika digunakan bersama dengan alat monitor lainnya. Ambil keuntungan dari perhitungan BMI dan timbangan berat badan Anda — kemudian gali lebih dalam dengan dokter untuk memastikan apakah Anda sudah berada di jalan yang benar dalam mencapai berat badan ideal Anda. berat badan dan tinggi ideal

 

 

 

DISTRIBUTOR HERBALIFE
TERMURAH & ORIGINAL
-------------------------------------------------
Untuk order :
HP/SMS/WA : 0813 2011 2028
BBM : 54F4CE77 | Line : ProgramLangsing


PAKET HERBALIFE

Pilihan paket Herbalife yang bisa Anda pilih sesuai kebutuhan


PRODUK HERBALIFE

Produk-produk Herbalife ini sudah bersertifikat FDA, TGA, GMP dari USA & BPOM dari Indonesia. Dan pastinya tidak mudah untuk produk-produk yang bisa mendapatkan sertifikat ini.